
malam hari sebelum kelulusan kiran dan kinan sedang makan malam bersama kedua orang tuanya, kiran yang terbiasa dimanja oleh sang mama membuka suara ditengah kegiatan makan malamnya,
"ma, nanti kalau kiran udah lulus kiran mau kuliah ditempat kak revano ya mah" ucap kiran yang meminta kepada sang mama, karena layaknya anak muda yang dilanda cinta, rasanya kiran selalu ingin dekat-dekat dengan revano.
"tentu, itu malah bagus kalau kamu suka sayang" jawab sang mama sambil mengelus lembut kepala sang putri tercinta.
sang putri yang menerima jawaban gembira dari sang mama, tersenyum lebar dan menampakan kegembiraan.
tak hanya itu sang papa yang mendapati putri keduanya hanya diam kini mulai membuka suara untuk mengetahui keinginan sang putri.
"kalau kinan gimana, mau lanjut kuliah ditempat kiran dan revano juga " tanya sang papa mengagetkan kinan.
"sebenarnya......! "
"sebenarnya apa sayang, kamu bilang saja" kata sang papa menanyakan keinginan kinan.
"sebenarnya, kinan mau lanjut kuliah diluar negeri pa " akhirnya kinan membuka suara dan mengungkapkan kainginanya.
keinginan kinan sontak membuat kedua orangtua kinan terkejut bukan main, termasuk kiran juga, pasalnya bukan karena uang yang jadi permasalahan tapi kepergian kinan keluar negeri yang kini jadi masalah, karna dari kecil kiran dan kinan selalu bersama dan tak pernah jauh dari orang tua karna kebutuhan mereka sudah sangag terpenuhi.
"kenapa, kamu tiba-tiba pengen lanjut pendidikan keluar negeri nak" tanya sang papa penasaran.
"aku cuma ingin lebih banyak pengalaman saja pa"
"tapi gak harus keluar negeri juga kan nak" ucap bagas lesmana yang tak rela anaknya melanjutkan pendidikan diluar negeri.
"iya, dek, masak kamu mau ninggalin kakak sendiri dirumah, kalau kamu lanjut kuliah keluar negeri " ucap kiran sedikit tak rela.
"ya, gak papa dong pa kalau kinan mau lanjut keluar negeri itu kan bagus buat tambah pengalaman " kata sang mama yang tak keberatan sama sekali, karna bagi sang mama hanya kiran yang lebih penting dari segalanya.
sang papa yang memikiran permintaan dari putri keduanya merasa bingung bercampur sedih, ada rasa tak rela jika kinan harus menempuh pendidikan bertahun-tahun dinegeri orang da jauh darinya.
bagas dengan tegas dan suars khas kepemimpinanya memutuskan dengan sedikit kekecewaan,
"suka atau pun tidak suka kamu harus tetap kuliah disini ditempat kiran dan revano kuliah".
"tapi kan pa.....!"
__ADS_1
"tidak ada tapi tapian atau bantahan, kamu harus melakukanya " akhir ucapan sang papa yang tidak bisa dibantah siapa pun.
tuan bagas dengan sedikit kemarahan meninggalkan ruang makan dan kembali keruang kerjanya,
sang istri yang melihat sikap suaminya hanya bisa menenangkan kedua putrinya untuk melanjutkan makan malam mereka, sedang kan sang mama menyusul suaminya.
"dek, papa gak berniat marah kok mungkin papa cuma gak rela kamu pergi jauh aja, jadi jangan dipikirkan ya" kata kiran menenangkan .
"iya gak papa kok kak "jawan kinan dengan senyum manisnya.
hari kelulusan pun tiba setelah deretan acara yang panjang pasca kelulusan kini waktunya pesta perpisahan antara guru-guru dan para siswa siswi sekolah dengan mengadakan pesta dimalam hari.
"kak, nanti temani aku beli gaun pesta ya untuk pesta perpisahan nanti malam" ucap kiran disambungan telfon.
"oke, princesku tercinta" jawab revano diseberang.
