Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
11. berubah


__ADS_3

kinan yang memiliki cukup banyak tabungan pribadi jadi tak sulit baginya menyelesaikan biaya rumah sakit untuk pemuda yang ditolongnya.


sejatinya kinan bukan orang yang boros atau suka menghamburkan uang, jadi uang bulanan kinan selalu bertambah banyak.


" maaf sus, saya mau mengurus uang adminstrasi untuk pasien yang baru saja masuk ruang icu " ucap kinan kepada salah satu suster ( dalam bhs prancis ).


" baik nona, mari silahkan lewat sini " ucap suster tadi.


setelah prosedur yang panjang kinan berhasil melunasi semua biaya rumah sakit tersebut sampai pasien sembuh.


"untuk beberapa hari kedepan saya tidak bisa datang jadi tolong kalau ada masalah apa pun suster bisa menghubungi saya dinomer ini " ucap kinan sembari memberikan secarik kertas bertulis nomer ponselnya.


"baik, saya mengerti nona " balas sang suster.


karena kesibukan kinan dikampus, kinan sedikit melupakan tentang pemuda yang dia tolong.


karena tuntutan pelajaran sebagai mahasiswa desain interior kinan sibuk belajar dengan sungguh-sungguh.


"hay el, lagi sibuk ngerjain apa " tanya kinan saat melihat ellen sibuk dengan laptopnya ditaman kampus.


"hay juga kie, nih lagi sibuk nyiapin tugas dikelas" jawab ellen.


"nanti malam ada waktu nggak aku mau mengajakmu makan malam rasanya sudah lama sekali kita tidak keluar untuk jalan " ajak ellen.


" oke, nanti kamu jemput ketempat aku ya" kinan mengiyakan sambil tersenyum lebar.


disalah satu sisi rumah sakit setelah lebih dari dua bulan pemuda yang ditolong kinan pun mulai siuman.


"aww, kepalaku masih teras sakit, apa aku dirumah sakit ? tapi ngomong-ngomong beruntung sekali kali ini aku bisa selamat dan berada dirumah sakit" batin dalam hati sang pemuda.


bertepatan saat pemuda itu bangun seorang suster juga hendak memeriksa kondisi pasienya, sang suster terkejut dan langsung memanggil dokter.


pasalnya sang pemuda sudah berpakain rapi dan ingin keluar dari rumah sakit.


"maaf tuan anda masih pasien jadi tidak boleh bergerak berlebihan apa lagi tuan baru sadar " sang dokter yang menjelaskan.


"saya tau dok, tapi saya tetap harus pergi "


"baiklah jika anda ingin pergi tunggu dua sampai tiga hari lagi setelah pemeriksaan, jika anda sudah benar-benar sehat anda bisa keluar dari rumah sakit. "

__ADS_1


"siiaall, kalau aku terus-terusan disini aku mau bayar biayanya pakai apa, si tua itu juga nggak akan peduli sama aku." batin sang pemuda.


setelah dokter selesai memeriksa, sang pemuda pun berniat pergi kebagian adsminstrasi untuk menanyakan seluruh biaya yang harus dia lunasi.


setibanya disana dia tanpa ragu langsung bertanya pada sang suster.


"maaf sus, saya pasien yang ada diruang icu, ingin menanyakan total biaya rumah sakit saya " tanyanya pada sang suster.


"tunggu sebentar ya tuan saya cek dulu,,,,, oh, kalau dari ruang icu, semua biaya suda dilunasi tuan " kata sang suster sambil tersenyum ramah.


"ternyata situa itu masih pedulu sama aku " gumam sang pemuda.


"maaf tuan, tapi yang melunasi bukan orang tua, tapi seorang gadis cantik, dia sesekali datang menjenguk tuan dan memberi kontaknya jika sesuatu terjadi kepada anda " ucap sang suster sambil memberi secarik kertas nomer yang kinan tinggalkan.


