
"Mereka fikir bisa mempermainkan penyidik, haha, "sahut Jenderal Andre sembari tertawa
"Tawamu membuat merinding tuan jendral, "sahut Bram
"Ternyata ketakutanmu masih belum berubah ya? "sahut Andre sembari tersenyum
"Berhenti mangejekku dan katakan apa yang telah lho ketahui?
"Santai Dr. ini baru infestigasi awal, selebihnya kita tunggu penyidik yang aku tugaskan dilokasi
"Terus kapan mereka akan kembali? "sahut ian menyela
"Sabar sedikit tuan muda, karena selain ingin memeriksa langsung tempat kejadian, CCTV adalah petunjuk yang sangat akurat, namun aku yakin mereka pasti menghindari itu sebab sidik jari saja berusaha ia sembunyikan meskipun tetap kecolongan apalagi CCTV
"Maaf Ndre, tapi ini menyangkut seseorang yang sangat ingin kumiliki, "sahutnya frustasi
"Wah, siapakah perempuan yang mampu membuatmu frustasi seperti ini tuan muda? Angel, putri, atau Shely? "sahut Andre masih dengan candanya
"Cih, mereka bahkan tidak ada apa-apanya dengan Nisa, dan sama sekali tidak bisa dibandingkan meskipun mereka bertiga menjadi satu. dari segi kecantikan, kepribadian, dan cara dia memposisikan diri sebagai wanita yang sangat mahal.
"Baiklah, baiklah aku faham. meskipun aku belum pernah melihat perempuan itu tapi aku yakin ia begitu istimewa sebab lho tidak sembarangan jika menyukai seorang perempuan.
"Nah itu lho faham, dan sekarang beritahu apa yang sejauh ini lho tahu?
"Pelaku itu rupanya tidak terlalu pintar, alias pintarnya hanya setengah. dia berusaha menyembunyikan sidik jarinya di kabel rem itu, tapi sewaktu membuka pintu kemungkinan itu sidik jarinya, tapi selebihnya kita tunggu tim identifikasi terlebih dahulu.
"Mungkin saja itu memang benar, tapi mungkin sidik jari yang anda maksud adalah punya saya, dan seseorang yang telah menservis mobil itu, "sahut Ustadz Yusuf menyela
"Oh begitu ya? tapi ada tiga sidik jari dipintu mobil itu, jika yang anda ceritakan memang benar kemungkinan salah satu sidik jari itu ya milik sipelaku. dan anda siapa? "sahut Andre
"Panggil Yusuf saja jendral, saya adalah Abang dari yang punya mobil ini. mobil ini sampai pesantren ba'da isya, dan tidak ada lagi yang memakainya setelah itu selain aku, yang memakainya ke masjid sebeLah karena mengisi tausyiah subuh disana, karena mobil yang aku punya susah untuk keluar sebab diapik mobil lainnya, "sahut Ustadz Yusuf panjang lebar
"Kalau seperti itu berarti sudah dapat kita simpulkan perkaranya, namun sekali lagi kita butuh bukti konkrit, tidak bisa dengan menduga-duga meskipun benar, dan semua tidak bisa serba cepat, sebab bukankah sesuatu yang dikerjakan dengan terburu-buru itu tidak baik? dan kalau boleh tahu apa adik anda punya musuh?
"Anda sangat benar pak Andre, tapi ALhamduLillah adik saya itu menurut pemantauan saya sama sekali tidak punya musuh, jangankan untuk menyakiti orang! membuat orang tersinggung dengan ibaratnya satu kata saja itu insyaallah tidak pernah. dan jangankan sesama kita manusia, memukul nyamuk saja yang jelas-jelas telah menggigitnya dia tidak tega.
"Wahh, mendengarnya saja aku takjub lho, bagaimana melihatnya? tapi jangan panggil saya bapak dong, terkesan sangat tua diriku. panggil Andre saja sebab mungkin kita seumuran atau mungkin anda lebih tua dari saya!
