Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
16. makan malam


__ADS_3

satu bulan telah berlalu, kinan melewati hari-hari menjadi istri revano dengan cukup sabar menghadapi sikap revano yang acuh tak acuh, dingin dan suka memaksa.


selama satu bulan kinan berada dirumah baru revano, bahkan untuk keluar kedepan rumah pun kinan jarang, setidaknya dibelakang rumah walaupun tidak ada taman tapi masih ada kolam renang dan tempat santai yang menjadi tempat kinan menghirup udara luar.


"nyonya waktunya makan siang, apa mau bik ana siapkan sekarang " tanya bik ana kepada kinan.


"tidak usah bik, aku merasa tidak lapar, lebih baik bik ana dan pak ilham saja yang makan siang lebih dulu " jawab kinan.


"baiklah nyonya, tapi apa nyonya menginginkan sesuatu ? " tanya bik ana lagi.


"bik ana bisa buatkan segelas jus jeruk untuk ku " jawab kinan disertai senyum kecil diujung bibirnya.


"baik akan saya siapkan nyonya " ucap bik ana sembari berlalu meninggalkan kinan dihalaman belakang.


kriingg.....suara telfon rumah terdengar dan menghentikan langkah kaki bik ana yang membawa segelas jus untuk kinan.


"halo ! "


" halo bik, apa keadaan dirumah baik-baik saja ? " tanya revano.


"keadaan dirumah baik-baik saja tuan "


"bagus kalau begitu, apa yang wanita itu lakukan sekarang bik dan apakah dia sudah makan"


"nyonya ada dihalaman belakang tuan, tadi nyonya bilang tidak mau makan dan hanya meminta jus jeruk saja " ucap bik ana.


"jus jeruk ? tidak mau makan ? oh ya sudah bik aku tutup dulu telfonya " ucap revano sambil mengahiri panggilan telfonnya.


"apa wanita itu hamil ? ah mana mungkin, aku kan selalu menyuruhnya meminum obat kontrasepsi, jadi tidak mungkin hamil ! " gumam revano


"wooyy, lagi mikirin apa sampai-sampai kita datang kamu nggak menyadarinya " kata rendi sambil sedikit berteriak mengagetkan revano.


"shit !!! bisa nggak kalian berdua ketuk pintu dulu dan nggak usah pakai teriak-teriak, ini dikantor bukan di hutan " kesal revano sambil memegang dadanya dengan sebelah tangan.


"tadi sudah kita ketuk tapi kamu nggak ada respon, bahkan nggak cuma dua atau tiga kali kita mengetuk pintu, jadi kita khawatir kamu kenapa-kenapa " ucap rendi sedikit khawatir.


"kamu pasti lagi kepikiran nyonya oliver ya, jadi kamu nggak bisa fokus" goda ian kepada revano.


"diam ! siapa juga yang lagi mikirin wanita itu, lihat pekerjaan numpuk mana ada waktu aku mikirin dia " sanggah revano.


"nyonya oliver !! oh, benar juga teman kita satu ini kan penganti baru jadi, masih suka kebayang gimana gitu ! ngomong-ngomong selamat ya bro, akhirnya kamu menikah juga dengan pujaan hati kamu kiran, dan maaf juga waktu itu aku nggak bisa hadir, semoga kamu dan kiran bisa hidup sampai tua" cerocos rendi yang tak ada hentinya.


seketika revano dan ian menatap rendi dengan tatapan malas mereka.


"bukan kiran tapi kinan " jawab revano dan ian secara bersamaan.


"ap-apaaa !!! jadi istri kamu kinan, bukan kah kekasih kamu kiran, yah jadi gagal dong angan-angan aku untuk meminang kinan setelah selesai kuliah " ucap rendi nggak ada hentinya.

__ADS_1


"ceritanya panjang lain kali aku, akan menceritakanya kepadamu" ucap revano.


mereka bertiga pun mengobrol hingga waktu pulang kantor tiba.


revano yang dari tadi siang ingin memastikan sesuatu pun langsung bergegas pulang.


ketika revano ingin melajukan mobilnya, tiba-tiba suara ponsel revano terdengar. "kakek ! ada apa tumben telfon lebih dulu, biasanya juga mama" gumam revano ketika melihat layar ponsel.


"halo revano, kamu masih dikantor ? " tanya hans.


"hai kek, iya revano masih dikantor, nih baru mau pulang ada apa kek " tanya revano.


"malam ini, mama kamu sedang mengadakan makan malam keluarga, datang lah bersama kinan, sejak dia menjadi anggota keluarga oliver, kamu belum mengajaknya berkunjung kerumah utama " kata hans.


