Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
17. menginap


__ADS_3

malam harinya, saat waktu sudah semakin larut, kinan dan revano pun pergi ke lantai atas untuk istirahat.


"mandilah dulu baru kamu lanjutkan istirahat" ucap revano kepada kinan.


"tidak !! aku mau langsung tidur saja, jika aku mandi dan membersihkan diri, kamu akan melakukan penyiksaan ranjang kepadaku, jadi aku akan langsung tidur saja " sungut kinan.


"oh !! jadi menurutmu kalau kamu tidak mandi dan membersihkan diri aku tidak bisa melakukan malam yang panas bersamamu " ucap revano sembari menindih tubuh kinan yang berada dibawah revano.


"tu-tunggu !! apa yang mau kamu lakukan ? jangan macam-macam apa kamu lupa kalau kita dirumah utama " jawab kinan sedikit ketakutan dan menyilangkan kedua tangan didadanya.


"stupid !! " kata revano sambil tersenyum diujung bibirnya.


"mandilah dan bersihkan dirimu, aku tidak akan melakukan apapun padamu malam ini " tambah revano.


"ap-apa kamu berjanji " tanya kinan.


"apa kamu meragukan ucapanku " jawab revano.


"baiklah kalau begitu, aku akan membersihkan diri, lagi pula aku tidak akan bisa tidur kalau belum mandi " ucap kinan sambil berlalu pergi ke kamar mandi.


revano yang melihat tingkan kinan hanya menggeleng dan tersenyum dengan heran melihat kinan berlari menjauh.


selesai dengan ritual mandinya kinan keluar dengan menggunakan baju mandinya, dengan rambut yang masih basah kinan tampak sangat mempesona dan benar saja, revano yang melihat kinan menjadi bergairah dan membuat junior revano seketika bangun.


" shit !! " gumam revano sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"ada apa ? kenapa kamu seperti itu ? apa kamu marah ? " tanya kinan dengan polos.


"diam lah dan cepat tidur, aku akan keluar sebentar " ucap revano dan berlalu pergi ke balkon untuk menenangkan diri.


"sial ! kenapa tadi aku harus berjanji segala, jika bukan karena menginap dirumah utama aku pasti sudah menyiksamu " gumam revano.


kinan sudah terlelap ditempat tidur, ketika revano kembali masuk ke kamar.


"wanita yang aneh ! " kata revano menatap kinan sebelum revano ikut tidur diranjang.


****


pagi hari di ruang makan kinan sudah sibuk membantu menyiapkan sarapan sedangkan kakek hans sudah duduk dan meminum kopinya.


revano yang sudah siap akan menemani sang kakek keluar pun sudah rapi,


semua sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan.


mama revano yang senang karena bisa menyiapkan sarapan bersama kinan selalu tersenyum sendiri.


"mama baru dapat arisan ya kok seneng banget kayaknya " tanya david suami diana.


"ihh, papa ini memangnya kalau mama seneng itu mesti dapat arisa dulu apa ! " kesal sang istri.


kinan,revano dan hans yang melihat mereka pun cuma tersenyum bahagia.

__ADS_1


"oh, iya sayang nanti setelah sarapan kita shopping yuk " kata diana kepada menantunya.


"tapi ma " ucap kinan sedikit ragu dan sesekali melirik revano.


pasalnya kinan belum diperbolehkan revano untuk keluar sesuka hati.


revano yang mengerti arti dari lirikan kinan pun mengizinkan kinan keluar bersama mamanya.


"keluarlah temani mama shopping sekali-sekali " ucap revano.


kinan yang mendapat izin pun langsung menganguk dan tersenyum saking senangnya bisa keluar.


setelah selesai sarapan kinan dan revano kembali ke kamar, dan revano memberikan salah satu kartu atm miliknya, jika sewaktu-waktu kinan ingin membeli barang bersama mamanya revano saat shopping.


"ini gunakan jika kamu ingin membeli sesuatu " ucap revano.


"tidak usah, lagi pula aku tidak berniat membeli apapun, aku cuma ingin menemani mama saja " tolak kinan.


"apa kamu mau mempermalukan aku didepan mama yang tidak memberimu nafkah, dan sering menyiksamu " ucap revano dengan kesal.


