Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
07. pertunangan


__ADS_3

dikediaman lesmana pada waktu malam hari, saat kinan baru pulang bersama kiran dari keluar jalan bersama terdengar suara bagas lesmana sedang beebicara serius ditelfon.


"iya, tuan saya serahkan dan pasrahkan semua urusan pada anda, kami dari pihak wanita akan mengikuti saja " kata bagas disambungan telfon.


terlihat wajah sang papa yang ditemani istrinya nampak bahagia, kiran dan kinan yang penasaran dengan apa yang terjadi langsung menghampiri mereka berdua.


"ada apa sih pa, ma kok kayaknya ada berita menggembirakan " tanya kiran dengan penasaran.


"sayang, sebentar lagi kamu akan bertunangan dengan revano " jawab sang mama dengan gembira.


"uhuk,uhuk,uhuk " kinan yang syok mendengar ucapan sang mama langsung tersedak saat minum diruang keluarga bersama kedua orangtuanya dan kakaknya.


" kenapa, nak ! hati-hati kalau minum mikirin apa sih sampai tersedak gitu" ucap sanh ayah khawatir.


"emang kapan ma acara tunanganya, keluarga kak revano emang udah setuju kalau nanti punya menantu kayak aku " tanya kiran yang sedikit tak tenang.


"sayang, bukanya tak setuju, malah itu permintaan dari keluarga oliver yang memilih kamu, katanya revano sendiri yang milih lho " jawab sang mama meyakinkan kiran.


ucapan sang mama hanya dibalas senyuman manis dari bibir kiran, kinan yang begitu terkejut hanya menatap kosong kearah gelas minumanya.


"nak, nanti kamu juga harus cari calon suami yang bertanggun jawab dan menyayangi kamu ya " ucap sang papa kepada kinan .


"papa ini, iihh,, aku kan masih mau kuliah yang pinter dulu pa, cari pengalaman dan wawasan dulu, baru setelah itu mikirin masalah komitmen" jawab kinan sambil cengengesan didepan sang papa


bagas yang melihat tingkah anaknya pun hanya bisa menggeleng disertai senyuman dan membelai lembut rambut putri tersayangnya itu.


kiran yang melihat tingkah laku sang papa, menjadi sedikit iri karena dirinya tak pernah mendapat perlakuan yang begitu menyayangi dari sang papa.


karena pada dasarnya, mayang yang begitu memanjakan kiran dan sedikit melupakan kinan membuat sang papa lebih memperhatikan kinan, bagas tak tega kalau melihat kinan yang kadang kala terabaikan oleh mamanya,walaupun bagi sang papa kasih sayangnya pada putri-putrinya setara, tapi beda dari sudut pandang kiran.


****


pagi harinya dikediaman lesmana begitu disibukan dengan persiapan rencana pertunangan kiran dan revano, sedangkan yang akan menjadi bintang utamanya masih menjalankan tugas-tugasnya sebagai mahasiswa.


" nan, aku denger nanti malem dirumah kamu ada acara ya " tanya feby kepada sang sahabat.


"iya" jawab kinan singkat


"emang bener kiran mau tunangan sama revano yang dingin itu " tanya feby lagi bertambah penasaran.


"iya"

__ADS_1


"emang kiran sama revano udah pacaran sejak lama ya "


"iya"


"aku cuma mengira kalau revano menganggap kiran sebagai adik saja gak taunya ternyata sepasang kekasih " ocehan-ocehan keluar dari mulut feby dengan bertubi-tubi, namun kinan hanya menangguk nenanggapi ocehan sahabatnya itu.


" kinaaaannn" panggil feby sambil berteriak.


"apaa sih by teriak-teriak sakit tau kuping aku " kesal kinan sambil megosok-gosok telinganya karena panggilan feby begitu nyaring ditelinganya.


"kamu ini santai banget sih, dari tadi aku bicara panjang lebar kesana kemari ehh, taunya kamu cuma jawab iya,iya doang " protes feby tak kalah kesal.


tak terasa waktu belajar mereka telah usai, kini waktunya kinan dan kiran pulang kuliah, kini kinan dan kiran pulang dengan dijemput mang usman supir keluarga lesmana, karena akan sibuk dirumah jadi kiran dan kinan diminta sang papa langsung pulang.


setelah sampai dirumah kiran langsung digandeng sang mama dengan lembut untu bersiap-siap untuk acaranya nanti malam.


