Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 46 Penyesalan akan selalu dibelakang


__ADS_3

Sedangkan disudut ruangan yang sama namun ditempat yang berkilo-kilo jauhnya dari pesantren tersebut, seorang gadis yang untuk pertama kalinya mengenakan hijab terlihat pula merenung di balkon kamarnya. namun bedanya tidak ada pangeran yang datang walau untuk sekedar menyuruhnya untuk tidur.


Untukmu...


Seseorang yang tak akan pernah kumiliki!


Bisakah aku berharap lebih?


Walaupun itu mustahil, itu semua mimpi.


Dan aku tak pernah tahu cara mewujudkannya.


Cara untuk memperjuangkannya.


Sayang...


Jujur ini sangat sakit!


Menunggu kepastian, menunggu waktu


Antara berpisah atau bersama.


Ini sangat sakit sayang, sampai kapan kepastian itu datang?


Aku sungguh menyesali telah melepaskan sosok pangeran hanya demi sebuah ambisi, yang sama sekali tidak kumengerti.


By, Selena Atmajaya


Lamunan panjangnya berhenti saat seseorang datang menyapanya.

__ADS_1


"Non Sely sudah waktunya makan malam, mari turun non, "sahut bi Sumi


"Sely belum lapar bi, biarkan saja mereka makan terlebih dulu! bibi juga sana gi makan, Sely sudah besar bi, jadi kalau lapar bisa ambil sendiri


"Jangan membohongi bibi non! dari tadi siang non belum makan apa-apa kan? ini makanan yang bibi bawa tadi siang masih utuh tak tersentuh sesendok pun, sebenarnya ada apa? dan lagi ini pakaiannya Masya Allah cantik sekali non.


"Alah palingan juga ikut-ikutan seperti pacarnya ian, "sahut Ocha dibalik pintu dengan angkuhnya


Hai Sely! terima nasib saja kalau ian sudah mendapatkan pengganti lho, pake mogok makan segala lagi, ya sudahlah bi tidak usah diurusin, malah bagus kalau dia tidak mau makan berarti stok makanan tidak akan habis dong.


"Bisa diam tidak lho, kalau lho kesini tidak ada keperluan lebih baik lho keluar sekarang! "sahut Sely tidak terima


"Enak aja lho ngusir, lho amnesia atau apa sih? hebat sekali ya cintamu kepada tuan muda itu bisa membuatmu amnesia haha. ini rumah, rumah siapa? apa perlu diingatkan lagi hm? orang tua lho itu sudah meninggal, dan keluarga lho semua jauh entah dimana, masih untung mami aku mau nampung lho disini.


"Hei Ocha, aku juga tidak akan seperti ini kalau bukan lho sama mami lho itu! yang mau balas dendam tapi tidak berani malah memperalat aku, jadi disini siapa yang memerlukan siapa hmhm? memang keluargaku semuanya jauh, tapi aku senang hidup sendiri, malah mami lho sendiri yang jauh-jauh dari Indonesia ke Korea hanya untuk menjemputku, jadi kata-katamu yang tadi malah sangat cocok untukmu, dan apa kamu fikir selama aku disini aku menggunakan uang kalian tidak sama sekali! bahkan sepeserpun aku tidak pernah mendapatkan dari lho maupun mami lho. aku membiayai hidupku sendiri "sahut Sely dengan emosi


"Haha ya memang harus seperti itu, tidak mungkin kan kalau lho numpang dibiayain juga, lucu ya lho! Oh ya, baru sekarang lho menyalahkan mami aku ketika ian sudah menemukan pengganti lho, kemarin-kemarin waktu lho bahagia dengan situan muda itu kemana aja lho ha? jangan menyalahkan kalau lho juga pengen, justru sekarang lho menyesal kan dijauhin dia? Haha tu ada kaca besar buat lho ngaca, kemana-mana perempuan yang kemarin bersama ian itu seratus kali lebih segalanya dari lho! Dia cantik, manis, dan umurnya sepertinya masih belasan tahun. dan lagi apa ini? "sembari menarik gamis yang dikenakan Sely. lho mau nyamain pakaian pacar si ian? haha sampai kucing bertanduk pun ian tidak akan pernah melirik lho lagi!


