
perjalanan kinan dan revano disingapore pun sudah usai, kinan tampak sangat bahagia karena revano banyak mengajak kinan berkeliling ke tempat-tempat yang menjadi impian kinan.
kini revano pun sudah kembali dari singapore, karena ada masalah yang harus diselesaikan dikantor revano pun langsung berpamitan kepada kinan agar dia tak menunggu revano yang akan pulang malam.
"kinan kamu beristirahatlah jangan menungguku pulang, aku masih ada urusan dikantor jadi harus segera menyelesaikanya " pamit revano.
"oh, baiklah kak, tapi jangan sampai memaksakan diri ya " jawab kinan.
"jika itu kiran pasti dia sudah marah-marah karena langsung aku tinggal berkerja " batin revano dalam hati.
"iya, aku mengerti " kata revano.
revano pun mengendarai mobil sport miliknya agar bisa lebih cepat sampai ke kantor, sedangkan dikantor sudah ada ian dan rendi yang menunggunya.
"maaf aku langsung menyuruhmu kekantor, padahal kamu baru sampai dari singapore " ucap ian sambil berjalan beriringan dengan revano dan rendi.
"tidak apa-apa lagi pula ini kan masslah penting juga " jawab revano.
"em...apa nyonya muda marah karena hal ini " tanya ian.
"kinan bukan orang yang berpikiran sempit, jadi dia tidak akan marah, dia terlihat biasa saja melihatku langsung pergi kekantor " jawab revano.
"berarti sebuah keberuntungan ya bisa memiliki kinan " sahut rendi.
"sudah, hentikan omong kosong kalian, kita metting sekarang " ucap revano.
****
disisi lain disingapore tempat kiran berada, kiran selalu mencari kesalahan-kesalahan edo agar dia bisa berpisah denganya, namun selalu saja edo bisa lolos dari jebakan kiran.
namun pada suatu malam kiran memberikan obat peran***ng kepada edo, dan menyuruh seorang kenalanya untuk naik keatas ran**ng milik edo,
kiran mendapat ide untuk menjebak edo yang terakhir kalinya.
"masuklah dia sudah merasakan efek obatnya, jadi kamu tinggal naik saja, dan jangan tinggakan dia sampai aku kembali " perintah kiran.
"oke aku mengerti " jawab seorang kenalan kiran.
kiran dan kenalanya pun melancarkan aksi menjebak edo.
supaya kiran bisa meninggalkan edo tanpa harus banyak menjelaskan alasanya.
"kiran, kamu sangat manis " kata edo, bayangan yang ada didepan mata edo saat ini adalah kiran bukan wanita lain, namun kenyataan berbeda dengan apa yang edo lihat saat ini.
setelah pergulatan yang edo lalukan dengan kenalan kiran berakhir ,edo pun tertidur,
braak !! suara pintu terbuka yang jelas saja mengagetkan edo.
"k-kak edo, kamu tega sekali melakukan ini dibelakangku, ternyata inilah kebiasaanmu saat ada waktu dibelakangku " teriak kiran.
edo yang masih setengah sadar bingung dengan apa yang terjadi, jelas-jelas wanita yang ia lihat semalam adalah kiran kenapa bisa ada wanita lain diranjangnya.
"ki-kiran dengarkan dulu penjelasanku " kata edo.
"apa yang mau dijelaskan lagi !! semua yang aku lihat sudah jelas, kak edo menghianatiku itu adalah kenyataanya " jawab kiran.
__ADS_1
"semua sudah jelas, jadi sekarang aku minta kita akhiri hubungan ini, dan jangan pernah muncul dihadapanku mulai dari sekarang " tambah kiran.
"kiran, tunggu aku bisa jelaskan semuanya " ucap edo kepada kiran, namun kiran pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.
saat menurut kiran semuanya sudah selesai dan berjalan lancar kiran memberika wanita kenalanya dengan sejumlan uang yang cukup banyak.
"ini untukmu, terimakasih karena sudah membatuku " ucap kiran.
"sama-sama ran, lagi pula ini sangat menguntungkanku, sudah tidur dengan lelaki tampan dan dapat uang juga " jawab wanita kenalan kiran.
"kamu ini, memang bisa ya " kata kiran sambil tertawa.
"oh ya ran, setelah ini apa rencanamu "
"aku ? emm ,, mungkin aku akan kembali ke negaraku "
"baiklah hati-hati dijalan ya "
kini kiran sudah mengemas beberapa pakaiannya dan bersiap untuk kembali pulang.
kiran benar-benar meninggalkan edo disingapore sendiri.