"sayang kamu cepet siap-siap yang cantik ya untuk acara kamu nanti, mama pengen kamu jadi putri tercantik malam ini " semangat sang mama meminta kiran bersiap-siap.


kinan yang melihat sang mama begitu antusias hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat mamanya begitu antusias.


"biar nanti kinan bantuin kak kiran dandan ya ma, mama tenang saja" ucap kinan menenangkan mamanya.


sang mama hanya mengngguk tanda menyetujui i perkataan kinan.


****



kiran yang bersiap turun kelantai satu tempat acara berlangsung, dibantu kinan menjadi gugup karena dirinyalah yang menjadi bintang malam ini.


sedangkan revano beserta keluarga oliver lainnys sudah menunggu kehadiran kiran.



revano yang mengenakan jas senada dengan kiran nampak begitu tampan dan mempesona.



kinan yang membantu sang kakak turun tak kalah mempesona dengan balutan gaun putih selututnya.


acaran berjalan dengan lancar, kini kiran sudah resmi menyandang setatus tunangan dari revano aditama oliver,

__ADS_1


kedua belah pihak terlihat bahagia dan tertawa bersama dipesta tersebut.


pasalnya dulu hans oliver pernah berhutang budi kepada alm, ayah bagas lesmana, dan hans oliver kakek dari revano berjaji akan menyatukan kedua keluarga, dengan ikatan pernikahan.


disalah satu sudut pesta kinan nampak dengan raut yang agak sedih, entah apa yang membutnya menjadi seperti itu dihari bahagia kakaknya itu.


" nak, kenapa kamu menyendiri disini saat semua sedang menikmati pesta " suara yang khas dari hans oliver terdengar menyapa kinan.


" ohh, kakek kenapa kesini, bukanya tadi sedang bersama keluarga ya " tanya kinan, pasalnya pesta petunangan kali ini hanya dihadiri keluarga besar, kerabat dan teman dekat saja.


kinan yang gugup bukan menjawab pertanyaan dari hans malah bertanya balik, kinan tak menyangka tuan besar dari keluarga oliver akan duduk bersamanya seperti kakenya sendiri.


tuan hans hanya tertawa mendengar perkataan dari kinan.


"kamu ini polos sekali, tadi kakek bertanya tapi kamu malah bertanya balik " ucap kakek hans sambil terkekeh.


"hehehe,, soalnya kinan kaget tiba-tiba kakek hans muncul disamping aku" jawab kinan sambil tersenyum yang menampakkan deretan giginya.


mereka berdua nampak asik mengobrol, entah apa saja yang menjadi topik mereka sehingga terlihat sangat seru,


sepasang mata yang melihat mereka nampak penasaran dan ingin mendatangi mereka namun langkahnya terhenti karena seseorang menarik tanganya.


"kak revan mau kemana masak aku ditinggal sendirian sih, diacara kita pula " gerutu kiran yang merasa revan akan pergi meninggalkanya.


"oh, enggak tadi aku cuma mau ambil minuman saja, lagian kemana aku bisa pergi meninggalkan tuan putriku " jawab revano yang beralasan kepada kiran.


rendi teman baik revano, yang tak sengaja merasa bosan dengan pestanya menghampiri kakek hans dan kinan, karena melihat dua orang tersebut nampak menikmati pesta dengan tawa yang menggembirakan.


"kakek hans, apa aku mengganggu jika ikut bergabung dengan kalian " tanya rendi kepada kakek hans.


"eh, nak rendi ternyata kamu, sini-sini kita lagi asik mengobrol tentang masa kecil revano " ajak kakek hans.


rendi yang penasaran dengan wanita yang mampu membuat seorang hans oliver tertawa pun ikut bergabung.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon kritik dan saranya, like n coment sangat membatu ya kakak" 😊😊😊


__ADS_2