Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 47 Suara hati Khairunnisa


__ADS_3

Teruslah berbuat baik, meski orang tak berbuat baik kepada kita. jika kebaikan kita tidak dibalas didunia, pasti Allah akan balas di akhirat kelak.


Jadi kalau ingin orang lain berbuat baik kepada kita! maka kita harus berbuat baik terlebih dulu kepada mereka.


Kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan, insyaallah kalau kita menjalankan kebaikan dan kita selalu menyangka baik kepada siapapun kita pasti akan berjumpa dengan segala bentuk kebaikan dan akhlaknya.


Nanti kita akan dipertemukan oleh Allah SWT dengan manusia terbaik Muhammad Saw.


karena Kita selalu menyangka semua orang itu baik, dan selalu berbuat balik dan selalu mengikuti kebaikan.


Insyaallah Allah, Allah akan memudahkan kita untuk menjadi orang baik. Jangan kemudian kita salahkan orang lain. terterlebih dahulu kita salahkan diri kita, kita rubah sifat-sifat kita, kita rubah adab dan akhlak kita. karena adab dan akhlak lah yang akan akan memperjuangkan kita untuk bertemu dengan kebajikan dan orang-orang yang baik


*Habib Syaikh Bin abdul Qadir Assegaf*


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Aku tidak peduli, kalaupun ian tidak mau lagi kembali bersamaku. yang penting sekarang aku harus memberitahunya tentang stempel yang diinginkan Tante Miranda itu.


Tapi bagaimana kemudian aku dapat menghubunginya? sedangkan semua akses yang bisa menghubungkan aku dengannya semua sudah diblokirnya.

__ADS_1


Sementara Selena sibuk memikirkan bagaimana bersilaturahmi kembali dengan ian? yang difikirkannya malah sibuk sendiri. Bagaimana bisa mengenal lebih dekat dengan sang Hafidzah yang sejak beberapa kali bertemu membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Berbeda dengan perempuan lain yang malah antri mengatakan suka kepadanya! tapi yang satu ini jangankan mengatakan suka, untuk sekedar ngobrol biasa saja tidak bisa.


"Apakah pertemuan secara tidak sengaja ditaman seperti kemarin harus diulang kembali? "Akhhhh, teriaknya sembari memandangi jalan dari atap gedung tinggi Altarna.


Flashback On


Walaupun selalu tersenyum dan mengatakan ikhlas menerima semuanya, yakin semua akan baik-baik saja! Nisa tetaplah manusia biasa. yang merasakan sakit, kesepian, marah, dan kecewa. berpulangnya sang ummi tercinta sewaktu melahirkannya membuatnya tergantung sepenuhnya kepada kak Aisyah. Abi dan ustadz Yusuf yang sering berdakwah menyiarkan agama Allah selalu keluar kota bahkan diundang keluar negeri, Bu Ina yang sering bersamanyapun, terkadang disibukkan dengan urusan rumah tangga lainnya, jadi benar-benar kak Aisyah lah yang mendampinginya dua puluh empat jam. dan mengetahui kenyataan sekarang, pasti ada rasa tidak terima! tapi bukan seperti itu contoh hidup yang diajarkan Rasulullah Saw.


Karena takut berfikiran yang malah membuatnya berfikir negatif kepada sang penentu takdir! jadi Nisa memutuskan untuk keluar memenuhi undangan majelis di masjid yang jaraknya begitu dekat dengan kediamannya tersebut.


Lhan yang kebetulan juga sedang tidak stabil fikirannya mengikuti Nisa untuk ikutan kajian diluar.


Setelah mengikuti kajian, mereka berdua singgah ditaman yang penuh dengan canda tawa


"Betapa senangnya anak-anak itu ya Nis! mereka bermain kesana-kemari, berlarian, berkejar-kejaran seakan tidak ada beban. "sahut Lhan dengan sendunya


"Benar kak Lhan! disinilah masa-masa indah itu akan terukir, dan masa ini tidak akan terulang kembali. dan Kak Lhan harus bersyukur karena masih bisa melewati masa itu bersama ummi, kalau Nisa hanya dengan kak Aisyah waktu itu! makanya begitu mengetahui kebenaran tentang kak Aisyah perasaan Nisa jadi tidak karuan, tidak terima? sama saja melawan takdir dari sang maha pemberi takdir, Nisa seharusnya bersyukur Allah SWT menghadirkan kak Aisyah untuk bersama Nisa, untuk merawat Nisa dan setelah Nisa dirasa cukup bisa sendiri Allah SWT mengembalikan kak Aisyah kepada pemiliknya. "sahut Nisa panjang lebar

__ADS_1


"Lhan kemudian langsung memeluk Nisa, kata-kata yang keluar dari mulut Nisa seakan menyindirnya, dan betapa malunya ia kepada Nisa, gadis manis yang sedari lahir penuh dengan cobaan itu malah terlihat santay dan menerima dengan sangat ikhlas apapun yang terjadi pada kehidupannya.


Dari kejauhan tampak empat pasang mata yang memerhatikan interaksi keduanya.


"Kalau jodoh memang tidak pernah kemana ya?? "sahut Bryan sembari terus memandangi Nisa


"Maksudmu si Lhan? itukan adiknya ian, jadi lho harus minta restu ian dulu. "celoteh Rezky


"Bukan adik situan muda ini yang aku suka, melainkan yang disebelahnya.


"Apa sih! gadis manis itu tidak ada yang boleh memilikinya selain aku, berbagai cara pasti akan kulakukan untuk bersamanya, "sahut ian mantap sembari terus menatap gadis yang berhasil memporak porandakan perasaannya tersebut.


"jadi lho juga suka dengan si Hafidzah tersebut. ya sudah deh, karena lho teman baikku ditambah kamu lebih dari segalanya, aku yakin ian akan lebih mampu membahagiakannya daripadaku, "sahut Bryan


Dan perkataan mereka sedari tadi tidak luput dari pendengaran sepasang mata yang tepat berada didalam mobil hitam di hadapan mereka.


"Semoga kamu terus bahagia sayang! dan kuharap gadis itu pilihan yang tepat untuk kebahagiaanmu, "sahut Selena sembari terus menitikkan air mata.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2