"Aku tidak tahu soal stempel yang kamu maksud.


Plakkk. seketika itu juga ada telapak tangan yang mendarat tepat di pipi mulus Sely, bukan Ocha pelakunya melainkan sang mami Miranda.


"Dasar anak tidak tahu diuntung ya kamu? berani-beraninya membodohiku! kamu fikir kenapa aku dengan muda membongkar identitas kita jika Stiven tidak memberi tahu kalau kamu sudah mengetahui keberadaan stempel kepemilikan semua aset atas nama Arga Zulian hah! karena tanpa stempel itu kita masih belum bisa menguasai apa-apa walaupun ada surat penting sekalipun yang kita kuasai.


Sely memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan tersebut, ia masih dengan senyum sinisnya karena baru mengetahui hal sebesar itu, ia memang tidak tahu apa-apa.


"Justru aku yang bodoh mau saja membantu kalian waktu itu, padahal ian dan keluarganya tidak pernah sekalipun berbuat salah kepada keluargaku. "batin Sely


"Maaf tan, tapi Sely benar-benar tidak faham akan stempel yang tante maksud, ian tidak pernah menyinggung soal stempel itu kepada Sely.

__ADS_1


Plakkk. sekali lagi telapak tangan Tante Miranda mendarat, kali ini disudut bibir Sely yang berhasil membuat darah segar mengalir dari sana.


Dan karena kerasnya tamparan itu! selain sudut bibir Sely yang berdarah, ia juga tersungkur kelantai.


"Nyonya sudah nya? mungkin memang benar Non Sely tidak mengetahui apa-apa! bukankah selama ini non Sely selalu menuruti kata-kata kalian! "sahut bi Ina sembari membantu Sely untuk berdiri.


Tante Miranda kemudian keluar dari kamar Sely diikuti Ocha dibelakangnya.


"Yang sabar ya non! "sahut Bi sumy sembari mengobati luka di sudut bibir Sely


"Tidak apa-apa Bi, Sely sudah sering mendapatkan seperti itu! Sely malah berfikir tentang ian Bi.


"Apakah non Sely masih menyukai Den Arga?


"Siapa yang tidak menyukainya Bi! ia begitu penyayang dan perhatian kepada orang yang dicintainya, tapi begitu beliau marah tidak ada penawarnya bahkan dengan orang yang dicintainya sekalipun.


"Biarpun Sely menyesal juga sudah tidak ada gunanya bi, meskipun Sely sangat ingin waktu ini diputar kembali, Di waktu dimana Sely dan ian bertemu untuk pertama kalinya. yang real karena tidak sengaja, bukan karena setingan dari Tante Miranda.


"Sekeras-kerasnya hati manusia pasti ada kelembutan didalamnya Non, bagaimanapun Non Sely sudah pernah masuk kedalam kehidupan Den Arga, pasti beliau masih menyimpan perasaan itu walau mungkin beliau tidak mengakuinya, Karena mengubah perasaan suka ke benci itu tidak mudah begitupun sebaliknya, seseorang pasti butuh waktu untuk itu. "nasehat Bi Sumy


"Tapi Sely tidak mau berangan-angan sampai kearah sana bi, ian mau berteman dengan Sely saja itu mustahil Bi apalagi yang lebih dari itu sangat-sangat tidak mungkin, bagaimanapun hal yang paling dibenci Ian adalah pengkhianatan, lagipula sudah ada perempuan yang sangat pas untuk mendampinginya.


"Darimana Non tahu kalau perempuan itu adalah calon pendampingnya? bisa sajakan itu alasan ian untuk membalas Non Sely!


"Bibi salah! justru waktu itu ian malah tidak melihat kami, hanya kami yang melihatnya. dan kami mendengar dengan jelas perkataan ian kepada perempuan itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


***Terkadang***

__ADS_1


Allah membuat kita merasa lemah dan kesepian untuk mengingatkan, bahwa kita selalu membutuhkan Allah dan kekuatannya,


Tanpanya kita tidak dapat melakukan apa-apa


__ADS_2