"Jangan menolak tua anda tuan jendral, dimana-mana yang berstatus berseragam loreng-loreng seperti anda ya dipanggilnya bapak, dan bro Ustadz ini seumuran dengan kita, "sahut Bryan menyela
"Tapi dimana-mana saya lebih tinggi dari kalian semua meskipun saya hanya mondok di pesantren desa sekalipun, "sahut Ustadz Yusuf
"Anda terlalu PD bro Ustadz, dan jangan merendah! aku tahu jika lho lulusan Kairo, "sahut Bram
__ADS_1
"Ee aku tidak kepedean ya! lihat saja yang berstatus polri biarpun jendral tetap saja jika memberi instruksi hanya kepada bawahannya, dan yang berstatus Dr. hanya memberi instruksi kepada perawatnya atau asistennya, yang CEO juga demikian memberi arahan hanya kepada bawahannya. berbeda dengan seorang dengan status Ustadz, dari baret merah hingga baret putih, dari Dr. hingga pasien, dari CEO sampai karwayan, dari yang kaya sampai yang miskin, dari remaja hingga anak-anak, semua duduk diam jika melihat atau mendengar Ustadz lagi tausyiah, "sahut Ustadz Yusuf sedikit bercanda
"Iya benar hahaha, anda ternyata jago bercanda Ustadz, "sahut mereka serempak sembari tertawa.
Dan tawa mereka terhenti kala para penyidik menghampiri mereka.
"Mari kita bicarakan diruangan saya, "sahut Andre mulai serius
"Disini terlihat jelas ada dua orang laki-laki, "tunjuk salah satu penyidik pada tayangan CCTV pada layar, dan sangat jelas jika mereka memang mengincar pemilik kendaraan itu, sebab disini terlihat ada sepuluh unit kendaraan yang parkir, dan mereka terlihat hanya mencari kendaraan tersebut untuk dieksekusi, dan lihat saat yang satunya mengeksekusi, yang lainnya berusaha menutupi CCTV untuk menyulitkan penyidik jika kecelakaan yang mereka rencanakan itu terjadi, dan cerobohnya mereka, mereka hanya mengetahui CCTV yang tepat berada diatas mobil tersebut, namun tidak melihat dua CCTV yang merekam mereka sedari sibuk mencari mobil yang dimaksud. dan mereka juga seperti meletakkan sesuatu di jok depan mobil itu, "sahut penyidik itu panjang lebar
ian yang mendengarnya begitu geram, bagaimana bisa orang yang sangat baik, ada yang tega ingin mencelakakannya bahkan menginginkan nyawanya?
"Tak akan kubiarkan sesuatu apapun terjadi padamu Nis, itulah sumpahku, aku akan melindungimu bagaimana pun caranya, dan aku rela kehilangan nyawa jika itu untuk menyelamatkanmu, "batin ian
Sementara Bryan langsung menuju ke parkiran untuk memeriksa jok depan mobil Nisa yang kata bapak penyidik telah disembunyikan sesuatu didalamnya oleh sipelaku, dan disaat dia menemukannya betapa geramnya ia melihat isi amplop berukuran sedang tersebut, biarpun ia bukan penyidik tapi melihat isi dari amplop tersebut membuatnya kini mengetahui siapa dalang dibalik percobaan kecelakaan tersebut.
Bryan pun berlari menuju ruangan jendral Andre untuk berkumpul dengan yang lainnya, namun ia menyembunyikan amplop itu dibalik jasnya, meskipun panik tapi ia pun tahu situasi dan kondisi.
"Maaf sebelumnya aku tinggal sholat dhuhur dulu ya! silahkan kalian Lanjutkan atau jika kalian ingin pulang, silahkan saja tidak apa-apa, "sahut Ustadz Yusuf
"Kita datangnya bersama maka kita pun pulang bersama, dan pantang pulang sebelum mengetahui siapa dalang dibalik ini semua, Nisa tidak boleh kenapa-napa akibat tangan-tangan kotor itu, "sahut ian geram
"Jangan seperti itu tuan ian, saya sangat faham perasaan anda, tapi tidak ada yang bisa melawan maupun menawar kehendak sang maha kuasa, biarpun segala usaha dilakukan seseorang untuk mencelakai seseorang namun jika Allah SWT tidak menghendaki maka usaha mereka yang sempurna itu jelas tidak akan terwujud barang sedikitpun, namun sebaliknya jika Allah SWT menghendaki kita kecelakaan biarpun kita berhati-hati berkendara dengan segala perhitungan yang maksimal, tetap saja kita akan kecelakaan diwaktu dan tempat yang sudah ditetapkan olehnya. dan tentu semua itu bisa kita hindari dengan amal Sholeh, sedekah, dan banyak istighfar dan selalu berserah diri atas segala Qadha dan Qadhar Allah SWT, "sahut Ustadz Yusuf panjang lebar sembari berlalu meninggalkan mereka untuk sholat Dhuhur berjamaah di masjid.
