
ย ๐บRezeki itu sudah tertakar, jadi tidak mungkin tertukar, atau kesasar.. Dan bukan tentang banyaknya melainkan berkahnya, jadi jangan pernah mencarinya dengan jalan yang tidak di ridhoi ๐
10 Muharram 1442 H
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Mami sharen tak kuasa menahan tangisnya,,!
penuturan dari sang suami begitu menusuk kedalam hatinya, bagaimana bisa orang yang di percaya bahkan sudah dianggap keLuarga sendiri tega menusuk dari belakang,,
Tuan William terlihat menarik nafas panjang, bagaimana pun, istrinya harus tau semuanya, tidak mungkin menutupi sesuatu jika keadaannya sudah mendesak seperti sekarang.
"Bahkan mi, kalau Ocha yang dimaksud di surat itu adalah Ocha sekretarisnya Ian kini. berarti ada kemungkinan Selena juga bagian dari mereka, ucap pak William hati-hati. mengingat sang istri begitu dekat dengan kekasih putranya tersebut,
"Apa,,,! itu artinya pertemuan tidak sengaja kita dengan mereka sudah terencana dengan baik. berucap sambil berfikir, memang pertemuan keluarganya dengan para pengkhianat itu tidak berselang lama antara yang satu dengan yang lainnya
"Mereka sangat memikirkan dengan sangat matang rupanya, satu bertugas untuk jadi kekasih putra kita, satu jadi tangan kananmu, satu menejer keuangan yang kini jadi sekretaris Ian, wawwww. kata mami sharen kemudian yang sudah faham sepenuhnya, bagaimana pun beliau juga anak dari seorang pengusaha, yang tentu sudah biasa dengan pengkhianatan, walaupun menurutnya itu sangat tidak benar, dan tidak bermoral.
"Ya sudah mi, barang-barang biar di beresin yang lain saja, ayo kita pergi dari sini. Berlama-lama disini membuatku seakan sulit bernafas, ucap tuan William sendu
Sang istri yang sangat faham bagaimana perasaan suaminya kini, mengiyakan sambil menggenggam tangan suami tercinta, "Ayo Pi,
sambil tersenyum lalu menarik lengan sang suami keluar dari Mension bak istana tersebut.
Kini mereka sampai ke apartemen mewah tersebut, lagi-lagi kejutan menanti mereka. ternyata apartemen mewah itupun telah berpindah pemilik.
Tuan William kemudian menendang pagar apartemen tersebut, sebagai bentuk protesnya, mami sharen yang mengetahui suasana hati suaminya berinisiatif untuk pergi dari sana, takui kalau sang suami khilaf dan menghancurkan apa saja yang beliau temukan.
"Mami aja yang nyetir ya Pi, bukan apa-apa, hari ini papi lagi tidak konsentrasi, sedangkan kita harus sehat terus untuk membalas perbuatan para penghianat itu. "katanya dengan sangat hati-hati kepada sang suami, dia paham betul, betapa sensitif nya sang suami kalau sedang marah..
Seakan tidak mendengarkan apa yang dikatakan istrinya, beliau tetap mengemudikan mobil mewah tersebut dengan kecepatan diatas rata-rata, hingga tiba-tiba
Citttttt,,,,brammmmm brakkkkkk
Terlihat pak William ngerem mendadak, membanting stir ke kiri,, hingga tepat menabrak pohon di bahu jalan.
__ADS_1
"InnaLillahi, kata sosok yang hampir di tabrak mobil mewah tersebut. yang tak lain adalah kyai abd.rasyid
"Bapak dan ibu, apa yang dirasakan,,? bagian mana yang sakit,,? astaghfirullah. sahut pak kyai ketika menghampiri sepasang suami istri itu yang terlihat menahan sakit.
"Oh tidak apa-apa pak, maafkan suami saya, yang hampir saja menabrak bapak tadi
"Tidak masalah ibu,,! hmhmhm sepertinya kalian butuh pertolongan, sahut pak kyai tulus
"Bagaimana kalau bapak dan ibu mampir dulu sementara ke pondok saya untuk mengobati luka kalian, sekalian istirahat sejenak, Alhamdulillah disana ada layanan kesehatannya juga.
"pak William yang sedari tadi diam, mendongak menatap seseorang yang sedari tadi berbincang dengan istrinya,,.
Sepertinya wajahnya tidak asing, seperti pernah bertemu,,! tapi dimana ya,,? batin tuan William, begitu melihat kearah kyai.
Namun yang ditatap hanya diam saja, "mari bapak ibu Lewat sini, ucapnya kemudian. ya, tempat musibah itu terjadi tepat di samping pondok pesantren milik pak kyai abd, Rasyid.
kyai abd Rasyid mengarahkan mereka ke klinik kecil pondok tersebut, mami sharen merasa risih dengan apa yg dia lihat, bagaimana tidak semua orang yang lalu lalang sedari tadi menggunakan hijab syar'i, bahkan tidak sedikit yang menutupi mukanya (menggunakan niqab) tapi beliau sedikit tersentuh dengan perlakuan mereka yang sangat ramah, bahkan menolong dengan sangat tulus.