"bakilah kek, aku akan mengajak kinan kesana untuk makan malam " jawab revano.


"ya sudah kamu pulanglah dengan hati-hati, ingat untuk cepat datang kerumah utama " ucap hans sambil mengakhiri panggilanya dengan revano.


****


ketika revano sampai dirumahnya, sudah ada bik ana yang menyambut kedatangannya. " selamat datang tuan " sambut bik ana, dan hanya dibalas anggukan oleh revano.


"apa terjadi sesuatu dirumah bik ? terus dimana wanita itu ! " tanya revano.


"keadaan dirumah baik-baik saja tuan,nyonya ada dilantai atas, mungkin sedang dikamar " jawab bik ana.


brak...!!! suara pintu yang dibuka kasar oleh revano.


"apa kamu tidak bisa membuka pintu dengan perlahan ? tanpa kamu buka dengan kasar pun pintu itu akan terbuka " ucap kinan yang berada didepan jendela tanpa menoleh kearah revano.


"terserah mau aku buka kasar, mau aku buka pelan, pintu juga pintuku apa hakmu mengaturku " kesal revano.


kinan yang malas berdebat dengan revano hanya memutar bola matanya dengan malas.


"cepat pergilah ganti pakaianmu, kakek munyuruh kita untuk pergi makan malam dirumah utama " kata revano.


"baiklah kamu bisa keluar dulu, dan aku akan bersiap-siap " ucap kinan.


revano yang mendengar perkataan kinan hanya mendengus kesal dan berlalu meninggalkan kamar.


revano pun selesai membersihkan diri dan bersiap diruang kerjanya, kini revano mulai kesal karena menunggu kinan, tak kunjung turun.


selang beberapa puluh menit kemudian kinan berjalan turun dan menghampiri revano.



"apa kamu tidak bisa lebih cepat ? waktuku terlalu berharga jika hanya untuk menunggumu bersiap " ucap revano dengan dingin.

__ADS_1


"jika waktumu begitu berharga kenapa harus menungguku ! kenapa tidak berangkat lebih dulu, aku bisa meminta pak ilham mengantarku " jawab kinan tak kalah dingin.


kinan pun berlalu pergj meninggalkan revano, tapi baru beberapa langkah revano menghentikan kinan kembali.l


"tunggu !! apa kamu menggunakan make up hanya untuk makan malam keluarga " tanya revano.



"tuan oliver yang terhormat ! jika aku tak menggunakan make up sedikit aku akan tampak seperti mayat hidup yang berwajah pucat, apa kamu mau pergi denganku yang seperti itu kerumah utama " kesal kinan kepada revano.


"benar juga, jika dia tak menggunakan make up, keluarga oliver akan tau jika aku sedikit menyiksanya, semua rencanaku bisa gagal " batin revano.


"ya sudah, ayo berangkat aku tidak mau jika sampai terlambat " ucap revano.


****


setibanya revano dan kinan diruman utama mereka disambut dengan hangat oleh keluarga besar oliver, makan malam berjalan dengan sempurna, kinan yang sesekali mengobrol dengan kakek dan mamanya revano pum mengeluarkan tawa kecil dari bibirnya.


"malam ini,kalian berdua menginaplah dirumah utama " pinta kakek hans.


"menginap !! tapi kek kak revano besok ada pekerjaan penting jadi harus berangkat pagi kekantor " ucap kinan berusaha menolak.


"pekerjaan ? pekerjaan yang mana sayang, semua pekerjaanku sudah aku bereskan , jadi kita bisa menginap " senyum seringai tercetak dibibir revano.


tanpa bisa menolak kinan pun hanya bisa menyetujui permintaan kakek untuk menginap,


***


disisi lain seseorang sedang melapor kepada atasnya.


"tuan saya mendapat kabar bahwa wanita itu sudah pulang sejak sebulan yang lalu " kata seseorang yang melapor keatasanya.


"oh, benarkah !! jadi dia sudah pulang, baik kamu boleh kembali " kata daniel.



daniel yang mendapat kabar bahwa kinan sudah kembali dari prancis pun terlihat sangat gembira, tergambar jelas diwajahnya bahwa dia sangat merindukan sosok kinan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


like n coment sangat membatu kak 🙏🙏😊 jika cerita kurang menarik atau kurang seri bisa tinggalkan jejak dibawah ya, jika mw vote juga bisa dan itu sangat membatu sekali, trimksih sudah mw mampir 💖💖


__ADS_2