Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 50 Kejujuran Ian Dilema Selena


__ADS_3

"Arkhhhh, "teriak ian tatkala menyadari interaksinya dengan Selena terlihat oleh Nisa, seakan seorang suami yang kepergok selingkuh oleh istrinya, ian begitu frustasi karenanya.


"Lagipula apasih maksud kamu Sel? setelah apa yang terjadi kamu masih berani menemuiku? ternyata nyalimu besar juga rupanya "sahut ian dengan geram


"Apa karena wanita cantik berhijab yang baru saja berlalu? kamu tidak bisa membohongiku ian, aku tahu perasaan yang dulu masih ada dalam hatimu walaupun kamu tidak mau mengakuinya. buktinya! kamu terus mengatakan benci tapi begitu mataku kelilipan kamu masih peduli dengan meniupnya, hanya ketika perempuan berhijab tadi lewat barulah kamu marah-marah tidak jelas, padahalkan aku sama sekali tidak memintamu menolongku, "sahut Selena sembari tersenyum


"Hahaha anda terlalu percaya diri nona, seorang tuan muda tidak akan mengambil sesuatu yang sudah dibuangnya walaupun berlian sekalipun, dan ini? sembari menunjuk kearah Selena, hanyalah sebuah sampah yang memang harus dibuang, jadi untuk apa aku menampungnya. dan kalau kamu berfikir aku menolongmu? itu tidak sama sekali, aku mau pergi begitu melihat kamu menghampiriku, karena kakiku kesandung kayu jembatan ini, jadilah aku seperti menghampirimu, yang posisinya memang kebetulan seperti itu.


Dan kalau kamu bertanya apakah karena perempuan itu? jawabannya adalah tepat! dia perempuan sempurna, yang benar-benar menjaga diri dan kehormatannya hanya untuk suaminya kelak, dan dia benar-benar sangat cantik dan manis yang alami, tanpa polesan make-up sana-sini, "sahut ian sembari tersenyum membayangkan sang Hafidzah yang terus menari-nari dipelupuk matanya.


Alhasil Selena yang mendengar dan menyaksikan sendiri perubahan sang tuan muda didepannya kala bercerita tentang pujaan hatinya, tak terasa meneteskan kristal bening dipelupuk matanya.


Betapa ia pernah berada diposisi itu, betapa hanya namanya satu-satunya yang pernah berada didalam hati itu! tapi karena kebodohannya, hanya dengan hitungan hari saja ada nama lain yang mengisinya! haruskah mengaduh? tapi kepada siapa!


Ia menghapus air matanya sebelum ian menyadarinya, ia mengesampingkan perasaannya demi Altarna,


"Semoga dengan sedikit yang kulakukan bisa membuat ian kembali melihatku, "begitulah niatnya kini.


"Maaf atas segala apa yang telah kulakukan! aku tidak bisa menjelaskan panjang lebar tentang mengapa hal tersebut bisa terjadi. kalau dibilang menyesal? sama sekali tidak! aku justru merutuki kebodohanku yang tidak mengindahkan peringatan orang-orang. Tentang apa yang kita perbuat kepada orang lain, maka seperti itulah kita akan diperlakukan kelak.


"Aku mencarimu, bukan untuk memintamu kembali, walaupun aku sangat ingin. aku kesini hanya untuk memberi tahu, kalau yang sangat diinginkan Tante Miranda adalah stempel milikmu. hanya itu saja yang ingin kukatakan padamu, kalau begitu aku permisi.


tanpa menunggu sepatah katapun yang keluar dari mulut sang pujaan, Selena kemudian berbalik. ia pergi dengan segenap luka dihatinya. dadanya sesak seakan habis dihantam benda yang sangat besar.


"Mengapa begitu sulit mengikhlaskan dirimu untuk bersama yang lain? "sahut Selena ditengah tangisannya


Sementara Selena masih dengan tangisannya meratapi semuanya. Ian pun masih berdiri terpaku sembari terus memperhatikan mobil dihadapannya yang belum juga bergerak. ia sangat tahu kalau perempuan didalam benda bergerak itu sedang menumpahkan segala gemuruh didadanya! ada perasaan kasihan dan tidak tega tapi mengingat yang ia lakukan adalah kebohongan dan penghianatan, adalah sesuatu yang sangat ia benci.


"Alhamdulillah bro lho masih disini! aku ikut pulang ya, "sahut Bryan yang entah darimana datangnya

__ADS_1


"Aish, lho memangnya darimana? dan ini! lho jatuh miskin ya, sampai harus jalan kaki? "sahutnya heran sembari mengejek


"Yeyyy, amit-amit aku jatuh miskin. ini semua gara-gara lho tau nggak? Aku lagi nongkrong di kafe biasa, lagi ngumpul para CEO-CEO muda, lho aja yang sibuk sendiri. lagi senangnya cerita noh cewe lho! ups, mantan lho datang maksa untuk bertemu lho, karena tidak tega ditambah teman-teman yang lain yang tahunya kalau doi cewek lho, mereka akhirnya mengijinkan untuk pergi, jadilah kami keliling mencari lho! karena mobilku terhalang mobil lain, jadi tidak bisa keluar. mau tidak mau kita pakai mobil Sely.


