Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 57 Rencana terlaksanakan


__ADS_3

"Kita lihat saja apa setelah ini kamu masih bisa tertawa sebahagia itu, "sahut seseorang disebalik tembok sembari tersenyum penuh arti.


Nisa tidak lagi sarapan bersama yang lain, rasa laparnya teralihkan oleh hal yang baru saja terjadi.


Ia bergegas mandi kemudian melaksanakan Sholat Dhuha, setelah itu ia sempatkan membaca ayat suci Al-Quran, berharap kepada sang maha kuasa untuk ditenangkan hatinya, diberi jalan keluar atas apa yang tengah dilaluinya, berharap segera didatangkan seseorang yang telah ditakdirkan untuk bersama dengannya, agar tidak ada lagi hati yang merasa tersakiti karena penolakan. sebab ini bukan yang pertama kalinya ada seorang pria yang memintanya kepada sang Abi.


"Astaghfirullah tuan muda Altarna, kirain lho diculik tadi, "sahut Bryan ketika melihat ian memasuki tempat peristirahatan mereka.


"Emang ada penculik ditempat seperti ini? emang lho yang tidak tahu diri? sudah numpang tempat orang malah bangun kesiangan.


"Hahaha tuan muda, jangan cari alasan. bilang saja lho tidak mau di cap buruk sama mertua ee baru calon. Ee tapi tunggu lho habis olahraga tapi tidak berkeringat? malah terlihat sumringah dari tadi! habis kesambet setan baik tempat ini ya?


"Lho yang kesambet! lagipula mau tau aja urusan orang! makanya jangan bangun kesiangan, jadi ketinggalan kan lho, udah aku mau mandi, "sahut ian sembari menuju kamar mandi sembari bersiul.


"Astaghfirullah, insafkan teman hamba itu ya Allah. dia benar-benar seperti orang kesurupan sedari tadi tertawa lalu tersenyum, ihh merinding, "sahut Bryan sembari terus melihat kearah ian yang telah menghilang dibalik pintu.


Drtt drtt, ponsel ian diatas nakas berdering menampilkan nama Bram disana.


"Assalamualaikum, "Sahut Bryan


"Wa ee, ko jadi lho Bry? "sahut Bram diseberang sana yang sontak kaget, sebab difikirannya yang menjawab salam itu ian


"Jawab salam dulu, "tegur Bryan


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu, sekarang jawab! lho ngapain pagi-pagi udah sama ian?


"Aku sama ian nginep di pesantren Nazulul Qur'an, ceritanya panjang kenapa bisa kami menginap disini! Ada kepentingan apa emang lho nelpon pagi-pagi, biasanya juga pagi-pagi begini lho udah sibuk sama jarum suntik.


"Alhamdulillah, Allah SWT memang penyusun skenario hidup, disaat aku butuh sekali kalian untuk meminjam mobil Allah mudahkan dengan kalian menginap di Nazulul Qur'an, yang jaraknya dekat dengan ku, coba kalian berada di villa! bisa-bisa pasienku menunggu sampai pingsan.


Yasudah lho tunggu disana, aku sebentar lagi sampai, "sahut Bram mengakhiri panggilannya.


"Ada-ada saja, apa sekarang Dr.muda itu bangkrut? atau pecicilan? mobil dibagasinya saja bertumpuk bisa-bisanya mau pinjam mobil ckck


Barusaja ian selesai memakai pakaiannya, Bram muncul dibalik pintu.


"Cie yang betah ngintilin calon istri, "sahut Bram terlihat mengejek ian


"Ya haruslah, yang berkualitas seperti Nisa banyak yang menginginkan jadi harus stay jadi CCTV berjalan, "sahut ian sinis


"Santai bro, iya iya aku faham. sensitif amat sih seperti perempuan.


"Kayak lho nggak faham aja Bram, "sahut Bryan tertawa


"Yasudah aku buru-buru pinjamkan mobil ya tuan muda!


"Bangkrut ya lho sampai harus pinjam-pinjam mobil?


"Alhamdulillah, mobil masih pada dibagasi, masalahnya aku nginap dirumah papa yang dekat sini, karena ada pasien yang semalam kecelakaan di sekitar jalanan ditaman depan. dan aku numpang mobil teman. dan sekarang aku sedang ada pasien jadi tidak ada alasan untuk tidak meminjamkan mobil, hitung-hitung anda berbuat baik kepada sesama tuan muda, agar keinginan lho yang belum terlaksana biar cepat.


"Bisa aja lho, lagian lho mau pinjam mobil tapi tidak beritahu lebih awal, mobilnya lagi dibengkel lagi servis.


"Astaghfirullah Bryan kenapa lho nggak bilang di telepon tadi?