Assalamualaikum, sahut istri pak Gunawan. Wa'alaikumsalam,sahut mereka kecuali tuan William dan istrinya.
Entah mengapa kehadiran perempuan bercadar yang diperkirakan seusia dengannya membuat mami sharen deg-degan,
Umi Khadijah yang menyadari kegelisahan mami sharen lalu menghampirinya, menepuk pundaknya sambil tersenyum, itu terlihat dari matanya. bagai terhipnotis, mami sharen refleks memeluk umi Khadijah, entah ada ketenangan tersendiri tumbuh dalam dirinya.
Sambil melepaskan pelukannya umi Khadijah berucap, "perkenalkan saya Khadijah adik dari abd.rasyid, saya tahu anda sedang dalam masalah,,! bukan begitu,,?
"Saya sharen, senang bertemu dengan anda, apa anda seorang peramal ya,,? tahu aja kalau kami sedang dalam masalah,, sambil menunduk sedih.
"Justru kita tidak boleh percaya peramal, bukankah kita punya Tuhan,, dia yang menciptakan, dan dialah penentu segalanya.
Dan keliatan sekali kalau anda sedang ada musibah, dari raut wajah anda yang terlihat sendu.
Pak William hanya diam saja mendengarkan percakapan sang istri dengan umi Khadijah, tak bisa dipungkiri, berada di tempat ini membuat hatinya sedikit terobati. aneh, beliau yang biasanya menumpahkan permasalahannya di tempat malam, dengan hingar bingar musik dan minuman, bisa tenang disini, benar-benar ajaib fikirnya. ditengah-tengah kesibukan mereka dengan kegiatan masing-masing, seorang perempuan muda, cantik, insyaallah soLeha, datang menghampiri mereka.
"Maaf umi, tuan dan nyonya, sekarang waktunya makan siang, jadi silahkan saya memanggil Abi dulu sebentar.
__ADS_1
Dan disinilah mereka sekarang, Khairunnisa melayani sang Abi, mulai dari mengambilkan makan, minum, lauk sampai kursipun Nisa persiapkan untuk Abi, bahkan Nisa tidak akan duduk sebelum Abi'nya duduk. Yusuf dan pak Gunawan pun ada disana, namun tidak dengan Aisyah, yang ada kegiatan diluar.
Tuan William dan istrinya begitu takjub melihat pemandangan di depannya dimana seorang anak, yang sama sekali tidak pernah bertemu dengan sang umi, menggantikan uminya untuk melayani sang Abi, benar-benar pemandangan langkah, begitu fikiran suami istri tersebut. ya, umi Khadijah telah menceritakan sedikit tentang Aisyah ketika menuju meja makan tadi,.
Mami sharen tidak henti-hentinya menatap perempuan muda yang tengah melayani Abi'nya tersebut. wajah yang cantik alami, pintar dalam pelajaran, pintar dalam urusan rumah tangga, seorang Hafidzah. aa benar-benar perempuan idaman setiap lelaki. andaikan dia yang jadi menantuku,,? Hmhm sepertinya itu tidak mungkin, pasti yang dia inginkan jadi pendamping hidupnya itu seorang ustadz juga, itulah yang ada di fikiran mami sharen saat itu, di dalam isi hati tersebut terucap secercah Doa tulus yang terbaik untuk sang putra tercinta.
Oh ya Bi, Materi untuk Majelis nanti apa ya,,?
Yusuf mulai pembicaraan setelah mereka semua menghabiskan makanannya.
"Oh iya,, insyaallah Abi akan membahas tentang *Hukum mengambil hak orang lain
Sahut kyai abd.Rasyid
Sontak perkataan kyai abd.rasyid membuat tuan William dan istri saling pandang, Mereka sungguh tertarik dengan pembahasan tersebut, seakan mewakili keadaan mereka saat ini. tapi mungkinkah mereka diizinkan untuk ikut,,? mengingat perbedaan mereka.
__________
Semoga tidak ngebosenin teman-teman,, sampai sini dulu ya,,! mau ada acara 10 Muharram.
๐ Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Muslim dari jalur Abu Hurairah yaitu,,,
*Puasa terbaik setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah ,bulan Muharram
๐ Sesungguhnya bulan di sisi Allah adalah duabelas, dalam ketetapan Allah diwaktu menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram (suci), itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan tersebut.. QS at-taubah:36
๐Dzulqo'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, satu bulan lagi adalah Rajab. **HR.Bukhari dan muslim
๐ Siapa yang melapangkan bagi keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan melapangkan baginya sepanjang tahun
HR Al-baihaqi dan syuaba iman 3/366 dan ibnu hibban
๐** Perbanyak taubat.. Meski taubat bisa dilakukan kapan saja, tetapi bulan Muharram ini, bulan menjadi pembuka pintu taubat
๐Bulan Muharram, membentangkan kesempatan untuk bermusahabah diri
__ADS_1