Takdir Bersama

Takdir Bersama
Eps. 7


__ADS_3

Elena berjalan dengan tatapan kosong, ia tak percaya akan hal yang ia lihat tadi. Delvin punya mantan pacar? Kenapa hatiku sakit ketika ia memeluknya? Apa dia tidak tahu kalau aku sekarang adalah istrinya?


" Itu bukan urusanku! Mau dia punya mantan pacar kek gak kek! Itu bukan urusanku, pernikahan ini hanya sementara, ini demi ayah! setelah ini, aku ingin bercerai dengannya. Lagipula ia cocok sama perempuan tadi" Gumamku sebal. Aku berjalan dengan pakaian pengantin yang mssih ada ditubuhku, sehingga membuatku susah untuk bergerak. Kurobekkan kain itu hingga ketas lututku dan melepeskan sepatu high heels yang sejak dari tadi kupakai


" Ini sepatu atau kaki kuda sih? Bikin kakiku sakit tau!" Jelasku sambil menatap jalanan yang sepi. Tak ada siapapun yang melintas dijalan ini, sejujurnya aku tak tau ini dimana tapi aku tak akan menyerah begitu saja. Walaupun ini sudah malam, aku kan bisa pakai lampu senter dari hp.


" Kok aku merinding ya disini? Apa jangan-jangan ada hantunya kali ya?" Ucapku sembari melihat kiri dan kanan. Tapi tak ada siapapun.


" Percuma deh, sekarang aku gak boleh takut, aku harus segera cari rumah untuk menginap saja. Lagipula, aku tak mau merepotkan ibu lagi, nanti ditanya yang macam-macam lagi sama ibu" Gumamku sambil berjalan melihat sekitar yang ada disampingku.


Sementara Delvin


" Carol bagaimana bisa kau disni?" Tanya Delvin yang penuh kebingungan, sepertinya ia memang pria yang bodoh. Istrinya dibiarkan begitu saja dan malah lari kepelukan wanita lain. Sungguh pria yang bodoh.


" Ayahmu mengundangku diacara pestamu, lagipula aku tadi bosab dirumah dan sekarang Alex sudah kusuruh pulang duluan" Ucap Carol dengan raut wajahnya yang sok imut. Membuat Delvin gemas dan geram padanya.


" Mau kuantar?" Tawar Delvin kepada Carol, ia mengangguk dengan senyuman yang sok manis. Dasar perempuan ******. Delvin pun mengantar Carol sampai ketujuannya, ia tak mau terjadi apa-apa untuk Carol. Padahal Carol sudah menghianatinya, tapi kenapa Delvin masih sayang padanya? Dasar pria bodoh.


Diperjalanan...


Carol sesekali melirik Delvin mantan pacarnya yang sangat ia cintai. Padahal, didalam lubuk hatinya, ia masih merindukan Delvin, tetapi sekarang ia sudah beristri.


" Aku harus memikirkan cara, agar wanita itu menceraikan Delvin, dan aku akan menikah dengan Delvin dan mengambil semua harta kekayaannya" Gumam Carol sambil menampakkan senyum sumringah ala khas miliknya itu. Delvin melihat Carol yang sedang asyik ketawa sendiri itu. Ia merasa aneh, dengan sikap Carol yang berubah akhir-akhir ini.

__ADS_1


" Kamu kenapa sayang?" Tanya Delvin sambil memanggil Carol dengan sebutan sayang. Ia tidak tahu, padahal status ia adalah suami sekarang.


" Ah tidak apa-apa kok, aku hanya mengkhayal saja. Oh ya, Delvin, kenapa kamu menikah dengan gadis murahan itu. Kenapa kamu tidak menikahiku Delvin?" Tanya Carol yang mengubah posisi duduknya dan menghadap Delvin yang sedang asyik menyetir.


" Ayahku bersahabat dengan Elena, dan ayahku memaksaku untuk menikahinya. Jika tidak, maka perusahaanku akan diambang kehancuran." Jelas Delvin yang masih sibuk dengan menyetirnya. Carol mengkerlingkan sebelah matanya


" Oh gitu, jadi aku bagaimana?" Tanya Carol lagi. Delvin membelai rambut Carol dengan begitu lembut.


" Tenang saja sayang, setelah misiku selesai. Aku akan menikahimu, dan menceraikan Elena. Dan kita punya anak." Ucap Delvin sambil tersenyum. Sebenarnya, ia tak tahu semenjak tadi anak buah dari ayahnya mengintainya. Sampai mereka ingin berciuman, salah satu bodyguard itu melapor kepada ayah Delvin. Yaitu Len, asisten pribadi Delvin.


