Takdir Cinta Kinan

Takdir Cinta Kinan
05. terpukau


__ADS_3

tiba waktunya saat acara pesta perpisahan yang diadakan disekolah kiran dan kinan. waktu menunjukan pukul 4 sore, sedangkan kiran baru pulang dpbersama revano dari shopping,


"kak nanti jangan lupa jemput aku ya" ucap kiran sambil melangkan menuju kedalam rumah.


"iya nanti pasti aku jemput kok".


setelah kiran dan revano masuk kedalam rumah ternyata sudah ada sang papa dsn juga mamanya kiran,


"sore om, tante maaf pulangnya kesoraan" sapa revano kepada kedua orangtua kiran.


"nggak papa kok, lagian kalau perginya sama kamu om dan tante gak khawatir" kata mamanya kiran menenangkan revano.


"oh,iya pa, ma nanti malam aku pergi kepestanya diantar kak revano ya, gak usah sama mang usman " pinta kiran.


"iya nggak papa sekalian tuh adik kamu juga diajak bareng ya, kalau brangkat sendirian papa khawatir" ucap sang papa meminta kiran dan revano mengajak kinan berangkat bersama mereka.


"nggak usah pa, nanti aku biar berangkat sama feby aja, takut ngrepotin kak revano kalau harus brangkat sama aku juga pa" kata kinan yang buru-buru turun dari lantai atas kamarnya berada,


pasalnya kiran yang mau turun ambil minuman mendengar percakapan sang ayah dan revano yang berada diruang kluarga.


"nggak ada kata penolakan, masak kamu kepesta perpisahan sekolan cuma berangkat berdua sama feby seorang cewek pula" kata sang ayah yang tidak menerima bantahan.


"kalau gitu om, tante saya pamit pulang dulu ya nanti saya akan menjemput kiran jam setengah 7 malam om ".


revano yang tak mau mendengar permasalanan keluarga kiran dan kinan terlalu jauh memilih untu berpamitan pulang.


setelah melihat kedua putrinya diam membatu, mayang menyuruh mereka untuk bersiap-siap agar nanti tidak terlambat.


****


kini waktu sudah menunjukan pukul 18.25 dan revano pun sudah tiba didepan kediaman lesmana.



revano dengan penampilan cesualnya melangkah menuju kedalam rumah untuk menjemput kiran.


*karena ini pesta perpisahan sekolah jadi tidak mengharuskan berpakaian formal ya tman-teman*


"malam om, tante apakah kiran nya sudah siap" revano yang sedang bertanya kepada kedua orangtua kiran dan kinan.


"ohh, nak revano sudah datang rupanya, tunggu sebentar ya tante akan panggilkan kiran dan kinan dari tadi mereka belum turun-turun juga " kata mayang sambil berdiri berniat memanggil kedua putrinya.

__ADS_1


dengan langkah yang santai mayang melangkah menuju lantai atas dimana kamar kedua putrinya itu .


"sayang apakah kalian belum selesai, revano sudah datang untuk menjemput kalian dibawah" kata mayang sambil mengetuk kedua daun pintu kamar putri-putrinya yang memang bersebelahan.


"iya maa sebentar lagi selesai " ucap kiran dengan semangat.


tak berselang lama setelah mayang kembali kebawah dimana revano dan suaminya berada kini terdengar suara langkah kaki dari atas tangga menuju kebawah, yap kini kiran dan kinan berjalan bersama menuju ruang tamu mereka yang posisi kinan berada dibelang kiran.



kiran yang selalu full make up menjadi tambah cantik dengan lipstik merahnya dengan gaun yang dipakainya membuat aura kiran semakin terlihat menawan.



kini kinan yang terlihat anggun mengenakan gaun dan sedikit memoles wajahnya, pasalnya kinan tak terlalu suka dengan make up yang terlalu berlebihan, kinan hanya memakai sedikit pemerah pipi dan sedikit lipstik tipis.