Celoteh panjang lebar Bryan hanya diangguki ian! "terus lho darimana? tanyanya kemudian


"Oo itu tadi, waktu lho dan Sely lagi ngobrol kan Bro ustadz, Nisa, dan Aisyah lewat. mereka singgah di warung depan, "sembari menunjuk warung kaki lima diseberang jalan sana.


"Ketimbang jadi obat nyamuk kalian, ya aku ikut saja mereka. tapi interaksi kalian kami lihat dengan jelas ko, tenang saja. itu artinya kalian tidak berduaan masih ada saksinya. hehe


"Saksi dimana-mana itu disamping tepat, bukannya diwarung depan. belajar dimana sih **** banget? "Mm apa Nisa e maksudku apa ada yang bertanya tentang perempuan yang bersamaku tadi? "ian bertanya dengan harapan dapat simpati dan kepercayaan dari sang Hafidzah.


"Amnesia ya lho! jelas-jelas kita studinya bareng, masih bertanya juga sekolahnya dimana? Kalau si Nisa itu memang sepertinya melirik-lirik kearah lho, tapi itu mungkin pemandangannya yang ia lihat, soalnya kan indah sekali, karena kalau ia penasaran sama lho pasti ia bertanya, nah ini justru Bro Ustadz yang bertanya, siapa perempuan itu dan apa hubungannya denganmu?


"Terus lho jawab apa? awas ya kalau lho jawabnya merugikanku.


"Jangan sangkut pautkan perusahaan dengan masalah hati! karena uang meski habis masih bisa dicari dengan ilmu bisnis yang dimiliki tapi untuk hati yang satu ini tidak! benar-benar langkah ibarat batu permata


Bryan menggaruk kepala tak mengerti kemana arah pembicaraan sahabat dihadapannya itu.


"Kenapa bengong sih Bray? cepat beritahu lho Jawab apa waktu Ustadz Yusuf bertanya tentangku.


"Ternyata bukan hanya tidak sabaran anda juga jadi pemaksa ya sekarang! bukannya menjawab Bryan malah sibuk berkomentar.


"Seandainya aku pemaksa ya! sudah dari kemarin aku paksakan si Nisa untuk menikah bersamaku.


Alhasil jawaban yang terlontar begitu saja berhasil membuat Bryan terdiam untuk sesaat.


"Jadi lho suka Nisa?

__ADS_1


"Apaan sih! lho salah dengar mungkin.


"Haha, telingaku ini masih berfungsi dengan sangat baik, jadi tidak mungkin salah dalam menangkap suara. lagipula apa yang salah? lho singel dan dia singel, bedanya cuma ada pada keyakinan! tapi lho tentu tahu bukan? apa yang harus lho lakukan jika menyukai perempuan muslim. jadi jangan gengsi! ditikung di sepertiga malam baru lho rasa.


"Ditikung kenapa jadinya disepertiga malam?


"Kalau masalah itu nanti saja jelasinnya! sekarang lho jujur sama perasaan lho ke gue


Yang kemudian dijawab dengan anggukan ian tanpa keraguan sedikitpun.


"Alhamdulillah, berarti anda masih sangat normal. saran aku ya, kalau suka cepat katakan kalau perlu langsung lamar. karena perempuan bak bidadari seperti itu banyak sekali yang suka, lihat saja waktu acara pengukuhan Tahfiz Al-Qur'an waktu itu, semua pria seakan tidak mau untuk berkedip kala memandanginya, dan keseluruhannya malah Ustadz-ustadz muda lulusan Kairo.


Tapi jangan putus-asa Bro, selagi ijab qobul belum ada yang mengucapkan atas nama Khairunnisa binti kyai hj. Abd Rasyid. itu artinya belum ada yang berhak atas dirinya, karena doi kan tidak pacaran, jadi aman bro. tapi harus gerak cepat anda.


""""""""""


**Sopan santun adalah tanda dari seorang pria terhormat sebagai keberanian. -Theodore Roosevelt


*Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, menjadi seorang pria adalah masalah usia, tetapi menjadi seorang pria sejati adalah masalah pilihan


*Laki-laki baik memiliki ketakutan paling sedikit, dia hanya memiliki satu ketakutan besar, takut melakukan kesalahan. tapi dia memiliki seribu cara untuk mengatasinya


*Sebejat-bejat laki-laki pasti menginginkan perempuan baik-baik untuk menjadi ibu dari anak-anaknya*.


................


Sehat N semangat terus teman-teman. jazakallah Khairan khatsiran Syukron πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ Semoga kalian semua selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin.


Semoga tidak ngebosenin ya😊😊

__ADS_1


__ADS_2