Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 30 Sahabat segalanya


__ADS_3

*Lihatlah keatas untuk urusan akhirat


*Lihatlah kebawah untuk urusan dunia


untuk menghindari sifat iri, dengki, dan serakah


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


New York 1 Muharram 1442 H***



Seorang gadis cantik berhijab syar'i melamun sembari memandangi lautan lepas. fikirannya melayang entah kemana, ingin bertanya? tapi tidak tau kepada siapa, hanya bisa menangis sembari mengaduh kepada sang penentu takdir.


"Wipe your tears ukhty,! never cry with worldly affairs


"Hapus air matamu ukhty,! jangan pernah menangis untuk urusan dunia.


"ucap seorang pria sembari mengulurkan sapu tangan


ia kemudian menoleh, tepat disampingnya berdiri seorang pria tinggi, hitam manis, badan kekar, berwajah blasteran. namun ditatapnya dengan bingung.



Pria itu seakan faham, sambil tersenyum


"Take this handkerchief, wipe away your tears. sorry if it looks rude. but honestly i do not like to see someone crying, especially a woman, who has the status of angel of the world


"Ini ambil saputangannya, hapus air matamu. maaf kalau terkesan tidak sopan. tapi jujur aku paling tidak bisa melihat seseorang menangis, terlebih seorang perempuan, yang berstatus bidadari dunia, "ucap pria tampan itu tulus, sembari terus mengulurkan saputangan di genggamannya tersebut.


Karena tidak ingin mengecewakan pria tersebut, dengan berat hati ia lalu meraih saputangan tersebut sembari berkata


"Thanks in advance. but sorry i can only take this handkerchief. honestly i have never integrated this closely with a man before, if you are understand. so please leave me alone here

__ADS_1


"Terimakasih sebelumnya. tapi maaf aku hanya bisa mengambil saputangan ini. jujur aku tidak pernah berinteraksi sedekat ini dengan seorang pria sebelumnya, kalau anda muslim anda pasti faham. jadi tolong biarkan saya sendiri disini


"very true what you said ukhty. and i really understand that. sorry once again if it makes you uncomfortable, seeing you cry alone makes me reflex come here, from continuing to defend that principle because, you women are noble and expensive. and what makes you cry now ia to be sure, if Allah SWT is raising your degree. strive to be sincere and think positively, indeed whatever our sadness is now, it will feel light we just surrender to it,


So don't shed those tears of sadness anymore. keep smiling, isn't it just a smile the reward comes closer? well let me go first yes,


and I hope to see you again in the next life.


"Sangat benar apa yang kamu ucapkan ukhty. dan saya saya sangat faham hal tersebut. maaf sekali lagi kalau membuatmu tidak nyaman, melihatmu menangis sendirian membuatku refleks datang menghampiri. pertahankan terus prinsip itu karena, kalian para wanita adalah mulia dan mahal. dan apapun yang membuatmu kini menangis yakinlah,kalau Allah SWT sedang menaikkan derajatmu, berusahalah terus ikhlas dan berfikir positif. sesungguhnya apapun kesedihan kita kini, akan terasa ringan jika kita hanya berserah diri kepadanya, jadi jangan lagi keluarkan air mata kesedihan itu. tetaplah tersenyum, bukankah hanya tersenyum pahala datang menghampiri? baiklah aku pergi ya, dan aku berharap bertemu denganmu di kehidupan selanjutnya, wassaLam. "Sahutnya panjang lebar


Sembari tersenyum, beliau meninggalkan sosok perempuan yang berhasil memporak porandakan hatinya yang selama ini kosong. walaupun perempuan itu baru pertama kali di temuinya, entah mengapa hatinya seakan lari maraton ketika berinteraksi dengannya tadi.. "Astagfirullah, bisa Lupa kalau ada pertemuan dengan klien dan isi tausiyah nanti, Ya dia adalah Ustadz Yusuf.


"Astaghfirullah Lan, lho disini ya? kami sudah mencarimu kemana-mana tau nggak, ucap seseorang yang tidak lain adalah Rani.


Ya, perempuan yang sedari tadi termenung dan berbicara dengan ustadz Yusuf adalah Lan,


"Hai Lan, ngapain sih lho disini sendirian, Acaa kini ikut nimbrung


"Gres, Wiwit, Rara sini, disini,! Lan ada disini. Rani teriak sangat kencang, membuat pengunjung yang lain melirik kearah mereka.


"Sudah-sudah, kita disini nyariin Lan ya, bukan untuk berdebat, "Sahut gres berpura-pura marah


Lan hanya menatap mereka sendu, betapa mereka semualah obat mujarab yang bisa membuatnya lupa sejenak akan problema keluarganya,


"Lan sebenarnya kamu kenapa,? itu mata lho bengkak,! lho menganggap kami semua ini apa,? bagaimana bisa kamu berada ditempat ini sendiri sembari menangis,? sahut Rara ikutan sedih


"Lan, kita tahu bahwa semua orang punya privasi, dan kita semua sudah setuju, untuk saling terbuka dan berbagi suka dan duka. memang ada hal-hal yang memang tidak untuk diceritakan, tapi yang kamu alami ini tidak termasuk,, jelas-jelas kamu menangis, berarti kamu ada duka, dan kamu menutupi dari kami semua, "Rani kini menimpali


"Ya sudahlah teman-teman, kita jangan juga memaksakan Lan, mungkin dia butuh waktu untuk menceritakan kepada kita, yang penting kan sekarang kita sudah memastikan kalau dia baik-baik saja, Rara berucap sembari memeluk Lan


"Maafkan aku gays, karena telah membuat kalian khawatir, sampai-sampai nyusul kesini, padahal kan lumayan jauh jaraknya,!


