Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
15. bertahan demi papa


__ADS_3

waktu menunjukan sudah pukul 4 sore, sedang kan revano belum mendapat kabar dari bik ana pembantu dirumahnya.


"kenapa bik ana dari tadi pagi belum memberi kabar ya, apa wanita itu belum bangun ! eh, tapi nggak mungki ini sudah pukul 4 sore pasti dia sudah bangun dari tadi kan " gumam revano sambil terus mengecek hpnya.


sedangkan kinan yang merasa dirinya kotor karena ulah revano, sejak bangun kinan sudah berendam dibathup sampai sore dan tertidur tanpa dia sadari.


kriingg.....suara telfon dikediaman baru revano...


"halo, tuan ada apa tumben anda menelpon " jawab bik ana.


"ah, bukan, maksudku tidak ada yang penting, tapi bik apa wanita itu sudah makan " tanya revano sedikit ragu.


"wanita itu....! oh, maksud tuan revan, nyonya ya "


"iya, bik siapa lagi, apa dia sudah bangun ? "


"maaf, tuan dari tadi pagi tuan berangkat ke kantor, nyonya sama sekali tidak turun, saya juga tidak berani menggangu "


"apaaa....! jadi dia belum bangun dari tadi pagi, kenapa bik ana tak membangunkanya "


"maaf, tuan tadi anda bilang untuk menunggunya bangun saja "


"ya sudah aku pulang sekarang " ucap revano sambil memutuskan sambungan telfonya.


"siall, apa wanita itu baik-baik saja, apa dia mati, ahh nggak mungkin atau jangan-jangan bunuh diri, awas saja jika dia sampai melakukan itu, dendam ku belum terbalas karena kamu menempati posisi kiran jadi sebelum aku selesai dengan balas dendamku, kamu nggak boleh mati, kecuali aku yang membunuhmu" batin revano dalam hati sambil melajukan mobilnya pulang kerumah.


****


sesampainya dirumah revano langsung menuju lantai atas kamar tidurnya, namun pintu masih terkunci.


"bik ana cepat ambilkan kunci cadanganya dilaci" kata revano menyuruh bik ana.


"baik, tuan tunggu sebentar" balas bik ana.


setelah mendapatkan kunci cadanganya, revano buru-buru membuka pintu kamarnya, setelah mata revano melihat sekeliling kamar ternyata kinan tidak ada, revano mencari diruang ganti, ternyata tidak ditemukan juga sosok kinan, akhirnya tempat terakhir yang dituju revano adalah kamar mandi.


dan betapa terkejutnya revano dan bik ana melihat tubuh kinan yang terkulai tak berdaya didalam bathup yang terisi penuh air, seketika revano langsung mengambil selimut dan menyelimuti kinan serta mengangkatnya dari dalam bathup.


revano dengan sedikit kesal membaringkan kinan diatas tempat tidur dan menelfon dokter kenalanya, sebelum dokter itu datang revano memakaikan baju ketubuh kinan sedangkan bik ana keluar untuk menjemput dokter stev didepan pintu.

__ADS_1


"dasar wanita sialan, kamu fikir dengan kamu bunuh diri aku akan melepaskanmu ? hah, mimpi saja " gumam revano sambil memakaikan kinan baju.


tok, tok, tok, " tuan dokter stev sudah sampai " ucap bik ana mengabarkan.


" baiklah suruh stev masuk " jawab revano yang sudah selesai dengan kegiatanya memakaikan baju kinan.


"tumben banget kamu panggil aku, aku kira kamu yang sakit ternyata untuk nyonya oliver " goda dokter stev.


"diam ! dan periksa saja dia, entah sejak kapan dia tak sadarkan diri " ucap revano kepada dokter stev.


"baiklah, baiklah,,,, sekarang kamu minggir dulu biar aku bisa memeriksanya"


setelah sekian menit dokter stev memeriksa kinan, ternyata kinan hanya pingsan akibat terlalu lama berendam dan belum makan apa pun.


"ini, ada obat dan vitamin pastikan dia meminumnya dengan teratur " ujar dokter stev.


"oh, baiklah, apa itu artinya dia baik-baik saja " tanya revano.


