Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
09. sedikit merasa iri.


__ADS_3

tak terasa waktu berlalu begitu cepat, revano yang mengambil alih induk perusahaan oliver construction pun juga semakin jarang punya waktu bersama kiran, mungkin bisa dihitung dengan jari pertemuan mereka dalam satu bulan.


" hallo,,, kak revan, hari ini ada waktu nggak " terdengar suara kiran disambungan telfon yang menghubungi revano.


" hallo juga sayangku, maaf ya sayang hari ini aku masih sibuk, sebentar lagi juga ada rapat sama klien masalah kerja sama yang baru " jawab revano yang sedikit merasa tak enak hati kepada kiran


"ya udah nggak papa "jawab kiran tak kalah kesal dengan revano sambil menutup sambungan telfonnya.


didalam kamar kinan tampak sedang membaca buku dengan rebahan.


pasalnya jika sedang ada waktu luang kinan akan bersantai membaca buku dikamar atau ditaman belakang rumahnya.


tok,tok,tok


terdengar suara ketukan didaun pintu kamar kinan.


"siapa ? "


" ini kakak dek " suara kiran dibalik pintu.


"oh, kakak masuk saja " jawab kinan mempersilahkan kiran masuk.


" ada apa kak, kok tumben ! bukannya tadi mau pergi keluar ya " tanya kinan penasaran .


"huff, nggak jadi, orangnya masih kencan " jawab kiran sambil melempar tubuhnya keatas tempat tidur kinan dengan tengkurap.


"ke- kencan sama siapa kak ? " tanya kinan yang langsung membulatkan bola matanya tak percaya


karena kiran bilang sedang bosan dihari libur dan akan mengajak revano pergi keluar.


" ya, sama siapa lagi kalau nggak sama pekerjaanya " kiran menjawab dengan malas dan masih dengan posisinya.


" oohh,,, aku kira sama siapa ternyata masih bekerja " ucap kinan sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal.


" kalau begitu, gimana kalau kamu saja dek yang keluar temani kakak " pinta kiran memelas.


karena seorang kiran tidak bisa kalau hanya diam dirumah saja.


"emm, gimana ya kak, aku lagi males banget kalau harus keluar " jawab kinan yang lebih suka malas-malasan dirumah jika ada waktu.


"ya sudah kalau tidak mau " kiran yang terlihat sedih melangkan menunu keluar kamar,kinan yang tak tega melihat kakaknya yang bosan langsung menyetujui permintaan sang kakak.


"ya ampun, oke, oke aku menyerah kita pergi keluar deh " ucap kinan sambil menghela nafas panjangnya.


kinan yang sebelum pergi menghubungi feby temanya sedangkan kiran menghububgi intan dan meli, mereka berlima beejanji keluar bersama.


****


disebuah mall ternama kelima cewek tersebut sedang asyik shopping bersama.


"ha, cantik, lagi apa nie" tiba-tiba kinan dikejutkan dengan sapaan seorang pria dari belakangnya.


sontak kelima cewek tersebut menoleh kebelakang mencari sumber suara tersebut.


__ADS_1


rendi prastya , anak pertama dari pengusaha kaya adi prastya, menjabat sebagai ceo diperusahaan milik keluarganya,ceria, hangat, agak playboy.


ternyata suara tersebut adalah rendi teman baik revano yang menyapa kinan tadi.


" eh, kak rendi, kakak juga lagi apa disini bukanya masih jam kantor ya " jawab kinan sambil melihat jam tangan dipergelangan tanganya.


"hehehe, tadi aku bertemu klien disalah satu restoran dekat sini, kebetual teman aku ian ada disini dan aku menemuinya disini" jawab rendi dengan santai



bastian teman sekaligus orang kepercayaan revano dan tangan kananya, ian mempunyai sikap dingin,cuek dan selalu waspada, namun dia baik hati.


 


" *gila nih kinan ternyata banyak juga cowok\-cowok tampan yang ada didekatnya*" batin kiran sambil menatap dua pria tersebut.


karena kiran belum tahu kalau revano mempunyai teman\-teman baik, revano tak pernah memperkenalkan mereka pada kiran.


kini mereka pun saling memperkenalkan diri masing\-masing, dan terakhir feby memperkenalkan diri yang membuat bastian terlihat agak malu saat perkenalan.