"Lho yang kebiasaan, orang masih berbicara lho main tutup saja telponnya, ya sudah


"Assalamualaikum maaf, ada apa ya? "sahut Ustadz Yusuf disebalik pintu yang mendengar keributan mereka


"Wa'alaikumsalam Bro Ustadz, ini si Dr. songong mau kerumah sakit tapi mobilnya tidak ada! "sahut Bryan


"Pakai mobil Nisa saja ka! "sahut Nisa menyela yang kebetulan ikut dengan Ustadz Yusuf juga Aisyah untuk memantau anak-anak ibu Ningsih.


"Nisa nggak usah Nis, sahut ian posesif yang seolah tidak rela barang milik pujaan hatinya disentuh laki-laki lain.


"Jangan seperti itu ka ian. tujuan Dr.Bram kan kerumah sakit, yang mana ada nyawa yang harus diselamatkan lewat beliau, berbuat baik kepada orang lain meskipun kita tidak mengenalnya namun kita tetap tidak boleh membeda-bedakannya. bukankah sesuatu yang kita lakukan kepada orang lain akan berbalik kepada kita juga nantinya? jadi jika masih dikasih kesempatan untuk berbuat baik, berbuat baiklah. karena kelak suatu saat nanti kita ingin berbagi namun kita tidak mampu lagi untuk berbuat apa-apa. "sahut Nisa panjang lebar


"Kaka faham tentang hal itu, tapi bukan itu yang Kaka maksud! aduh gimana jelasinnya sih? "sahut ian frustasi


Sontak kelakuan tuan muda Altarna itu membuat orang-orang yang menyaksikannya tertawa, dan tentu Bram dan Bryan lah yang tertawa paling keras


"Puas kalian! bisa diam tidak? "sahut ian geram dan salah tingkah


Namun Bram dan Bryan seolah tidak mendengar apapun


Nisa yang menyaksikannya pun secara refleks mengusap tangan diatas siku ian yang tertutup kain, berharap ia tenang dan menganggap semua baik-baik saja, ian yang mendapat perlakuan tidak terduga itupun terpaku.


"Apakah ini mimpi atau nyata? jika ini mimpi biarlah seperti ini dulu, "batinnya


Namun bukan hanya ian. Ustadz Yusuf, Aisyah, Bram juga Bryan terpaku menatap sesuatu yang sebenarnya bukan apa-apa namun entah mengapa terlihat romantis.

__ADS_1


"Tanpa kalian mengutarakannya pun sudah sangat terlihat jika kalian mengagumi satu sama lain, "begitulah fikiran mereka semua


"Yasudah kalau begitu aku jalan sekarang ya! beneran ini Nis, tidak apa-apa mobilnya aku bawa? "sahut Bram memecahkan suasana


"Insyaallah Dr. Nisa ikhlas, pakai saja sampai kapanpun tidak masalah.


"Bagaimana ian? lho ikhlas tidak? yang aku pinjam hanya mobilnya bukan orangnya.


ian yang masih bengong karena perhatian Nisa itu akhirnya tersentak kala namanya disebut seseorang.


"Awas saja kalau berani, "bentaknya


"Astaghfirullah! bengong tapi mendengar juga ya, Memangnya ada gitu orang yang dipinjam? memang orang lagi dimabuk cinta rada-rada stres ya!


"Aku mendengarnya Bram, mau atau tidak sama sekali.


"Eee iya iya, baiklah Nisa terimakasih ya! Bro Ustadz, Aisyah, Dr. yang ganteng ini pamit ya Assalamualaikum, "sahutnya sembari bergegas


"Wa'alaikumsalam, "sahut mereka serempak


"Gantengan juga aku, "sahut ian


"Yasudah kamipun permisi kalau begitu, "sahut Ustadz Yusuf


"Kalian mau kemana? "sahut Bryan


"Oh ini, mau mengunjungi anak-anak yang baru tiba tadi. "sahut Ustadz Yusuf


"Boleh kami ikut? "sahut Bryan


"Silahkan saja, "sahut Aisyah menyela


Namun baru saja mereka ingin keluar dari ruangan tersebut datang seseorang yang memberikan kunci kendaraan atas nama Arga Zulian.


Drtt drtt ponsel ian berbunyi menampilkan nama Bram disana, "ada apa lagi sih nih anak? "sahut ian


"Ada apa? siapa yang menelepon hingga membuatmu kesal? "sahut Bryan


"Bram, nih lho saja yang angkat, "sahut Bryan sembari melemparkan ponselnya ke Bryan


"Kaka' "sahut Nisa yang lagi-lagi tidak menyetujui perlakuan ian terhadap para sahabat-sahabatnya.