Len


" Tuan, tuan muda pergi dengan wanita lain dan mengusir Elena istri tuan muda" Jelas Len sambil mengintai bosnya.


Albert


Delvin membuka pintu untuk Carol dengan tatapan hangat dan lembut


" Sampai jumpa sayang! Jika kamu ingin jalan-jalan kamu bisa mengajakku kemana saja" Ujar Delvin sambil mengelus kepala Carol. Carol tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia tak menyangka, tipu muslihatnya bisa mempengaruhi Delvin.


" Pasti sayang! Sampai jumpa lagi" Dadah Carol yang kemudian masuk kerumahnya. Delvin segera melajukan mobilnya untuk pulang kemansion pribadi miliknya, tetapi ditengah perjalanan, Albert menelepon


Delvin

__ADS_1


" Ada apa ayah?" Tanya Delvin yang masih fokus untuk menyetir.


Albert


" Beraninya kau menelantarkan menantuku yang imut itu! Bawa ia pulang! Jika tidak kau akan tahu resikonya" Teriak Albert yang jauh telepon sana. Mendengar akan hal itu, Delvin segera menjemput Elena yang ia usir tadi


" Cih! Benar-benar merepotkan! Tunggu saja kau Elena! setelah misiku selesai aku akan menceraikanmu dan menikah dengan Carol" Ujar Delvin sambil menatap jalanan malam hari yang sunyi itu.


Sementara lain...


Elena berjalan dengan terengah-engah, ia tak sanggup untuk perjalanan yang sangat panjang itu. Sepertinya ia butuh air dan makan, karena perutnya semenjak tadi berbunyi terus.


" Aku tak sanggup lagi, aku sudah menduganya ini adalah hari pernikahan terburuk dalam hidupku. Tuhan, kenapa aku harus mengalami ujian yang berat ini?" Ucap Elena tersungkur ditengah jalanan yang sepi itu, ia meneteskan air matanya. Ia tak sanggup untuk menahannya lebih lama lagi.


" Tuhan, jika kau berkenan. Tariklah nyawaku! aku tak sanggup lagi untuk menahan siksaan ini" Ujar Elena sambil menatap langit malam yang indah itu. Bintang yang bertebaran diatas langit nan luas. Cahaya kemerlap-kerlip menemaninya. Sesaat, ia lupa akan masalahnya itu. Tibalah, mobil limosin hitam keemasan berhenti tepat dihadapannya. Ia sangat bahagia, rupanya ada orang lewat disini. Seorang pria tinggi keluar dari mobil itu dan menarik tangan Elena keras


" Kau membuatku repot ya gadis bodoh! Ngapain kau duduk ditengah jalan macam orang gila? Jika ada mobil bagaimana nasibmu nanti?!" Teriak Delvin sambil melemparkan tubuh mungil Elena kedalam mobil limosin itu dengan keras. Hingga sekujur tubuhnya sakit


" Iya, aku memang gadis bodoh. Kamu adalah orang terpandai yang bisa mengalahkanku ya kan?" Ujar Elena membuang muka untuk tidak melihat Delvin. Delvin menatapnya dengan tatapan emosi


" Kau! Beraninya kau tadi menampar wajah Carol! Kau pikir kau terlalu cantik dari dia?! Lain kali, kalau kau ulangi sekali lagi akan kupatahkan tulangmu" Jelas Delvin sambil memegang setir mobil itu dan kembali kemansion pribadi miliknya.


" Iya, aku tahu. Lain kali aku tidak akan berani mengulanginya" Ucap Elena pelan. Sejujurnya, hatinya sakit sampai ia dituduh dan difitnah seperti ini. Ia tak tahan dengan semua ini. ia ingin menangis, tapi tak berani untuk melakukannya, karena ada Delvin disampingnya. Padahal yang ingin menamparnya itu adalah Carol mantan pacar Delvin. Daripada mengingat kejadian tadi, ia langsung memejamkan matanya kealam mimpi indahnya karena ia tak bisa menahan kantuk yang menahannya hingga mereka sampai di mansion pribadi milik Delvin

__ADS_1


Saksikan kisahnya diepisode yang akan dirilis ya! Jangan lupa... Like, share and rate ya readers!😉 Maaf novel ini belum sempurna seperti novel lainnya. Tapi, saya harap saya akan belajar lebiah giat lagi untuk ini. Sekian👌


__ADS_2