
Seorang pria dibawah sana terus saja memperhatikan gadis cantik berhijab syar'i diatas sana! hanya menyaksikan? tetapi tidak tega, mau menghampiri tapi ragu, bagaimana pun mereka tidak seakrab itu, ditambah lagi sang pujaan hati berada di tempat privasi (kamar).
"Andai sudah halal sudah dipastikan aku akan mendekapmu,memelukmu,dan tak akan kubiarkan setetes pun airmata membasahi pelupuk matamu kecuali itu airmata bahagia, "Batin sang pengagum.
Menit berganti jam, ia masih setia memandangi rembulan hati diatas sana, karena kristal bening sang pujaan tak kunjung berhenti, dengan tekad pasti ia harus menghampiri.
"Assalamualaikum Abi! Yusuf ingin menghampiri Lhan ke kamarnya boleh?
Kyai Gunawan dan kyai Abd.Rasyid saling pandang.
"Silahkan, tapi panggil satu dua orang untuk menemani, tapi sebelumnya minta ijin dulu kepada ummi Nurul, dan kalau kemudian beliau tidak mengijinkan jangan nekat. "sahut kyai Abd.Rasyid sembari tersenyum, bagaimana pun beliau juga pernah muda, jadi faham sekali apa yang terjadi dengan ustadz tampan tersebut.
"Insyaallah Abi, Yusuf sangat faham apa yang harus dilakukan.
Ustadz Yusuf kemudian menuju ke asrama santri ingin mengajak mereka untuk menemani, setelah sebelumnya meminta ijin kepada ummi Nurul. dan ummi Nurul menyetujui karena beliau sangat faham kalau sang putri kini butuh sufort, dan lagi yang akan mensufort seorang ustadz, tentu banyak nasehat-nasehat positif yang akan beliau tanamkan diotak putri satu-satunya tersebut, untuk menerima semua yang telah terjadi didalam hidup.
"Assalamualaikum bro ustadz! "sahut Bram yang melihat ustadz Yusuf melintas
"Wa'alaikumsalam, kalian kenapa berada disini? "jawabnya
"Terus kami harus kemana lagi bro ustadz? kalau bukan ditaman belakang yang indah ini, soalnya mau menyaksikan bidadari indah tidak bisa! karena mereka punya tempat tersendiri.
"Astaghfirullah hehe, seharusnya kalian sadar kalau lagi dimana! bidadari-bidadari disini memang tersembunyi, kan bukan bidadari kalau dipamerkan, sebagaimana bidadari di surga kan.
Stetment yang benar-benar menyentuh bagi dua tuan muda tersebut.
"Terus bro ustadz sendiri mau kemana? "kini Bryan yang menimpali
"Oo saya ingin menemui beberapa ustadz untuk menemani saya bertemu salah satu bidadari disini.
"Kami saja yang menemani bro ustadz, sekalian ingin belajar bagaimana berinteraksi dengan bidadari dunia hehe.
__ADS_1
"Kalian serius?
"Dua rius malah bro! hehe
"Baiklah, tapi kalian diam saja nanti ya! karena bidadari yang ini lagi bersedih.
"Kalau sambil ngelawak boleh tidak? siapa tahu bidadarinya tersenyum, kan lumayan pahalanya, "sahut Bryan yang memang tidak bisa untuk diam.
Yusuf tersenyum melihat tingkah keduanya, mereka belum lama saling mengenal namun keakraban mereka seolah sudah berlangsung lama.
"Assalamualaikum, "sahut mereka bertiga serempak
"Wa'alaikumsalam, "sahut Bu Ina dibalik pintu
"BI Ina ada disini juga? "tanya Bryan
"Ingin bertemu yang bukan mahram harus ada yang tua menemani, "sahut Bu Ina
"Assalamualaikum ya ukhty! "salam ustadz Yusuf
Wa'alaikumsalam, "jawabnya
"Apakah boleh saya berada disini?
"Tapi! jawab Lhan ragu
"Kita tidak sedang berdua, insyaallah saya faham kodrat kita yang bukan mahram.
Ini ada Bang Bryan dan Bram dan juga Bu Ina, jawab ustadz Yusuf meyakinkan
Yang hanya direspon anggukan oleh Lhan. sembari menuruni ayunan dan menuju ke meja yang ada di balkon tersebut
__ADS_1
"Mari duduk! ajak ustadz Yusuf kepada Bryan dan Bram
"Maksudnya kami juga duduk disini? "sahut Bryan heran
"Tadi katanya ingin menemani! "heran ustadz Yusuf
"Iya menemani, kalian berdua berbicara disini sedangkan kami mojok disana dengan Bi Ina, "Sahut Bryan lagi
"Hehe, tawa ustadz Yusuf. "Kalau kalian dipojokan sana terus sama saja kalau kami berduaan, lalu kenapa harus repot-repot mengajak kalian.
"Jadi beneran kami harus duduk disini? dan mendengarkan semua yang kalian bicarakan gitu?
"Ya kodratnya memang seperti itu! kenapa harus takut pembicaraan kami didengar oleh kalian? itu berarti saya lebih takut kepada kalian daripada sang pencipta, karena apa yang akan dan belum kita ucapkan semua tidak luput dari pengetahuannya. dan apa yang kita ucapkan dan lakukan kelak akan dipertanggungjawabkan tidak ada satupun yang terlewatkan. Insyaallah saya disini ikhlas hanya untuk mengetahui kabar adik Lhan, dan semoga bisa sedikit mengurangi kegundahan dihatinya, Insyaallah aamiin. dan saya yakin yang maha kuasa diatas sana mengetahui niat baik saya tersebut.
Lhan malah tertawa menyaksikan perdebatan mereka yang terdengar lucu, sejenak ia terhibur dengan kehadiran mereka semua.
Bu Ina datang dengan mimuman dan makanan ringan juga buah untuk mereka semua.
"Jadi sampai kapan kalian mau berdiri sepertu? silahkan duduk. "sahut Lhan
"Hmhm, apa kesedihanmu di pinggir pantai Newyork waktu itu adalah kesedihan yang sama dengan yang sekarang?
"Saya malah lucu kala mengingat waktu itu! Saya yang sangat tidak bisa melihat perempuan menangis rerflec mendatangi tanpa bertanya asal darimana? namanya siapa?
"Fokus saya waktu itu hanya bagaimana gadis tersebut menghapus kristal bening di pelupuk matanya sembari tersenyum.
"Biarpun waktu itu kita bertemunya hanya sebentar dan sama sekali tidak membahas apapun selain kenapa kamu bersedih? Itu membuat saya berharap suatu saat dipertemukan kembali olehmu, dan benar saja dunia malah terasa begitu sempit karena ternyata adek sendiri adalah anak dari ummi Nurul, yang sebelum keberangkatan ke Newyork, beliau berpesan untuk saya tinggal dirumahnya selama berada di negeri Paman Syam sana! namun mungkin Allah SWT belum memberi jalan untuk kita bertemu saat itu, karena Allah SWT memutuskan untuk kita bertemu kembaLi ditempat yang insyaallah berkah ini di acara yang Masya Allah.
"Jadi kalau tidak keberatan, sebenarnya apa yang membuatmu sedih sampai larut seperti ini? "sahut ustadz Yusuf panjang lebar
"Entahlah, tapi justru aku bingung! "sahut Lhan yang sedikit tersentuh dengan kalimat ustadz tampan dikursi yang berjarak satu meter dengannya tersebut.
__ADS_1