
setelah pertemuan revano dengan kiran, kini revano sudah memasuki tempat tinggalnya bersama kinan.
kinan yang memang menunggu revano pun merasa lega karena revano sudah pulang.
"kak revan sudah pulang " tanya kinan.
"iya, maaf ya aku pulang terlambat tapi tidak memberi tahu mu " jawab revano.
"oh, nggak apa-apa kok kak, lagi pula kak revano kan kerja " kata kinan.
"kak revan pasti lelah, mau aku buatkan jus atau kopi ? " tawar kinan.
"apa saja boleh " jawab revano, sambil merasa bersalah karena membohongi kinan.
flashback on.
saat revano bertemu kiran, revano melarang kiran muncul didepan keluarga dan teman-temanya .
"kiran, tolong untuk sementara waktu kamu jangan menampak kan diri dulu ya, sementara kamu bisa tinggal diapartmenku dulu " kata revano.
"tapi kenapa sayang ? bukankah kamu bahagia aku bisa kembali kesisimu lagi atau kamu sudah berpindah hati ? " tanya kiran.
"bukan seperti itu kiran, aku bahagia kamu bisa kembali, tapi masalah yang kamu buat itu sangat rumit, aku akan menyelesaikan beberapa masalah yang ada dulu, baru setelah itu kamu bisa bebas keluar sesukamu " jelas revano.
"baiklah aku mengerti, aku juga minta maaf tapi kamu harus janji selalu ada waktu untukku " kata kiran.
"baiklah aku berjanji padamu " ucap revano.
flasback off.
"kak revan kenapa memandangku seperti itu " tanya kinan.
"nggak apa-apa, cuma ingin memandang saja " jawab revano.
"alasan !! jangan-jangan ada sesuatu diwajahku" kata kinan sambil meraba wajahnya takut ada sesuatu yang menempel.
"apa aku pernah membuat alasan seperti itu ? " tanya revano.
"entahlah " jawab kinan singkat sambil mengangkat bahunya sedikit.
revano hanya tersenyum melihat tingkah kinan yang seperti itu.
"apa besok kamu punya waktu ? " tanya revano.
"emm, sepertinya tidak ada kegiatan apapun jadi, besok aku punya waktu, memang ada apa kak " tanya kinan penasaran.
"besok mau tidak ikut kekantor bersamaku ? aku ingin memperlihatkan kantorku, kamu belum pernah kesana kan ! " ajak revano.
kinan yang mendengar langsung membulatkan bola matanya dengan sempurna dan berkata.
" beneran ? apa boleh aku mengunjungi kantor kak revan ? " tanya kinan tak percaya.
"tentu saja boleh, memangnya ada aturan kamu tidak boleh berkunjung kekantorku " jawab revano.
"oke, sudah diputuskan ya jangan melanggar janji, ingat itu ! " kata kinan.
revano hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
terselib rasa bersalah terhadap kinan, karena revano membohonginya, terlebih dirinya belum punya jalan keluar untuk masalah yang ada saat ini.
ke esokan paginya kinan sudah rapi dan bersiap untuk pergi ke kantor revano.
"kak revan, apa aku harus menggunakan pakaian yang lebih feminim untuk pergi kekantor kak revan ? " tanya kinan.
__ADS_1
"pakailah pakaian yang membuatmu nyaman saja " jawab revano.
"oke, aku akan menggunakan pakaian yang ini saja " kata kinan.
"baiklah, kalau sudah siap,lebih baik kita berangkat sekarang " ajak revano.
kini mobil yang revano dan kinan kendarai sudah memasuki area perkantoran milik revano, semua mata yang melihat revano dan kinan begitu heran, melihat disamping revano ada seorang wanita.
setibanya di loby kantor revano bertemu dan berbincang dengan salah satu direktur perencanaan dikantornya.
"ambar tolong antar nyonya muda ke kantorku ya " perintah revano kepada salah satu resepsionis sedikit tidak sadar.
ambar yang belum begitu faham pun hanya menampilkan expresi yang begitu terkejut.
"baik tuan " jawab ambar.
"nyonya muda katanya ? kak revano tumben jadi seperti itu, apa dia sadar sudah mengatakan apa tadi ? " batin kinan dalam hati sambil tersenyum.
"mari nyonya saya antar kelantai atas, dimana kantor tuan berada " ajak ambar.
