
suatu malam saat kiran berada diclub malam bersama kedua temanya, tanpa diduga mely memperkenalkan kiran kepada salah satu teman cowoknya yang bernama edo.
"ran kenalin ini teman aku edo, ! dan edo kenalin dia kiran teman kuliah aku" ucap mely saling memperkenalkan.
"hay " jawab kiran dan edo bersamaan.
"kalian ngobrol bedua dula ya aku mau ngajakin intan ambil minum sekalin mau cariin intan pasangan " goda mely kepada intan.
setelah mely dan intan meninggalkan kiran dan edo, mereka berdua masih terlihat sedikit canggung sampai edo memecahkan keheningan dengan membuka pertanyaan kepada kiran.
"em, kamu masih kuliah ? ambil jurusan apa ? " tanya edo dengan basa basi.
"oh, iya aku masih kuliah, aku ambil jurusan manejemen bisnis" balas kiran.
akhirnya keduanya begitu asyik berbincang dan saling cocok.
setelah malam yang semakin larut kiran dan teman-temanya memutuskan untuk pulang.
prancis. tempat tinggal kinan.
kinan yang merasa bosan sehabis belajar merasa sudah lama sekali dia tidak menghubungi feby, akhirnya kinan memutuskan untuk melakukan panggilan video call dengan feby.
"hai, by gimana kabarnya, kangen banget deb rasanya " ucap kinan disambungan ponselnya.
" hai, juga nan kabar aku baik-baik saja, kalau kamu gimana? " balas feby yang terlihat gembira.
"disana udah hampir satu tahun udah berapa cowok yang kamu dapatin nan ? tambah feby.
"kabar aku juga baik kok by,,,,, emangnya aku lagi mancing ya disini kamu seenaknya saja bilang dapetin " sungut kinan dengan nada sedikit kesal.
mereka berdua bercanda bersama sampai lupa waktu untuk istirahat, sedangkan disisi lain kiran kini sudah mulai agak melupakan setatusnya yang masih tunangan revano.
****
beberapa bulan telah berlalu hubungan kiran dan edo semakin dekat sedangkan hubungan revano dan kiran pun semakin renggang, setiap revano mengajak kiran keluar dengan cepatnya kiran mencari alasan sibuk, dan jika kiran bisa menemani revano sekedar untuk makan pun wajah kiran selalu murung.
disalah satu cafe kiran dan edo bertemu untuk membicarakan sesuatu.
kiran yang terlihat teggang menunggu edo pun semakin menjadi gelisah.
setelah edo datang kiran melambai kepadanya guna memanggil edo.
"kamu mau minum apa kak silahkan pesan atau mau makan mungkin" ucap kiran kepada edo.
sejak pertemuan kiran dan edo 4 bulan yang lalu kini mereka resmi memiliki hubungan.
"sayang, kenapa kamu terlihat gugup seperti itu ! apakah ada masalah " balas edo kepada kiran.
__ADS_1
karena kiran merasa nyaman bersama edo, sikap hangat, romantis dan selalu memanjakan kiran, itu semua membuat kiran nyaman dan ketika edo menyatakan parasaanya kepada kiran tanpa ragu dan memikirkan akibatnya kiran langsung menerima edo sebagai pacarnya.
"em, sebenarnya ada yang mau aku omgin ke kamu sayang" ucap kiran sedikit ragu.
"memangnya ada apa sayang, kamu sedikit aneh deh, jangan bilang kamu mau putus sama aku ? " balas edo.
"bukan..... bukan itu yang mau aku omongin sama kak edo "
"lalu apa sayang "
"em, sebenarnya sebelum kita bertemu aku sudah memiliki tunangan sejak kecil " ucap kiran lirih.
"ap-apaa....jadi kamu sudah milik orang lain" kata edo dengan sangat terkejut
"lalu kenapa kamu menerima saat aku menyatakan perasaanku padamu, apa kamu mempermainkan perasaanku" ucap edo sedikit kecewa.
"nggak seperti itu sayang, aku beneran suka samu kamu, aku merasa nyaman dengan semua sikap yang kamu berikan padaku" jawab kiran dengan jujur.