"baiklah tidak usah berteriak, aku malas berdebat denganmu " ucap kinan.


setelah perdebatak kecil revano dan kinan, mereka pun keluar kamar bersama.


"aku juga akan menemani kakek hari ini jadi kita akan pulang kerumah setelah makan malam, apa kamu mengerti " kata revano.


"iya " jawab kinan dengan singkat.


****


"sayang kamu jadi membeli apa ? " tanya diana kepada kinan.


"aku nggak beli apa-apa ma, soalnya nggak ada barang yang aku butuhkan " jawab kinan.


"benarkah ! apa revano tidak memberimu uang jadi kamu tidak beli apapu " kata diana.


" nggak ma bukan seperti itu, tadi kak revano memberikan salah satu kartu atm miliknya, tapi memang aku tidak membutuhkan sesuatu jadi aku tidak membeli apa pun ma, karena nanti sayang jika tidak terpakai" ucap kinan sambil tersenyum manis.


"oh, iya sayang, mama lupa ada janji sama teman mau arisan, apa kamu mau ikut atau pulang diantar mang tito " ucap diana.


"nanti aku pulang sama mang tito saja ma, nggak enak juga kalau ikut mama pergi arisan " jawab kinan dengan tersenyum.


"ya sudah mama pergi ya, kamu bisa hubungi revano juga kalau mau "


"em, sebenarnya kinan mau bertemu feby mah,sejak kinan pulang dari prancis dan menikah,kinan belum mengabari feby "


"ya sudah kamu hati-hati ya sayang, kalau ada apa -apa telfon revano atau telfon mama "


"baik ma,mama juga hati-hati dijalan " ucap kinan sambil menautkan pipi ke mama mertuanya.


tak berselang lama feby yang tadi dihubungi kinan pun sudah datang menemui kinan.

__ADS_1


"kamu apa kabar nan, kenapa nggak kasih kabar kalau sudah pulang " tanya feby.


"ceritanya panjang by, nanti kalau waktunya pas aku cerita kekamu " jawab kinan.


mereka asyik mengobrol sampai waktu makan malam hampir tiba, revano yang menghubungi mamanya pun akhirnya mencari kinan, sedangkan mamanya masih ditempat arisan.


"sial ! kemana wanita ini pergi, mana aku juga nggak menyimpan nomer wanita itu, jadi serba bingung kan mau cari kemana, lebih baik aku cari dicafe dekat mall saja dulu " gumam revano sambil melajukan mobilnya.


disisi lain kinan yang masih mengobrol dengan feby pun dikejutkan dengan suara yang memanggil namanya.l


"kinan " sapa daniel.


"kamu apa kabar, kenapa susah banget kontak kamu " tambah daniel dengan sedikit khawatir.


kinan dan feby yang masih terkejut dengan kehadiran daniel pun belum membuka suara mereka, tiba-tiba daniel pun reflek memeluk kinan saking rindunya.



dan saat bersamaan revano pun muncul dari luar mencari kinan betapa terkejut dan kesalnya revano melihat kinan dipeluk oleh daniel.


revano pun berjalan menghampiri kinan dan daniel, sambil menaha amarah didadanya.


"apa yang kalian lakukan " tanya revano dengan dingin dan kesal.


"ka-kak revano kamu disini " tanya kinan takut.


"kalau aku tidak datang, apa kamu mau melanjutka denganya ke kamar hotel " jawab revano dingin.


"jaga ucapan anda, kinan bukan wanita yang seperti anda fikirkan " bela daniel.



"kamu sebaiknya diam, ini urusanku dengan kinan " amarah revano terlihat akan meledak.


kinan yang menyadari pun menarik revano pergi dan berpamitan kepada feby dan daniel.


"by maaf ya, nanti aku kabari kamu lagi, kak daniel kami pamit dulu, kalau bisa tolong antar feby pulang dengan selamat " pamit kinan kepada feby dan daniel sambil menarik pergelangan tangan revano ke luar dari cafe.


kinan takut melihat amarah revano yang nantinya akan membuat daniel dan feby jadi sasaran kemarahan revano, fikir kinan.


.


.


.


.


.


like n coment sangat membantu, maaf jika ada salah kata dlm penulisan, dan maaf jika cerita kurang menarik atau kurang seruπŸ™πŸ™πŸ˜Š....

__ADS_1


mohon dimaklumi krna msih pemula.


__ADS_2