
Elena membuka matanya lebar-lebar, ia terkejut dengan suasanan rumah yang bukan miliknya. Tempat tidur king size yang cukup empuk sampai-sampai bisa muat berapa banyak orang nih?, ruangan yang serba emas dicampur dengan wallpaper dinding yang menurutnya sangat berlebihan. Ia menatap sekeliling untuk memastikan dimana ia berada.
" Dimana ini? Siapa yang membawaku kemari?" Gumam Elena sambil bertanya-tanya didalam hatinya. Ia turun dari ranjang king size yang berukuran besar itu dan melangkah kesana kemari, tetapi kemudian, ia mendengar suara kran air yang sedang mandi dikamar mandi
" Siapa itu? Apakah itu Delvin? Coba kuingat-ingat bagaimana aku bisa kemari" Ucap Elena sambil mengingat kejadian yang terakhir kali ia alami. Waktu itu, aku ketiduran dimobil dan kemudian aku tidak tahu lagi apa yang terjadi padaku.
" Nanti kutanya Delvin saja deh ya" Ujar Elena dengan tersenyum manisnya ala khas dari dirinya. Ia melangkah pergi dari kamar yang serba keemasan itu menuju dapur
" Ini rumah mewah banget ya? Dapurnya dimana lagi, udah kayak rumah raja aja" Gumam Elena sambil meraba dinding karena terlalu gelap. Sejujurnya, ia sudah sangat lapar, karena waktu ia diusir oleh Delvin, ia belum sempat makan untuk mengisi perut keroncongannya ini. Ia segera menuju dapur yang ada dilantai 1 dan segera membuka kulkas, semoga aja ada makanan yang bisa dimakan.
" Eh, ini kulkas atau tas sih? Masa gak ada satupun makanan, cuma telur doang" Gumam Elena kesal, padahal ia sangat berharap bahwa didalam kulkas itu ada sedikit makanan yang bisa dimakan olehnya.
" Aih! Gak apa-apa deh, yang penting bisa makan. Nih, perut daritadi bunyi terus sih" Ujar Elena sembari mengambil 1 telur yang ada didalam kulkas itu dan menggorengnya.
Flashback Delvin ON
Delvin keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega dan tenang, ia merasa sangat lelah hari ini. Ia berjalan, sambil mengambil beberapa baju dilemari asal miliknya dan tak lupa pula ia melihat ranjangnya yang kosong dn berserakan
" Apa!? Dimana gadis bodoh itu?" Teriak Delvin dengan terkejutnya sampai Elena terkejut mendengarnya, dan berlari untuk melihat kondisi Delvin. Delvin segera cepat memakai bajunya dan keluar dari kamar itu untuk mencari keberadaan gadis bodoh itu. Tapi, diperjalanan Elena tak sengaja menabrak Delvin yang sedang terburu-buru itu. Seketika, wajah Delvin berubah menjadi dingin didepan Elena yang sedang menatapnya dengan mata lesu tetapi indah.
" Maaf pak, saya gak sengaja" Ucap Elena sambil gemetaran, ia takut akan terjadi apa nasibnya nanti karena telah menabrak Delvin.
" Memangnya aku setua itu ya? Sampai kau memanggilku pak? Aku 10 tahun lebih tua darimu, lagipula tadi kau kemana menghilang?" Tanya Delvin tanpa basa-basi lagi. Ia sekarang merasa kesal dengan ucapan Elena yang memanggilnya pak
__ADS_1
" Terus saya harus panggil bapak apa? Saya gak tahu kalau bapak lebih tua 10 tahun dari saya, saya pikir kalau bapak sudah 45 tahun" Ucap Elena pelan. Delvin merasa geram dengan Elena, disisi lain Elena itu imut, baik pikir Delvin. Tapi disisi lainnya, Elena itu menurutnya sangat menyebalkan
" Panggil aku Tuan mulai sekarang! Kalau kau masih memanggilku pak! Aku akan menghukummu" Titah Delvin yang segera keluar dari mansion pribadi miliknya. Ia sangat kesal dengan Elena, ia tak tahu cara menghadapinya bagaimana. Kecuali Carol.
Flashback OFF
Sementara Elena...
Elena bingung dengan Delvin, tadi lembut sekarang marah dan malah pergi meninggalkanku sendirian disini
" Ini orang aneh banget! Tadi baik, sekarang malah marah gak jelas! Trus kenapa dia pergi? Ini rumah gak ada sedikitpun pelayan ya? Dasar aneh" Rutuk Elena untuk Delvin. Ia tak peduli akan hal itu, dan langsung beranjak tidur masuk kamar milik Delvin. Ia tak tahu, kamar mana yang harus ia pakai karena Delvin tak memberitahunya. Elena segera duduk ditepi ranjang king size itu dan mencari ponselnya. Tetapi, sepertinya ia lupa membawanya. Karena barang dan ponselnya tinggal dirumah ibunya.
" Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Apa aku keluar saja dari rumah ini dan mengambil barang dan ponselku? Tetapi, ini sudah malam, aku tidak hafal dengan rute perjalanannya" Gumam Elena yang sedang mondar-mandir dikamar Delvin. Ah, aku tahu caranya. Elena segera keluar dari kamar Delvin dan mencari telefon genggam
" Rumah macam sultan, tapi telegram gak ada. Ini rumah atau kandang hewan sih?" Gumam Elena kesal, ia tak berani berkata seperti itu didepan Delvin. Takut nanti nasibnya akan bagaimana. Akhirnya Elena berjalan kembali kerumah asalnya untuk mengambil barang yang ketinggalan.
Sementara Delvin....
Delvin melajukan mobilnya menuju rumah teman dekatnya, yaitu Ben. Ben adalah teman masa kecil Delvin. Sejujurnya, ia sangat merindukan Carol, tetapi ia tak mau menganggu istirahat Carol, dan alhasil, ia pergi kerumah temannya. Lagipula, sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
Setelah sampai...
Delvin masuk keapartemen milik Ben tanpa mengetuk dan membunyikan bel. Karena, kunci pintu apartemen Ben ada pada Delvin. Ia melihat sekeliling apartemen Ben dan menemukannya sedang menikmati kenikmatan dunia. Mereka sedang melakukan ****. Delvin segera menendang Ben dan terjatuh
__ADS_1
" Kau masuk tanpa mengetuk dulu! Gak punya tata krama dikit ya" Teriak Ben, Ben berani untuk berteriak kepada teman pria sedingin dia. Karena, mereka dekat ketika mereka kecil.
" Kau yang memberiku kunci apartemenmu, lagipula aku ingin menceritakanmu sesuatu" Ucap Delvin sambil merogoh isi kulkas Ben, Ben sangat kesal, apalah dayanya pada pria teman masa kecilnya
" Tentang apa? Tentang Carol?" Tanya Ben sambil memakai baju kaos Starbucks miliknya. Delvin segera duduk dan meneguk sebuah minuman yang ada ditangannya.
" Iya, tentang Carol dan tentang istriku ini" Ujar Delvin sambil mengangkat satu alisnya yang tertata rapi. Ben, segera duduk disamping teman masa kecilnya itu. Sejujurnya, ia sangat merindukan Delvin, karena sudah lama ia tak berkunjung kemari.
" Elena dan Carol? Jadi ada apa denganmu?" Tanya Ben penasaran.
" Sejujurnya, aku bingung dengan perasaanku. Aku mencintai Carol dan ingin menikahinya, tetapi bagaimana dengan Elena? Jika aku menceraikannya apa yang terjadi padanya setelah ini? Yah, sebenarnya aku belum mengenal dekat istriku, jadi aku belum begitu mengenal sifat dan kepribadiannya. Aku tak mencintainya, tetapi ayahku selalu memaksaku untuk menikahinya." Jelas Delvin dengan tatapan lesu. Hanya Ben yang tahu, bahwa pria ini sangat lemah, tidak seperti dugaan mereka diluar sana
" Menurutku nih ya, kau harus mencintai Elena karena kulihat dia sangat baik dan tidak matre seperti Carol. Tetapi,terserah kau saja. Jika kau mengambil keputusan yang salah maka tamatlah riwayatmu nanti. Tapi, kau juga harus mengerti istrimu dan peka terhadapnya. Lagipula, apa lagi yang kurang darinya? Dia kan sempurna daripada Carol" Jelas Ben segera menepuk bahu teman kesayangannya itu. Delvin sebenarnya sangat bingung dengan perasaannya. Tetapi, dia akan mencoba
" Oh ya, kudengar ayah Albert, memangggilmu, tapi kau tak datang?" Tanya Ben penasaran. Ben sangat overprotektif kepada teman kesayangannya ini. Ia tak mau kehilangan Delvin.
" Aku malas berurusan dengan pak tua itu. Biarkan saja, lagipula ia sudah membunuh ibuku" Ucap Delvin mengacak rambutnya yang sedikit berantakan. Ben tertawa melihat aksi lucu temannya ini. sudah lama, ia tidak tertawa riang seperti ini
" Baiklah, terserah kau saja. Lagipula, aku tak mau terlalu ikut campur. Oh ya, bagaimana malam pertamamu hari ini? Menyenangkan?" Goda Ben. Delvin melempar jasnya tepat dimuka Ben
" Kau lihat sekarang, aku tidak menyentuhnya sekalipun. Lagipula, aku tak mau tidur dengannya. Aku numpang disini aja malam ini" Jelas Delvin membaringkan tubuhnya diranjang king size milik Ben. Ben terlihat kesal, dengan sahabatnya ini. Delvin benar-benar menganggap bahwa rumah Ben adalah rumah miliknya
" Bagaimana Istri imutmu nanti? Dia kan tinggal sendiri disana, nanti jika terjadi apa-apa padanya bagaimana?" Tanya Ben membaringkan tubuhnya diatas sofa sambil memainkan gadget. Delvin tak peduli dengan itu semua, ia memejamkan matanya dan menuju alam mimpi yang indah.
__ADS_1
Jangan lupa saksikan terus kisahnya diepisode Takdir bersama ya readers! Jangan lupa like, rate and share! Thank You😉