Lan yang sedari tadi diam, merasa bersalah kepada para sahabatnya yang selalu tulus menyayanginya

__ADS_1


"Aku bukannya ingin menutupi sesuatu dari kalian, cuma belum ada waktu lagi untuk kita Heng-out, "bukankah kita baru berkumpul lagi setelah hampir sebulan ya,?


Yang lain seakan berfikir, "Wah Lan suka benar ya,! ingat aja kalau kita hampir sebulan nggak pernah kumpul lengkap seperti ini, sahut Wiwit cepat dan tepat


"Apa memang sebaiknya aku tidak ikut kalian ke Indonesia Minggu depan ya, "Sahut Lan kini dengan sedih


"Ee kenapa bisa seperti itu,? bukankah kita sudah sepakat dari jauh-jauh hari,? "Sahut Rani heran


"Itulah yang membuat ku sedih gays, entah kenapa ummiku sangat sensitif kalau aku berbicara tentang Indonesia, dan puncaknya terjadi kemarin, aku bertengkar dengannya karena beliau melarang aku ikut kalian keindonesia,!


"Memang ada apa di Indonesia,? sehingga ummimu sangat tidak suka kamu kesana,? "tanya Aca heran


yang di angguki oleh semua


"Ya karena itu, astaghfirullah aku sampai emosi, sebenarnya aku tidak masalah kalau ummi melarang, tapi ini ummi melarang tanpa penjelasan, beliau hanya berkata, "pokoknya tidak boleh keindonesia titik. tapi beliau tidak menjelaskan alasannya kenapa sampai aku tidak boleh menginjakkan kakiku diindonesia padahal setahuku ummiku Lahir disana, Kan aneh. "Itulah kenapa aku makin penasaran dan sangat ingin pergi kesana, karena tidak mungkin ummiku melarang kalau tidak ada sesuatu disana. tapi disatu sisi, aku akan menjadi anak durhaka kalau tetap pergi keindonesia tanpa ridho ummi. dan aku sama sekali tidak menginginkan itu, itu sangat bertolak belakang dengan naluri ku, ini saja untuk pertama kalinya aku melawan umi dan bertengkar dengannya, selama ini aku hanya diam dan menuruti semua kata-kata ummi kala berbicara yang bersangkutan dengan Indonesia, tapi aku tidak habis fikir saja, kenapa jadi melarang aku juga kesana, bukankah aku masih memiliki keluarga disana, yang tidak pernah aku jumpai dari aku lahir? "Sahut Lan panjang lebar


Sahabat-sahabatnya begitu serius mendengarkan setiap kata yang diucapkan Lan, otak mereka seakan buntu, tidak tau mau kasih solusi apa,! karena mereka semua anak yang patuh, dan berbakti


"Kenapa tante Nurul masih saja melarang Lan untuk keindonesia ya,? apa mungkin dia takut kalau paman William akan mengambilnya,! atau ada hal lain,? aku harus kasih tau Deddy tentang hal ini, Lan dan Tante Nurul harus keindonesia pokoknya,! mereka mempunyai hak yang sama dengan bang ian dan Mommy Sharen, begitulah fikiran Gres yang memang sedikit banyaknya tahu akan kisah dimasa lalu tersebut.


"Ya sudah, sekarang kita semua pulang ya,! lho juga Lan, dan aku janji akan membuatmu menginjakkan kaki di Indonesia, kami tidak akan kesana tanpa dirimu dan ummimu, "sahut Gres. refleks Lan memeluknya, diikuti oleh Rani,Rara,dan juga Aca, "Thanks gays, kalian yang terbaik pokoknya, "sahut Lan disela-sela pelukan mereka.


"Hai kalian sudah mirip banget sama serial kartun si Teletubbies, yang juga berjumlah empat orang, yang hobbynya pelukan terus "Sahut Wiwit yang sebenarnya gemes akan keempat sahabatnya tersebut.


"Bilang aja lho iri kan,? ngaku aja deh, "sahut aca


"Tenang aja lho kebagian pastinya wit, kita berlima kan tidak terpisahkan, jadi kalau kami berempat adalah Teletubbies, maka kamu adalah si NuNu, "sahut Rani mengejek


Hahaha seketika tawa mereka semua pecah,!


"Enak aja diriku yang sudah paripurna seperti ini, disamakan seperti si penghisap debu (NuNu). sahut Wiwit pura-pura marah namun malah terlihat gemes.


"Sudah-sudah ayo kita pulang, sudah hampir senja ini. besok aja kita Heng-out lagi oke,

__ADS_1


"oke cusss, gayss "sahut mereka serempak


__ADS_2