"maaf kak edo, hidup bersamamu memang penuh dengan kenangan tapi aku lelah jika harus banting tulang setiap hari, aku ingin mengambil posisi awalku " gumam kiran dan berlalu pergi dari rumah sewa tempatnya dan edo tinggal selama ini.
****
ditempat kinan berada.
tring, tring terdengar suara ponsel kinan,
"emm !! halo kak revan " jawab kinan disambungan telfon dengan nada suara melenguh dan sedikit serak khas bangun tidur.
" halo kinan, apakah kamu sudah tidur ? " tanya revano.
"iya kak, aku tertidur dari tadi pulang dari bandara " jawab kinan.
"oh, lalu apa kamu juga sudah makan malam ? " tanya revano lagi.
kinan sedikit menengok jam yang ada dinakas samping tempat tidur sudah menunjukan pukul 10 malam, karena kinan masih mengantuk kinan menjawab telfon revano sambil terpejam.
"aku makan malamnya besok saja kak " jawab kinan.
revano yang mendengar jawaban kinan pun menjadi tertawa sampai terpingkal-pingkal, mana ada makan malam hari ini bisa diganti dengan besok fikir revano
" ya sudah kamu tidur lagi saja lagian ini sudah larut juga " kata revano sesudah tertawa, tanpa kinan tau.
"kak revan, nggak pulang ? " tanya kinan masih dengan mata terpejam.
"aku pulangnya agak larut, jadi kembalilah tidur " jawab revano.
"emm" kata kinan sambil mematikan telfonnya.
"dasar wanita aneh !! mendengar perkataanya membuatku tertawa sampai seperti itu " gumam revano, dan langsung melanjutkan kerjanya.
tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 06.00 pagi, revano yang baru menyelesaikan pekerjaanya pun merasa sangat lelah, karena tanggung jawabnya menjadi ceo pemimpin perusahaan revano tak bisa jika hanya bersantai dan memberi contoh buruk pada karyawanya.
__ADS_1
revano yang bersandar dikursi kebesaranya pun memejamkan matanya, saking lelahnya revano menyelesaikan pekerjaanya semalaman.
brak !! tiba-tiba suara pintu terbuka dan menggetkan revano.
"shit !! apa kamu tidak bisa ketuk pintu dulu " kesal revano sambil membuka matanya.
"ian, ada apa kamu terburu-buru " tanya revano.
"maaf van , ada berita penting yang perlu aku sampaikan ke kamu " jawab ian dengan sedikit khwatir.
"memangnya ada berita penting apa sampai kamu seperti itu " tanya revano.
"it-itu.... kiran sudah kembali ! apa kamu tidak menerima pesan atau semacamnya dari kiran ? " jawab ian disertai pertanyaan.
"ap-apa !!! kiran kembali ! apa kamu serius ? ponsel, mana ponselku " kata revano sedikit panik, dan langsung mengecek pesan diponselnya.
pesan dari kiran.
"aku tunggu kak revan ditempat favorit kita " isi pesan dari kiran.
revano yang melihat pesan dari kiran pun langsung buru-buru keluar dari kantor menuju tempat yang menjadi tujuanya dengan kiran.
kiran pun sudah menunggu revano ditempat.
kiran menunggu dengan penuh harapan bisa kembali bersama revano,
tak lama kemudian revano pun tiba ditempat dimana kiran menunggunya.
"kamu sudah menunggu lama " tanya revano.
"kak revan " teriak kiran sambil berlari dan memeluk revano.
"aku sangat merindukan kak revano " kata kiran sambil berlingang air mata.
"kiran, kemana saja kamu selama ini ? kenapa kamu pergi dihari pernikahan kita apa kamu tau masalah apa yang kamu timbulkan " tanya revano.
"maaf kak, maafkan aku, aku terpaksa melakukan itu " jawab kiran yang tak hentinya menangis.
melihat air mata kiran membuat revano sedikit lemah, revano berfikir ia akan bertanya lagi setelah kiran merasa tenang.
saat bersama kiran revano pun sedikit khawatir tentang kinan, pasalnya revano tak memberi tahu kinan bahwa dirinya akan pulang terlambat.
terlebih lagi kini kiran sudah kembali dan semua itu membuat revano bingung karena kinan pun sudah memasuki hati revano entah sejak kapan.
.
.
.
.
__ADS_1
kira"revano memilih siapa ya tman"selalu tunggu critanya yg bru ya dipart selanjutnya
like, coment sangat membantu 🙏🙏🙏😊😊 klo mw vote aq sngat brtrimaksih.