"aku tunggu ya kak" kiran dengan gembira dan tersenyum lebar mengakhiri telfonya.
disisi lain tempat kinan dan feby berada mereka juga sedang pergi berbelanja untuk persiapan pesta, setelah mengelilingi mall ternama dikotanya dan juga sudah mendapatkan apa yang mereka cari kini feby dan kinan mencari makanan untuk mengisi perut yang kelaparan dari tadi siang sambil berbincang santai disebuah restoran.
"nan, gimana kamu sudah memutuskan akan melanjutkan kemana kuliah nanti" tanya feby sambari menunggu makanan mereka datang.
"emang kenapa nan, gak boleh kan bagus mau lanjut pendidikan, dari pada nggak kan, lha emang kamu mau lanjut kemana sih nan " tanya feby penasaran.
"aku sebenernya mau lanjut keluar negeri by, cuma ditentang sama papa"
"pfff, haahaa..... pantas saja nan ditentang papa kamu, orang kamunya mau pergi jauh dan itu bukan cuma 1 atau 2 bulan nan, itu bertahun-tahun lho " tawa feby sambil menjelaskan kepada kinan.
"emang aku mau pergi jauh supaya gak lihat kemesraan kiran sama kak revano" batin kinan sambil mengaduk-aduk minumanya.
"wooyy, lagi mikirin apa serius amat sampai tuh minuman teriak-teriak minta tolong karna dari tadi terus kamu aduk-aduk aja" goda feby karna melihat kinan nampak serius memikirkan sesuatu.
dengat kaget dan salah tingkah kinan cepat-cepat mencari alasan yang membuat sang teman percaya padanya, " eehh, siapa yang lagi serius mikirin sesuatu, aku tuh cuma laper,saking lapernya sampaik gak fokus " elak kinan berharap feby percaya.
sedangkan ditempat lain kini kiran bersama teman-temanya yang menunggu kedatangan revano juga berbincang-bincang merencanakan masa depan,
"ran, beneran nih cowok kamu mau datang, orang yang dulu menjadi pangeran disekolah kan ya "tanya intan salah satu teman kiran .
__ADS_1
"ya, dia bentar lagi datang kok jadi kalian temani aku ngobrol dulu ya sampai dia datang " pinta kiran kepada sang teman.
"oke, kalau cuma temenin kamu ngobrol sih gak papa, lagian aku penasaran sama pangeran sekolah yang ganteng gak ketulungan brubah gimana sekarang" jawab mely yang juga temanya kiran.
kiran yang mendengar ocehan para sahabatnya yang memanggil revano pangeran sekolah hanya senyum-senyum dengan bahagia.
nyatanya memang benar bahwa revano adalah orang yang pintar, berkarisma dan ganteng.
yang membuatnya mendapat julukan pangeran sekolah.
beberapa waktu telah berlalu dan kini revano sudah menjemput kiran untuk shoping kebutuhanya.
" nanti malam kak revan jadikan ikut kepesta sama aku, " tanya kiran memastikan.
"tentu dong my princes, kalau untuk kamu aku pasti selalu luangin waktu kok" jawab revano meyakinkan kiran, yapp,, pasalnya walau pun masih kuliah revano juga sudah bekerja membantu sang papa diperusahaa milik keluarganya, dan dengan adanya revano yang membantu papanya, perusahanya semakin berkembang lebih besar.
sesampainya disalah satu toko baju ternama, kini kiran mulai mencoba gaun yang akan dia kenakan dipesta nanti.
"kak, gimana menurut kakak gaun ini cantik nggak " tanya kiran sambil memakai salah satu gaun mahal.
"cantik, kalau kamu suka langsung dibeli aja"
"iihh, kak revan ini ditanya kok jawabnya gitu, mana baru coba satu gaun lagi " ucap kiran sambil mendengus kesal.
" kamu pakai apa saja selalu cantik dimataku, jadi apapun yang kamu suka aku juga pasti suka kok" pembelaan dari revano agar tak membuat kiran kesal dan ngambek.
,
,
,
,
,
,
__ADS_1
habis ini visual dari, kinan,kiran,revano dan juga daniel bakalan muncul ya teman"jadi ditunggu aja, jgn lupa like n coment, klo mw vote juga mksih bgt.