****


indonesia, dikediaman lesmana.


disisi lain kini kiran sangat bosan karena dia selalu sendiri semenjak kinan pergi keprancis, dan orang tua yang sibuk akan bisnisnya membuatnya bebas dengan dunianya sendiri.


kadang revano masih sempat menemani dan menghibur kiran namun kiran sering kali bosan dengan revano.


"oke, kita seneng-seneng bareng malam ini, kamu yang jemput kita ya " kata intan.


"siiap ,,,,, ya udah kalian siap-siap gih, aku udah mau brangkat nie" balas kiran sambil mematikan ponselnya.


tiingg... suara pesan masuk ke ponsel kiran


"hai, sayang malam ini kita makan malam bersama yuk " pesan teks dari revano.


" makan malam lagi, makan malam lagi, kak revano ini kuno banget sih, sekali-sekali ke club atau kemana gitu tempat yang seru" gerutu kiran .


" maaf kak malam ini nggak bisa kata papa aku nggak boleh keluar dulu" balasan pesan teks dari kiran.


revano yang sudah memnyepat-nyempat kan waktu berharganya untuk kiran selalu ditolaknya, dan itu membuat hati revano sedikit kecewa.


" masak iya sih om bagas melarang kiran keluar apa lagi, sama aku ! itu bukan seperti om bagas deh" gumam revano yang masih duduk dikursi kebesaranya.


"ya, mungkin tunangan anda sudah bosan selalu makan malam bersama anda, coba sekali-kali anda mengajaknya ke club atau ke bar mungkin " jawab ian yang sedang mengerjakan sesuatu diruangan revano.

__ADS_1


"mending kamu diam deh, kiran itu bukan cewek yang suka pergi ketempat seperti club atau bar, kalau si kinan sih mungkin tapi nggak buat kiran " balas revano


" kok jadi membahas nona kinan sih, yang berubah kan nona kiran" jawab ian dengan sedikit mengerutkan keningnya


" kasihan banget sih kamu van, padahal beberapa hari yang lalu aku sempat melihat kiran diclub malam, yang berubah itu tunangan kamu bukan orang lain" batin ian dalam hati.


"ya bukannya mengalikan topik ke kinan sih,tapi memang kenyataanya kinan wanita seperti itu, lihat saja rendi selalu ke club untuk menghibur kinan disana" sambung revano.


"memang kamu pernah melihat kalau kinan sering keclub malam atau ke bar"


"ya, nggak pernah juga sih, aku juga kan nggak terlalu sering ketempat seperti itu, kalau emang nggak lagi banyak pikiran"


" kamu tau nggak kinan kan pergi keprancis melakukan pertukaran pelajar disana dan mungkin sudah hampir 6 bulan, itu yang aku dengar dari rendi" kata ian memberikan fakta.


"eh, kamu kok bicara sesantai itu sama aku, ini masih dikantor lho, dan aku masih atasan kamu jadi panggil tuan " gerutu revano yang baru sadar.


"baik tuan, dan ini berkas yang anda minta sudah saya bereskan, saya permisi dulu." balas ian yang sedikit dingin dan berlalu meninggalkan ruangnya revan.


" jadi wanita itu keprancis dan sudah hampir 6 bulan, pantas saja aku tidak pernah melihatnya dikediaman lesmana, kiran juga nggak pernah cerita, pasti wanita itu menjadi tambah murahan deh diprancis karena nggak ada yang mengawasinya" gumam revano.


itulah yang selalu ada dipikiran revano tentang kinan, sosok kinan bagi revano tak kurang dan tak lebih hanya seorang wanita murahan.


namun sejatinya kinan yang sesungguhnya selalu meminta izin dari papanya jika ingin keluar bahkan untuk makan pun kinan izin, dan kinan belum pernah membohongi sang papa untuk kesenanganya sendiri, berbeda dengan kiran yang sudah sangat berubah.l


kiran tak pernah meminta izin atau persetujuan dari papanya, kiran juga sudah mulai sering berbohong kepada sang papa.


.


.


.


.


.


sekian dulu bab kli ini ditunggu ya kakak"cerita selanjutnya 😊😊😉😉


like n coment sangat membantu jika mw vote juga boleh

__ADS_1


__ADS_2