"tidak usah memanggilku dengan sebutan nyonya, panggil saja kinan " jawab kinan.
ambar yang takut melanggar perintah sang ceo hanya bisa tersenyum saja.
setibanya kinan diruangan revano, kinan begitu takjub karena dari ruangan revano bekerja, kinan bisa melihat banyak pemandangan yang indah.
kinan merasa sangat senang hari ini, senyum yang manis tak lepas dari bibirnya.
revano yang terpesona melihat senyum kinan yang begitu manis saat menikmati pemandangan hanya bisaikut tersenyum dengan lega.
"kinan !! apa kau menyukai melihat pemandangan dari sini ? " tanya revano.
namun kalau dengan tempat yang gelap kinan menjadi sangat takut.
itulah yang revano ingat saat kinan bercerita waktu mereka sedang bersantai dulu.
"apa kak revan mengingatnya kalau aku suka tempat yang tinggi-tinggi ? " kata kinan.
"tentu saja aku mengingatnya, bagaimana aku bisa lupa itu " jawab revano.
"oh ya, kalau begitu suatu saat jika aku menghilang apa kak revano akan mencariku ditempat-tempat yang tinggi " goda kinan
Deg
jantung revano terasa sakit saat kinan mengatakan dirinya akan menghilang.
entah perasaan yang tak menentu seperti apa yang revano rasakan saat ini,
namun revano merasa jika akan ada hal buruk dalam hudupnya.
revano pun tak kuasa menahan perasaanya antara sakit dan terpesona kepada kinan,
revano pun melangkah kearah kinan dan mendaratkan ciuman dibibir kinan.
"jangan mengatatakan hal yang aneh-aneh, kau akan selalu berada disisiku dan tak akan pernah kemana-mana " kata revano, setelah melepaskan ciumanya dari kinan.
"iihh !! kak revano ini aneh, kan tadi aku cuma bilang *jika* kan , bukan berarti itu beneran " ucap kinan.
"tetap saja itu dilarang untuk kamu ucapkan " kesal revano.
__ADS_1
"iya, iya maaf " kata kinan sambil terkekeh.
tok,tok,tok
suara ketukan pintu diruangan revano
"siapa ? " tanya revano
"saya sekertaris lisa tuan, ada tuan bastian yang ingin bertemu " jawab sekertaris revano yang bernama lisa.
"baiklah, suruh dia masuk " kata revano.
" kinan, kamu mau tetap disini atau keruang sebelah untuk beristirahat " tanya revano.
karena didalam ruangan revano ada ruangan khusus seperti kamar untuk beristirahat saat revano sangat lelah dari kesibukanya.
"em, lebih baik aku keruang sebelah saja, takut mengganggu kak revan saat bekerja " jawab kinan.
"baiklah saat aku selesai aku akan menghampirimu diruang sebelah " bisik revano menggoda, yang jelas membuat kinan merasa sedikit malu.
"iihh, kak revan sejak kapan jadi mesum " kata kinan sambil berlalu pergi.
tak lama kemudian ian masuk keruangan revano,
"ada yang mau aku sampaikan ke kamu " kata ian.
"memangnya ada apa ? " tanya revano.
"kiran, ada diruang tunggu dia sedang menunggumu " kata ian.
revano yang mendengar nama kiran langsung berlari, karena takut kinan akan mengetahui bahwa saudarinya sudah kembali pulang.
brak, suara pintu terbuka
"kiran !! " panggil revano.
"sayang, kenapa kamu terburu-buru seperti itu, sampai-sampai membuka pintu dengan kasar " tanya kiran sambil menoleh kearah revano.
"aku cuma tak ingin kamu menunggu lama, makanya aku cepat-cepat datang kesini " bohong revano.
"kamu tidak menjawab panggilanku jadi aku datang kemari " kata kiran polos.
"maaf tadi aku sedang sibuk metting " bohong revano lagi.
"baiklah aku memaafkanmu, bisakah kita pergi keluar sekarang " kata kiran.
"tapi aku belum seselai bekerja kiran " tolak revano.
"bukankan masih ada asisten kepercayaanmu disini, suruh saja dia melakukan sedikit tugasmu sayang " pinta kiran.
"baiklah tunggu disini aku akan bilang dulu kebastian agar dia membantuku menyelesaikan sedikit tugasku " kata revano
.
.
.
.
.
__ADS_1
tunggu part selanjutnya tman"😉😉😉
like, coment n vote sangat membantu mksih 🙏🙏🙏🙏😊😊😊