****


"giilllaaaa, cantik banget tuh cewek sejak kapan tu cewek bisa dandan" batin revano dalam hati,


mata revano terus tertuju menatap kinan yang pasalnya kini sedikit memoles wajahnya dengan make up, revano yang terpukau akan kecantikan kinan menjadi tidak fokus sampai-sampai dia tidak memperhatikan kiran,


untung kiran dan kinan berjalan bersama jadi tidak ada yang tau kemana mata revano tertuju.


kinan yang melihat dua sejoli itu hanya menghela nafas dan memutar bola matanya dengan malas.


"pa, ma kinan berangkat dulu ya"


"iya, hati-hati yang sayang" kata sang papa sambil mengelus lembut kepala putrinya.


kinan dengan malasnya berjalan mendahului kiran dan revano,


sesampainya dimobil dalam perjalanan kiran terus saja berbicara dan bercanda bersama revano, sedangkan kinan yang duduk dibelakan hanya memainkan ponselnya dengan sedit malas, ada kalanya mata revano curi-curi pandang melihat kinan yang sibuk dengan gawainya dibelakang.


"ya ampun kenapa juga sih papa harus nyuruh aku berangkat bareng mereka berdua, kan kalau kayak gini serasa cuma bayangan deh, gak dianggep " batin dalam hati kinan sambil merutuki nasibnya.


"kak kiran, nanti pulangnya aku bareng feby aja, ada sesuatu yang mau aku urus sama dia" pinta kinan tanpa menatap kedepan.


"emang ada urusan apa dek, kok sampai harus dibahas saat ini juga, nanti apa kata papa, kalau kamu gak pulang bareng kita" kiran bertanya dengan sedikit nada khawatir.


"biar nanti aku yang bicara sama papa kak". ucap kinan meyakinkan.

__ADS_1


sesampainya ditempat pesta kiran dan revano berjalan bergandengan tangan menemui semua teman dan guru-guru,


sedangkan kinan terlebih dulu mencari feby sahabatnya, setelah bertemu feby kini kinan berjalan masuk menemui teman dan juga guru mereka.


*wahh lihat apa itu kinan, ternata dia cantik juga kalau berdandan.


*iya gak nyangka bisa secanti itu.


*saya susah dideketin.


banyak teman-teman dari kiran dan kinan berbisik memuji kecantikan kinan, keserasian kiran dan revano pun tak luput dari pandangan teman satu sekolahnya.



disalah satu tempat pesta yang diadakan disekolah tempat kiran dan kinan belajar, daniel pun menghadirinya lantaran permintaan sang kakek yang menjadi kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah tersebut.


"apa kakek puas sudsh mengajak ku kepesta yang dihadiri banyak anak kecil ini" gerutu daniel kepada sang kakek.


"mereka bukan cuma anak kecil, banyak anak yang berprestasi disana dulu ksmu juga seperti mereka " goda sang kakek kepada daniel.


daniel yang malas hanya mendengus kesal dan mengedarkan pandangan kesegala arah.


"bukankan dia murid judo yang waktu itu ! apa benar itu dia? ternyata dia juga bisa secantik itu, walau sebenernya juga sudah cantik sih " batin daniel dalam hati sambil menutup senyumnya dengan satu kepalan tanganya agar tak ada yang menyadari dirinya tersenyum melihat sosok gadis yang mampu memberi perasaan aneh pada hatinya.


daniel yang berniat pergi menyapa kinan, tiba-tiba tangan sang kakek menggenggam pergelangan tangan daniel, kakek mengira daniel akan melarikan diri karena bosan dengan pesta tersebut.


"kamu mau kemana ! mau kabur! gak bisa kamu harus temani kakek sampai acara selesai" ucap sang kakek sambil memengang tanganya daniel.


"iihh, kakek ini siapa yang mau kabur, aku tadi cuma mau menyapa kenalan aku kek " pembelaan dari daniel sambil melepaskan genggaman tangan sang kakek.


sang kakek dengan senyumnya yang susah diartikan membiarkan daniel pergi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


semoga para pembaca suka cerita novelnya, tolong like n coment ya👍👍😊


klo mw vote juga boleh bila ada poin lebih mksih.


__ADS_2