
Elena tersenyum melihat Putri sangat senang menerima cake buatan tangannya sendiri dan terkekh pelan ketika Budi mencoba cake itu lalu memujinya dengan bangga.
" Oh ya, kok tiba-tiba kepikiran bawa cake? Pasti ada hal yang disembunyiin nih" Kedip Putri kepadaku dan memegang lenganku ingin meminta penjelasan untuknya. Aku menelan salivanku dan ingin mencoba mengatakan sesuatu tetapi Budi mengedipkan mata kepadaku bahwa ini adalah rahasia yang tidak bisa diungkapkan kepadanya, jika tidak seluruh mahasiswa tau jika Elena sudah berstatus menjadi istri orang dan akan menjelekkannya. Karena mulut putri tuh gak bisa diem kalau dipaksa diem.
" Gak ada kok Put, aku lagi kepikiran bawa cake karena tadi habis liat youkiub tentang bagusnya bawa kue untuk orang disayangi" Ucapku gugup dan menundukkan kepalaku untuk menutupi wajahku dari rasa malu. Putri terkekeh dan cekikikan tak jelas langsung memukul bahu Budi pelan.
" Alasan yang benar-benar konyol deh Elen! yaya, aku percaya sekarang dengan hal itu" Cerocos Putri menaikkan kedua tangannya melipat didadanya. Budi meringis kesakitan akibat dipukul oleh Si nenek ini.
" Kau! kenapa aku jadi samsak mu? Emangnya aku apaan?" Kesal Budi, ia tak tahan dengan sikap Putri yang membeda-bedakannya. Ia tak suka jika benar-benar seperti ini. Ia tak mau harga dirinya diinjak oleh seorang Putri penguasa mungkin? haha itu sebutan yang kami berikan padanya.
" Ya, soalnya kau itu empuk banget buat sasaran samsakku?" Kekeh Putri melirik sekilas menatap Budi yang terlihat kesal padanya. Budi menghela nafas kasar.
" Sorry ya,aku ini sixpack bukan lemak yang udah tumpuk seminggu. Jadi, lainkali kalau kau ingin menjadikanku sasaran samsak mu, lawan aku dulu okey?" Jelas Budi pada Putri yang sekarang terlihat kesal pada Budi yang bersikap seenaknya untuknya. Aku tersenyum tipis dan mengecek hp mungkin Delvin akan segera menyuruhku pulang?
Ya, yang benar saja baru aja diomongin udah nongol tuh anak.
Delvin
" Udah siap? Kalau udah langsung pulang"
Elena
__ADS_1
" Belum mas Delvin, aku lagi ngobrol nih ama temen "
Delvin
" Jangan lama-lama atau akan kuhukum kamu nanti"
Elena
" wah ada apa nih? Udah kangen ya? Apa jangan-jangan sekarang mas Delvin jatuh cinta pada pandangan pertama? haha"
Delvin
Elena
" iya, baik tuan Delvin"
Aku cekikikan melihat notifikasi dari mas Delvin. Mas Delvin malu-malu kucing ternyata.
" Lucu deh, dia bisa juga ya malu-malu kucing" Batin Elena tersenyum hangat. Budi dan Putri menatapku secara bersamaan dengan tatapan heran, kemudian tanpa sengaja Putri mencubit pipi putihku. Aku tersentak kaget dan meringis kesakitan.
" Apa sih?" Tanyaku yang agak risih dengan sikap Putri.
__ADS_1
" Kamu kenapa? Sakit? Kok ketawa sendiri? Mau anter kerumah sakit jiwa gak nih?" Cerocos Putri ngomong seenak jidat dia. Budi memukul pelan bahu Putri dan menutup mulutnya rapat-rapat memakai tangan besar nan kekar miliknya itu.
" Hahah, sorry ni anak emang kalau ngomong gak bisa direm tu mulut. Oh ya, ada apa denganmu?" Tanya Budi yang agak khawatir. Aku segera menggelengkan kepala dan melihat sebuah benda yang melingkar ditanganku.
Jam menunjukkan pukul 01:10.
Aku tersentak kaget dan segera permisi kepada kedua sahabatku dan berjalan dengan terburu-buru. Tetapi, aku tidak sadar aku menabrak seseorang berambut pirang, pendek dan mungil itu menabrakku dan menumpahkan segelas susu coklat panas kearah bajuku.
" Ugh, panas" Batinku meringis kesakitan akibat susu itu terlalu panas. Anak kecil itu menunduk dan meminta maaf padaku dengan spontan. Ia tau ini murni kesalahannya akibat ia tidak memperhatikan jalan.
" Maaf kak, aku gak sengaja nabrak kakak tadi" Jelas anak imut itu menunduk dengan lesu dan tatapan sendu ingin mengeluarkan sedikir air mata. Namun, aku menggapai wajahnya dan mengelus rambutnya pelan.
" gak apa-apa. oh iya kok anak kecil seperti kamu ada disini? dimana mama kamu?" Tanya Elena heran, bagaimana mungkin orang tua membiarkan anaknya berkeliaran dipinggir jalan seperti ini. Gadis itu menunjuk kearah sana yang memang terdapat sosok perempuan berambut pirang itu sedang asyik mengobrol dengan orang atau apalah itu.
" Itu mama kamu? Ayo, kakak anterin ya" Jelas Elena menggendong tubuh mungil nan kurus itu mendekati sosok wanita tua itu. Sebenarnya gak terlalu tua sih, tapi yah bisa dibilang masih 43 tahun dari tampangnya. Gadis itu mengangguk namun hal yang tidak terduga mengejutkan hati Carol.
Seorang lelaki yang sangat familiar padanya mendekati wanita itu dan tersenyum hangat padanya? Elena kaget dan segera menutup matanya rapat-rapat. Ia seoerti sangat mengenali sosok lelaki itu
Siapa dia? Apa hubungannya dengan mama dari gadis berambut pirang ini?
Mau tahu kisah kelanjutannya? Jangan lupa ikuti terus ceritanya dan like, share. Comment. Maaf typo masih bertebaran dimana-mana. Sekian selamat membaca😁
__ADS_1