"apakah kamu segitu khawatirnya dengan nyonya oliver " goda dokter stev.


"dia bukan nyonya oliver yang sesungguhnya, lagi pula aku tak rela jika dia mati sia-sia sebelum dendamku padanya hilang " sungut revano.


karena saat stev memeriksa kinan, dia melihat banyak tanda merah dan juga sedikit lebam ditubuhnya, dia berfikir revano tak bersikap baik kepada kinan.


"diamlah, dan cepat pergi, terimakasih untuk hari ini " kata revano ketika mengantar stev didepan pintu rumahnya.


kini revano duduk disebuah kursi kecil disamping tempat tidurnya, revano menyuruh biak ana menyiapkan bubur jika sewaktu-waktu kinan bangun bisa langsung makan.


revano yang dari tadi sibuk memainkan ponselnya melirik kinan yang mulai sadar setelah pingsan.


"kamu sudah bangun ! mau coba bunuh diri lagi " ucap revano dengan nada dingin dan tanpa melihat kinan.


seketika kinan terkejut dan mundur menjauh dari revano, entah naluri rasa takut ataupun reflek seketika.


revano yang menyadari tingkah kinan langsung mengernyitkan keningnya.


"segitu takutnyakah dirimu terhadap suamimu sendiri ? baguslah jika kamu tahu, cepat makan dan minum obatmu " ucap revano dengan nada sedingin es.


"apa bedanya jika aku makan atau tidak ? apa bedanya jika aku sakit atau tidak ? aku tak lebih berharga dari sebuah barang bagimu, akan bagus jika aku cepat matikan ! " kata kinan yang terlihat kuat, namun sebenarnya dia takut setengah mati.

__ADS_1


"kamu tak boleh mati tanpa seizinku, karena pembalasanku belum selesai terhadapmu "


"aku tidak ak--umm" lagi - lagi sebelum kinan menyelesaikan ucapanya revano sudah mendaratkan bibirnya ke bibir kinan, namun kali ini berbeda, dia meminumkan obat dan vitamin lewat mulut ke mulut.


perilaku revano pun membuat kinan terkejut dan mendorong tubuh revano menjauh.


"apa yang kamu lakukan, dasar pria breng**k " kesal kinan.


"oh, apa kamu mau lagi, mungkin kita coba dengan satu suap bubur dari mulutku" ucap revano.


"dasar pria mesum" teriak kinan .


"ah, aku lupa memberitahumu ! apa kamu tahu jika papamu mendapat kabar yang mengejutkan sekali lagi, dia akan terbaring seperti mayat hidup dirumah sakit, jadi menurutlah jika kamu ingin papamu tetap dengan keadaan sehat " ancam revano.


"apa maksudmu ? " tanya kinan sedikit bingung.


"oh, jadi kamu benar-benar tidak tahu ya, bagas lesmana beberapa waktu lalu saat mendengar kiran menghilang jantung papamu terguncang, dan tak bisa menerima kabar yang mengejutkan atau papa kamu akan koma dirumah sakit bahkan bisa saja langsung meninggal , jadi intinya jika aku mengabari keadaanmu disini seperti apa sekarang, apa reaksi papa kamu hah ! "


kinan terdiam sebentar mencerna setiap perkataan revano, tak butuh lama kinan pun sudah pasti faham, karena dirinya putri kesayangan dari sang papa.


"baguss, jika kamu sudah faham, sekarang makanlah makananmu, setidaknya kamu bisa bertahan demi papa tercintamu kan " sindir revano sambil mengelus kepala kinan dan berlalu pergi.


"benar setidaknya aku harus bertahan demi papa, asalkan papa sehat dan baik-baik saja, semua siksaan ini tidak berarti bukan " kinan pun terisak sambil menangkupkan kedua tanganya kemuka untuk menutupi air matanya yang jatuh.


pada saat itu revano masih melihat kinan dicelah daun pintu, sambil menghela nafas panjang.


.


.


.


.


.


.


like n coment sangat membantu kakak" masih pemula mohon kritik dan saranya, bila kurang seru atau nggak menarik tolong ditinggalkan jejak ya 🙏🙏😊 klo mw vote juga boleh n mksih bnyak....

__ADS_1


__ADS_2