Yang disambut gelengan dan senyuman manis Nisa


"Halo Bram, kenapa lho? "sahut Bryan


"Mobil ian sudah sampai belum? "sahut Bram balik bertanya


"Sudah baru saja, ada apa sih? kenapa suara lho terdengar panik begitu?


Sontak pernyataan Bryan membuat semua orang berhenti berjalan dan menatap kearah Bryan, dan ian lalu merampas ponselnya dari tangan Bryan, karena yang dihubungi Bram adalah dirinya, secuek-cueknya ia pada sahabatnya tetapi ia yang terdepan menolong jika ada sahabatnya yang dalam masalah.


"Apa yang terjadi dengan lho? "sahut ian kemudian


"Sejauh ini aku tidak apa-apa! tetapi tidak tau nanti, "sahut Bram diseberang sana


"Cepat katakan ada apa? sebelum lho kenapa-napa


"Mobil ini telah diputus remnya, tentu yang ingin dicelakai adalah siempunya kendaraan ini,


"Apa? yasudah lho berjalan selambat mungkin, tentu jalanan itu sudah lho hafal bukan? sebisa mungkin lho hindari jalan menanjak, lokasi lho sudah diketahui, aku dan Bryan akan menyusul.


"Ada apa ka? "sahut Nisa


"Tidak apa-apa, doain semua baik-baik saja, pamit ya! ayo Bry


"Aku ikut, "sahut Ustadz Yusuf yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi


"ian melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Bry lho pantau terus lokasi Bryan.


"Baiklah, tapi tidak ada jalan lain selain mobil itu ditabrakkan. "maaf bro Ustadz, tapi ini satu-satunya jalan


"Apa yang terjadi dengan Bram? "heran Ustadz Yusuf


"Mobil Nisa yang dikendarai Bram Rem-nya tidak berfungsi, "sahut Bryan


"Itu tidak mungkin, mobil itu baru saja sampai malam tadi habis di survei semua. itu dilakukan setiap bulannya. jadi mustahil jika ada yang rusak terlebih separah itu, "jelas Ustadz Yusuf


"Itu artinya semua disengaja, dan siapa lagi jika bukan Nisa yang menjadi targetnya sebab ialah yang punya mobil itu. ada yang ingin bermain-main rupanya, mungkin aku akan diam jika aku yang ingin kalian sentuh tapi jangan harap kalian bisa menyentuh Nisa seujung kuku pun, "sahut ian geram dibalik kemudi

__ADS_1


"Sambungkan dengan jendral Andre, "titahnya pada Bryan


"Halo Pak Jendral, "sahut ian tatkala ponselnya tersambung dengan seseorang


"Apa kabar Tuan Muda? apa ada yang perlu dilaksanakan? "sahut seorang jenderal TNI diseberang sana


"Mobil yang dikendarai Bram sedang tidak berfungsi Rem-nya, dan dia ada dijalan pemuda dan sudah hampir sampai ke Polres depan


"Apa Dr.Bram Maksudnya? kebetulan aku tengah berada di Polres yang dijalan pemuda itu untuk meninjau keadaan, tuntun saja ia kemari aku yang akan mengurus semuanya disini, sekaligus mengidentifikasi penyebab rem mobil itu tidak berfungsi "titah Andre si Jendral muda yang juga seangkatan Bram, Bryan juga ian.


"Baiklah thanks sob, sampai jumpa di Polsek. "sahut ian mengakhiri panggilannya


"Bry, lho tahu apa yang lho harus lakukan! "titah ian


"Bram, lho dengarkan baik-baik, didepan lho ada Polres dan sohib kita Andre ada disana, beliau menunggumu dan tengah mempersiapkan segala sesuatunya disana, dan lho tenang saja disini juga ada bro Ustadz, beliau juga sudah ikhlas jika sekiranya mobil itu kenapa-kenapa asal lho tidak apa-apa, "titah Bryan


"Kalian tenang saja, ini belum ada apa-apanya dibandingkan apa yang kita lalui dulu kalau lho lupa, dan yang terpenting bukan calon nyonya muda Altarna yang berada di situasi sekarang. "sahut Bram masih setengah bercanda


Ustadz Yusuf yang mendengarnya terharu sekaligus cemas, terharu sebab jika benar Nisa berjodoh dengan ian akan banyak yang menjaganya, cemas karena memikirkan nasib Bram juga siapa penyebab sehingga mobil itu mengalami Rem blong, sebab ia sangat yakin betul jika mobil itu benar-benar dalam keadaan baik-baik saja semalam.


"Kendaraan yang dikendarai Bram berjalan dengan mulus di jalanan tanpa ada yang mengalami kecelakaan, sebab sepanjang jalan ada prajurit yang bertugas mengarahkannya atas instruksi atasan mereka, siapa lagi jika bukan Jenderal Andre, jadilah mobil Nisa yang dikendarainya berhasil memasuki halaman Polres dan ditabrakkan ke matras latihan para prajurit yang telah disusun sedemikian rupa.


