
hari terakhir liburan kinan dan revano di singapore,
pagi hari dihotel tempat revano dan kinan menginap mereka hanya bersantai dan bercerita.
" kak revan, ingat nanti malam kita akan pergi ke tujuan terakhir kita sebelum pulang ya " ucap kinan disertai senyum penuh penantian.
"oke, oke aku juga masih ingat kok " balas revano.
"dia yang seperti ini sangat menggemaskan ! aku berfikir kenapa kiran tak bisa seceria kinan walau sedikit saja " batin revano dalam hati yang melihat tingkah kinan sangat menggemaskan.
"cuma mengingatkan agar kak revan tidak lupa " kata kinan disertai tawa kecil.
****
disisi lain direstoran yang cukup terkenal di singapore.
"kamu ini bisa kerja dengan benar apa tidak huh " kata menejer restoran yang menegur pekerja restoran.
"maaf pak , ini tidak akan terulang lagi saya berjanji " ucap pekerja tersebut.
"jika sampai ini terulang sekali lagi, kamu akan aku pecat " ucap menejer.
"baik, saya mengerti pak dan terimakasih " ucap pekerja.
"sial menejer satu ini kenapa suka sekali mencari kesalahan-kesalahanku" ucap kiran dalam hati.
siapa yang menyangka bahwa pekerja restoran tersebut adalan kiran.
kiran yang melarikan diri bersama edo hidup serba pas-pasan karena edo juga bukanlah orang yang kaya raya seperti revano yang bergelimang harta.
" jika tau begini aku akan bertahan dengan revano, walaupun sikapnya yang gila kerja, setidaknya hidup dengan penuh kecukupan dan jadi nyonya muda " gumam kiran sambil membersihkan piring kotor.
"tapi kenapa revano mau bersama kinan, dia pernah berkata jika aku adalah wanita satu-satunya yang dia cintai, tapi kenapa waktu aku melihatnya kemarin kinan dan revano teelihat bahagia" kiran yang masih bergumam sendiri.
"ah, nanti aku akan pastikan sekali lagi " tambah kiran.
***
dilain sisi ditempat revano dan kinan, waktu sudah menunjukan bahwa sebentar lagi waktu janjian mereka akan tiba.
"kak revan, sudah selesai bersiap apa belum, perasaan yang cewek itu kan aku, kenapa jadi kak revan yang bersiap-siap saja membutuhkan waktu lama sekali" kesal kinan.
"cerewet !! " ucap revano yang keluar dari kamarnya.
"a-apa ? coba ulangi lagi ! " kata kinan.
"tidak !! aku tadi bilang sudah siap , jadi ayo berangkat " balas revano sambil tersenyum.
"ya sudah, ayo cepat "ajak kinan .
dalam perjalanan ketempat tujuan kinan masih saja cemberut.
"ada apa ? kamu masih marah ? atau kamu lapar " tanya revano.
"enggak, cuma kesal saja sama kak revan " jawab kinan.
"kesal kenapa ? apa gara-gara aku lama bersiap tadi " kata revano.
__ADS_1
"bukanya setiap kamu lama bersiap aku juga selalu menunggumu ya" tambah revano.
"iya, iya, ya udah deh sekarang aku nggak kesal lagi " kata kinan.
"gitu dong, jangan kesal-kesal lagi kan jadi jelek " kata revano sambil mengacak pucuk kepala kinan.
"iihh, kak revan, kan jadi berantakan rambut aku " kesal kinan.
revano yang mengetahui sikap kinan hanya tertawa saja.
setibanya kinan dan revano di garden by the bay.
kinan tampak begitu bersemangat.
"kak revan lihat deh ini tuh tempat yang mau aku tunjukan ke kak revano " kata kinan.
"wow ! cantik " balas revano yang terpesona bukan melihat tempat tujuan kinan, melainkan melihat kinan yang bersemangat.
"benarkan, cantik, apa aku bilang " kata kinan yang tak sadar.
revano pun langsung tersadar dan melihat garden by the bay.
revano pun mengajak kinan berkeliling melintasi jembatan yang panjang tersebut.
setelah mengelilingi diatas jembatan meraka pun duduk disalah satu tempat dan melihat cahaya yang berwarna-warni tersebut.
