
Matahari masuk melalui celah gorden yang ada dikamar milik Elena. Elena merasa terganggu dan perlahan membuka mata cantik hazel miliknya itu. Ia melihat kesana kemari dan mendapati sebuah pria tidur disampingnya tanpa memakai baju sebenang sekalipun, wajah pulas seperti bayi, alis tebal, dan bulu mata lentik yang menjadi ciri khas wajah milik Delvin. Ia pun melihat dirinya tanpa baju untuk menutupi dirinya. Gadis itu mencoba mengingat kejadian semalam dan berteriak kencang ketika mengingat peristiwa memalukan semalam, harga diri ia sebagai wanita telah hilang karena direnggut oleh pria mesum yang ada disampingnya. Merasa terganggu, Delvin membuka matanya dan mendapati sosok gadis yang sedang meringkuk ketakutan. Ia duduk dan perlahan menatap gadis itu dengan kebingungan.
" Kau kenapa? Pagi-pagi buat seperti ini berteriak" Tanya Delvin dingin. Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Delvin dengan tatapan ingin membunuh.
" Dasar pria mesum! Beraninya kau mengambil kehormatanku! Kembalikan! Aku tak mau hamil diusia muda seperti ini!" Teriak Elena sekencang-kencangnya membuat seantaro rumah bergetar hebat, Delvin mengerutkan keningnya tak percaya, segitukah ia ketakutan karena merenggut kehormatannya
" Bukankah hal yang bagus jika kau hamil diusia dini? Dan juga, siapa yang menyuruhmu untuk menggodaku semalam?" Ucap Delvin tegas dan segera beranjak dari ranjang empuk itu mengambil kemeja miliknya yang tergeletak dilantai. Merasa dipermainkan, Elena mencubit punggung atletis milik Delvin.
" Aku gak mau hamil diusia seperti ini! Lagipula siapa juga yang mau menggodamu! Jangan kegeeran!" Jelas Elena mengambil selimut putih dan menutupi dirinya agar tak menampakkan tubuhnya kepada pria mesum yang berdiri dihadapannya. Delvin membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok gadis mungil yang mengerucutkan bibirnya cemberut. Merasa gemas, ia tersenyum pelan melihat tingkah laku istri mungilnya itu.
" Jika kau hamil, kau kan bisa berhenti kuliah dan menjadi ibu rumah tangga saja dirumah sebesar ini. Gampang kan" Jelas Delvin memakai baju tersebut dan hendak keluar dari kamar minimalis sederhana itu, tetapi belum apa-apa Elena segera melempar bantal tepat diwajah tampan milik Delvin
__ADS_1
" Seenaknya kalau ngomong! Aku gak mau berhenti kuliah! Pokoknya gak mau, aku sudah capek-capek belajar hanya ingin mendapatkan beasiswa tetapi kau,.. merenggut kehormatanku semalam dengan cara paksa. Apa nanti komentar orang padaku, jika aku hamil diusia muda seperti ini" Jelas Elena panjang lebar. Delvin menatapnya sekilas dengan tatapan gemas, ia dilempar bantal oleh wanita mungil yang ada dihadapannya ini dan tertawa pelan. Batinnya.
" Jika kau gak mau hamil, aborsi!" Ucap Delvin tegas dan keluar dari kamar minimalis sederhana itu tanpa permisi. Elena terkejut, Delvin menyuruhnya untuk menggugurkan kehamilannya jika ia hamil, padahal anak ini tidak mempunyai dosa untuk mengambil pilihan seperti ini. Merasa pusing bercampur aduk, Elena segera mandi dan memakai baju sederhana miliknya, karena hari ini ia tak ada jadwal kuliah.
Sementara Delvin...
Delvin terkekeh melihat tingkah lucu istri imutnya itu, ia tak menyangka istrinya begitu cantik dan menggemaskan seperti tadi. Ia segera menelepon Len, asisten pribadinya itu untuk mengurus meeting pertemuan dengan perusahaan Chaewon hari ini.
Elena on...
" Wah! ini kulkas macam alat ajaib aja ya! Banyak banget makanannya! " Batin Elena takjub dan segera mengambil sayur untuk dimasak. Jangan meragukan keahliaannya, ia juga pandai memasak lho gak seperti anak manja kebanyakan.
__ADS_1
" Hari ini aku masak nasi goreng dengan telur ceplok ah! Udah lama gak makan itu" Batin Elena mengingat kejadian dimana ia makan bersama keluarganya dengan bahagia. Ia segera memasak masakan keahliannya itu santai.
Delvin menghirup wangi yang ia tak kenal sebelumnya dan segera turun kebawah mengikuti aroma wangi itu, kemudian melihat sosok gadis yang sedanorwg memasak dengan gembiranya. Ia mendekatinya dan berbisik pelan ditelinga gadis itu. Elena terkejut dan membalikkan tubuhnya mendapati sosok pria tinggi yang membuat ia merasa lebih pendek darinya.
" Kau mau apalagi? Jangan mendekatiku!" Tegas Elena takut akan kejadian semalam, Delvin memutar badannya dan duduk dikursi meja makan tanpa menghiraukan Elena yang menatapnya bingung
" Buat untukku seporsi" Titah Delvin tegas yang sudah siap dengan segala hal. Elena menelan salivannya pelan dan menuruti pria yang sedang menatapnya lekat itu. Ia segera memasak seporsi untuknya dan tidak sengaja dikagetkan oleh nada dering ponselnya. Segera ia angkat
" Halo bu, kenapa?." Tanya Elena sambil memasak nasi goreng milik Delvin. Delvin menatap Elena lekat, ia mengingat dulu ibunya pernah memasak nasi goreng kesukaan miliknya itu. Ia tersenyum menatap gadis didepannya ini.
" Apa!?" Teriak Elena yang tiba-tiba saja membuat jantung Delvin hampir copot, gadis itu jatuh dan terkulai lemas dilantai. Delvin mendekatinya dan melihat gadis itu meneteskan sebuah benda bening disudut matanya.
__ADS_1
Apa yang terjadi pada Elena? Kenapa ia teriak seperti terdengar misterius?
Saksikan kisahnya hanya dinovel ini ya! sekian