"lalu sekarang kita bagaimana, jika kamu memiliki tunangan sejak kecil berarti kedua keluarga kalian bukankah berteman, lalu aku ini apa cuma orang asing bagi kamu"
"sayang jangan seperti itu dong,,,, em... bagaimana kalau kita kabur keluar negeri saja, kita kawin lari saja ya, aku nggak bisa pisah sama kamu " kata kiran memberi solusi.
edo nampak berpikir serius dengan ucapan kiran,sesungguhnya edo juga tidak bisa jika harus berpisah dengan kiran,namun jika kabur bersama bagaimana hidup mereka selsnjutnya itu memuat edo semakin dilema.
"berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya " ucap edo.
flasback on
"ma, dimana kiran ada yang mau papa sampaikan " ucap bagas.
"kiran, mungkin diatas pa, tadi mama pulang juga belum ketemu " balas mayang.
"bik, kiran ada dimana"
"non kiran ada diatas tuan"
"kalau begitu panggilkan kiran, bilangin ada yang mau saya bicarakan"
"baik, tuan akan saya panggilkan non kiran " ucap pembantu sambil berjalan menuju kamar kiran.
tok,tok,tok
"non kiran tuan bagas menyuruh non untuk turun, karena tuan bagas mau membicaraka sesustu " ucap pembantu dari balik pintu,
kiran tanpa mengucapkan kata langsung turun menemui papanya.
" ada masalah apa pa ! kok sepertinya serius sekali" kata kiran
__ADS_1
"sebenarnya tadi papa bertemu secara pribadi dengan keluarga besar oliver, dan dari pihak oliver ingin melangsungkan pernikahan kamu dan revano 3 hari lagi " ucap bagas.
"ap-apaa, papa serius 3 hari itu nggak cukup untuk mempersiapkan semuanya pa, lagi pula aku masih belum menyelesaikan kuliahku, aku masih butuh waktu " ucap kiran.
"nggak ada yang perlu disiapkan semuanya sudah siap, dan tidak ada bantahan atau penolakan " kata bagas dengan nada yang tidak bisa dibantah dan tegas.
flasback off
bagas yang melihat sikap putrinya yang berbeda menjadi curiga, dan menempatkan orang kepercayaanya untuk menyelidiki kiran dan akhirnya bagas tau bahwa putrinya sering keluar malam bersama teman-temanya, fikir bagas jika putrinya cepat menikah dengan revano maka sikapnya akan berubah karena memiliki suami.
"baiklah sayang, aku juga nggak bisa pisah sama kamu, kalau begitu kapan kita akan melarikan diri " kata edo dengan serius.
kiran yang begitu bahahia mendengar persetujuan edo langsung memeluk edo dengan hati yang lega.
" akhirnya kamu setuju juga sayang, baiklah bagaimana jika kita pergi dihari pernikahanku saja, orang-orang termasuk papa akan sibuk dengan begitu tidak akan ada yang menyadari kepergian kita " kiran menjelaskan rencananya kepada edo.
"baiklah aku akan menjemputmu ditempat biasa dan kita akan langsung kebandara " ucap edo.
****
dua hari sebelum hari pernikahan kiran, waktu malam harinya bagas terlihat sangat gelisah dan khawatir, tiba-tiba suara ponselnya berdering.
"hai pa, gimana kabar papa dirumah ? " suara kinan terdengar diseberang telfon.
"oh, hai juga sayang, kabar papa baik-baik saja, bagaimana denganmu, lalu apakah kamu sudah makan " tanya bagas yang terlihat lebih tenang saat mendengar suara kinan.
"ini, baru mau minta izin dari papa untuk keluar cari makan, tapi suara papa terdengan nggak baik-baik saja apa ada masalah" tanya kinan
"maaf kan papa nak, sebenarnya dirumah akan ada acara pernikahan saudarimu yang mendadak aku tak mau mengganggu belajarmu, jika kamu tau pasti akan membela kiran, bahkan mama dsn kiran pun papa larang untuk memberi tahumu"
batin bagas dalam hati.
"nggak ada masalah apapun nak, kamu fokus belajar saja dan cepatlah pergi makan, papa mengizinkan kamu asal jangan pulang larut malam " jawab bagas.
,
,
,
,
,
like n coment sangat membantu kakak"😉😉
silahkan tinggalkan jejak, klo mw vote juga bolh koq mksih
__ADS_1