" kak " panggil kinan.
"heemm !! " jawab revano.
"baiklah, suatu saat aku bawa kamu kesini lagi "
"mungkinkan kita suatu saat bisa pergi ketempat ini dengan malaikat kecil kita " kata itu lolos begitu saja dari mulut kinan.
revano yang mendengar langsung menoleh kearah kinan tak percaya.
bukan tak percaya dengan arti tidak suka kinan berharap ada malaikat kecil diantara mereka.
tapi tak percaya kinan bisa memaafkan revano dan berpikir jauh ke masa yang akan datang bersama revano.
"ah !! lupakan saja kak apa yang aku katakan tadi " tambah kinan.
"kenapa aku bisa berfikir kalau aku dan kak revano bisa hidup dengan malaikat kecil diantara kita, aku rasa itu mustahil karena dihati kak revano cuma ada kak kiran " batin kinan dalam hati.
"maksud aku buk--" kata revano yang langsung di sela kinan.
"ah ,ayo kak kita ke sana pasti ada yang seru, sebelum kita kembali kehotel " sela kinan.
revano yang belum menyelesaikan perkataanya pun hanya mengikuti kinan dari belakang.
tring, tring, suara ponsel kinan
"kak sebentar aku angkat telfon dulu " pamit kinan kerevano.
"baiklah, kamu bisa jawab telfon disini " kata revano
__ADS_1
"oke " jawab kinan singkat.
"halo kak daniel, tumben telfon ada apa ? " tanya kinan disambungan telfon.
"enggak, cuma mau telfon saja habis kamu nggak bisa dihubungi dari kenarin " kata daniel.
kinan pun bercerita dengan sering tertawa saat berbicara dengan daniel ditelfon,
itu justru membuat revano menjadi kesal melihat kinan dengan nyaman berbicara dengan pria lain.
"mau sampai kapan kamu terus menerus bercerita lewat telfon dengan pria lain,apakan kamu tidak ingin kembali kehotel, sekarang sudah sangat malam, besok kita ada penerbangan pagi " oceh revano.
"oh !! baiklah kita kembali ke hotel kalau begitu. " ucap kinan kepada revano.
"kak daniel sudah dulu ya, aku mau balik ke hotel dulu, selamat malam dan sampai jumpa " kata kinan mengakhiri panggilanya dengan daniel.
revano yang melihat kinan pun menjadi kesal.
"oh, jadi setelah kita pulang nanti kamu ingin menemuinya " kesal revano.
"ihh, kak revan ini apaan sih, siapa juga yang mau menemuinya " jawab kinan.
"itu, buktinya tadi ditelfon pakai sampai jumpa segala "
"terus aku harus bagaimana kak, masak harus mengucapkan selamat tinggal, kan belum mau meninggal "
"meninggal apaan, selamat tinggal kan bukan berarti harus meninggal. "
"ya, menurut aku kan itu ucapan perpisahan ( selamat tinggal) kan " kata kinan.
"berarti kamu nggak mau berpisah dengan pria itu "
"maksud kak revano itu kak daniel ? "tanya kinan.
"lalu siapa lagi yang baru saja telfon kamu " jawab revano.
"ya ampun, kak daniel itu kan cuma senior aku kak " kata kinan sambil tertawa.
"terserah " kesal revano.
mereka pun sampai di hotel dan revano meninggalkan kinan masuk terlebih dulu.
tanpa mengatakan apa pu lagi.
"itu, mereka kan, enak sekali hidup kinan, bersama revano, seharusnya itu kan tempatku menjadi nyonya muda oliver " gumam kiran yang sedang mengawasi kinan dan revano.
"apa aku kembali saja ya, tapi bagaimana dengan edo, dia tidak punya salah sama sekali, kalau aku tiba-tiba meninggalkanya kan tidak enak juga, sial " tambah kiran yang sedang kesal.
.
.
.
.
like, coment n vote sangat membantu ya tman" 🙏🙏😊😊 mksih.
__ADS_1
tunggu part selanjutnya.