"Alhamdulillah, "sahut para prajurit yang menyaksikan. mereka langsung bergerak cepat mengeluarkan Bram lalu mengambil alih kendaraan tersebut.


"Apa yang anda rasakan tuan, "sahut Dr. yang ditugaskan Andre untuk menyambut Bram


"Alhamdulillah, aku tidak apa-apa. jenderal kalian terlalu berlebihan.


"Selamat datang Dr. anda ternyata baik-baik saja. "sahut Andre menghampiri


"Anda memanggilku Dr. tapi masih menyediakan Dr. untukku, "sahut Bram cemberut


"Namanya juga kan antisipasi, Dr. juga kan manusia biasa yang bisa sakit dan syok juga.


"Oh iya ya, thanks tuan jendral, "sahut Bram lalu memeluk seorang yang gagah dengan seragam TNI tersebut.


"Kalian seperti sepasang kekasih yang lama tidak bertemu, "sahut ian yang kini tepat dibelakang mereka.


"Hai tuan muda, "sahutnya sembari langsung memeluknya.


"Lho baik-baik saja sob? "tanya Bryan pada Bram


"Alhamdulillah sob, seperti yang lho lihat


"Bryan, "teriak Andre yang tanpa aba-aba langsung memeluknya


"Apakah anda terlalu merindukanku jendral? masalahnya tenaga anda terlalu kuat, aku sampai kehabisan nafas. "sahut Bryan yang seolah mendapat serangan mendadak


"Sorry sob, hehehe.


"Ada untungnya juga ternyata ni mobil tidak baik-baik saja, "sahut Bram


Sementara yang dipolres tengah membahas tentang kebersamaan mereka,


Ditempat lain beberapa orang tengah bergembira karena rencananya telah terlaksana. mereka sungguh tidak sabar menanti kabar itu beredar.


Sementara Nisa dari tadi tidak bisa tenang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi? ia terus memegangi benda pipih ditangannya, berharap mendapatkan kabar dari Ustadz Yusuf yang dari tadi dihubunginya namun hanya tersambung tapi tidak diangkat. entah mengapa melihat ian panik membuatnya tidak bisa tenang.


Ia tak henti-hentinya berdoa, memohon kepada sang pemilik kehidupan, agar ditenangkan hatinya dan berharap semua baik-baik saja.


Seakan mendapatkan firasat kekhawatiran Nisa, Ustadz Yusuf yang berada di polres teringat Nisa dan berniat menghubunginya.


namun beliau kaget tatkala tidak menemukan apa yang dicarinya.


"Astaghfirullah, ponselku ketinggalan


"Ada apa bro Ustadz, "tanya Bryan


"Aku ingin menghubungi Nisa! pasti sekarang ia tengah tidak tenang, karena perangainya memang seperti itu, siapapun akan difikirkannya jika meninggalkannya dengan keadaan panik, terlebih aku tidak membawa ponsel, pasti sedari tadi ia menghubunginya.


"Telpon saja pakai ponselku, "Sahut ian


"Tidak perlu ditelpon cukup dengan chat saja, "sahut Ustadz Yusuf yang sebenarnya tidak enak, sebab ia yakin beberapa kata pasti sudah cukup membuat Nisa tenang.


"Permisi tuan jendral, tuan-tuan sekalian. hasil penelitian kami mengatakan jika kendaraan yang tadi dikendarai Dr.Bram secara sengaja telah diputuskan Rem-nya.


"Namun untuk mengetahui lebih lanjut jenis alat yang digunakannya, dan siapa sebenarnya yang ingin dicelakai oleh sipelaku tersebut, dan untuk mengetahui sipelaku itu sendiri tentu kami membutuhkan identifikasi lokasi terlebih dahulu untuk mendapatkan petunjuk, sebab sepertinya pelakunya orang yang berpengalaman, sebab mereka menggunakan sapu tangan agar sidik jari mereka tidak terintifikasi. "sahut anak buah Andre panjang lebar


,,,,,,,,,,,,,

__ADS_1


Selamat membaca teman-teman, semoga tidak membosankan. dan semoga kalian suka ya. maaf jika tidak seperti expektasi kalian. Syukron πŸ™πŸ™πŸ™ atas segala sufort melalui like, koment, rate, vote maupun sufort moril dalam bentuk apapun itu. maaf jika masih belum bisa hadir di GC-GC maupun di WA ya ukhty akhy soleh-soleha sekalian. semoga kalian semua sehat murah rezekinya dan selalu dalam lindungan Allah SWT dimanapun berada Aamiin 🀲 🀲🀲🀲


__ADS_2