![](contribute/fiction/1533638/markdown/12380791/1605015557135.jpg)


feby mira atmaja, putri sulung dari bayu atmaja pengusaha kaya.


feby gadis yang baik, dewasa, kadang cuek tapi paling mengutamakan keluarga.


 


disela-sela pembicaraan mereka, kiran yang melihat rendi sedang asyik mengobrol dengan kinan tampak sedikit kesal karena seorang kinan begitu dikelilingi pria-pria tampan, jika satu tak bisa menemaninya maka pria satunya akan ada waktu untuk kinan, sedangkan dirinya hanya punya revano.


****


setelah acara jalan-jalan kiran dan kinan, kini pada waktu malam hari dikediaman lesmana setelah makan malam keluarga.


" dek , boleh tanyak nggak " suara kiran memecah keheningan dikamar kinan.


" boleh, kakak mau tanya apa ! " jawab kinan dengan santai sambil membaca bukunya.


"emm, kamu bisa kenal kak daniel,kak rendi sama kak ian gimana ceritanya dek"


kinan mengerutkan keningnya dia tampak heran sejak kapan kiran mulai tertarik dengan hidup kinan.


"kalau kak daniel, waktu itu kan sudah aku jelaskan, kalau kak rendi kenal pas pesta pertunangan kakak, kalau kak ian baru kenal kemarin lusa " jawab kinan menjelaskak


kiran yang faham cuma menganguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"emangnya kenapa kak " tanya kinan.


"ohh, nggak papa kok dek cuma penasaran saja " ucap kiran.


setelah mendapat jawaban dari kinan, kini kiran berpamitan untuk istirahat dikamarnya, karena dia lelah seharian keliling mall tadi siang.


tak lama setelah kiran kembali kekamarnya, terdengar suara telfon kinan berbunyi, dengan melihat layar ponselnya kinan heran karena ada nomer baru masuk diponselnya.


dengan ragu-ragu kinan akhirnya mengangkat ponselnya tersebut.

__ADS_1


"ya, hallo dengan siapa ? "tanya kinan


"apakah ini dengan saudari kinan anindya lesmana" terdengan suara diseberang telfon.


"iya, saya sendiri"


"kami mau mengabarkan bahwa saudari akan melakukan pertukaran pelajar keparis mulai minggu depan "


"apakah sudah diputuskan bahwa saya yang akan melakukanya "


"iya, kami dari pihak dan dewan kampus sudah memilih dengan pasti"


" baik, terima kasih saya akan mengabarkannya pada orangtua saya" ucap kinan mengakhiri panggilan tersebut.


kinan tampak bingung sekaligus senang, pasalnya kinan mengajukan diri jika ada pertukaran pelajar ke jepang, tapi dia malah terpilih ke paris.


kinan yang masih ragu belum berani memberi tahu orangtuanya, kinan berpikir mencari waktu yang tepat dulu untuk mengatakanya kepada keluarga.


****


disisi lain dikantor revano.


"wooyy, kenapa tuh muka kusut banget " sindir rendi yang baru masuk keruangan ceo bersama ian.


"eh, mending diem deh, dan juga kalau masuk ketuk pintu dulu bisa nggak"


sungut revano kesal.


"apa ada pekerjaan penting yang saya lewatkan " tanya ian yang merasa bos sekaligus temanya dalam suasana hati yang kesal.


"nggak ada " jawab revano singkat " eh, lagian kemana saja sih kamu tiba-tiba minta izin gk bisa balik ke kantor " tambahnya revano yang masih kesal.


"hey, jangan marahin ian, tadi aku yang menyuruhnya meminta izin padamu karena aku butuh teman" kata pembelaan rendi buat ian.


"emang kemana sampai butuh teman " tanya revano sambil mengerutkan dahinya.


"kencan " ucap rendi sambil terus tersenyum.


"kencan ! sama siapa lagi, mending berhenti deh gonta ganti cewek " ucap revano yang masih sibuk dengan berkasnya.


"sama siapa lagi kalau bukan pujaan hatiku, sicantik kinan" jawab rendi


revano yang mendengar nama kinan menjadi semakin kesal dan marah.


" itu, sebenarnya sih bukan kencan , cuma kebetulan ketemu saja kok " ucap ian menjelaskan karena menyadari perubahan hati revano.


.


.


.


.


selalu setia tungguin upnya lagi ya tman"😊😊

__ADS_1


like n coment sangat membantu mksih.


__ADS_2