Sepeninggal Ustadz Yusuf, Bryan kemudian mengeluarkan amplop yang disembunyikannya lalu menghempaskannya begitu saja diatas nakas.
"Ini yang aku temukan di jok depan mobil Nisa, dan aku tidak tahu bagaimana reaksi Nisa jika melihatnya. "sahut Bryan
ian makin geram melihatnya.
Andre yang menyadarinya pun bersuara, "jangan gegabah dalam mengambil keputusan, selalu ingat satu hal, yang terburu-buru itu terkadang tidaklah baik, sahutnya menenangkan namun sepertinya tidak berhasil, melihat sorot mata ian yang siapapun yang melihatnya akan lari terbirit-birit karena ketakutan.
"Kami faham perasaan lho ian, tapi ingat ada hati yang harus lho jaga, ada hati yang butuh keyakinan lho, yang harus lho fikirkan bagaimana lho benar-benar bisa melindunginya dua puluh empat jam, untuk kasus ini serahkan saja sepenuhnya kepada Andre. "sahut Bryan mencoba menenangkan
"Jika yang punya kendaraan merasa tidak memiliki musuh, berarti hanya dua kemungkinan. yang pertama seseorang yang iri dengan segala pencapaian Nisa itu, yang kedua seseorang itu menginginkan sesuatu yang menjadi milik Nisa atau ingin memiliki Nisa itu sendiri.
"Saya rasa yang kedua lebih masuk akal. tapi dua-duanya seolah benar, seseorang ingin memiliki sesuatu yang dimiliki Nisa! mungkin saja itu ian, atau seseorang itu ingin memiliki Nisa itu sendiri itu juga mungkin, sebab Nisa begitu banyak yang ingin memiliki, "sahut Bram.
"Jangan menuduh sesama tanpa bukti, itu bisa dikategorikan zholim, kita serahkan saja kepada para penyidik yang profesional di bidangnya. selebihnya kita memohon, berserah diri kepada sang maha kuasa, dan ikhlas apapun yang terjadi kita harus menerimanya dengan lapang dada, bukankah dengan Dr.Bram yang membawa mobil itu lalu beliau berhasil menghubungi ian dan Bryan kemudian ditolong oleh Andre, adakah suatu kebetulan? tentu saja tidak, tidak ada yang kebetulan dimuka bumi ini, jika tidak atas skenario yang disusun rapi oleh sang penguasa jagad. dan kita juga dilarang main hakim sendiri sebab semua sudah ada prosedurnya masing-masing, jadi tidak ada urusan dunia yang boleh membuat kita risau. sebab semua sudah ada takarannya masing-masing, "sahut Ustadz Yusuf panjang lebar yang muncul dari balik pintu
Sontak pernyataan Ustadz Yusuf membuat semua terdiam, terutama Andre yang begitu kagum padanya, diusia muda sudah menjadi Ustadz yang jam terbangnya sudah tidak diragukan lagi, namun berbeda dengan ian yang hanya mendengarkannya namun tidak mengindahkannya, dia begitu geram atas apa yang telah orang-orang itu coba lakukan kepada Nisa, ia tidak habis fikir seandainya benar-benar Nisa kecelakaan sesuai yang mereka harapkan, ia akan kehilangan pujaan hatinya sebelum ia memilikinya.
"Ustadz Yusuf, kapan kyai Abd.Rasyid pulang dari tanah Mekkah? "tanya ian kemudian
__ADS_1
"Insyaallah jika tidak ada halangan, mungkin dua hari lagi, "jawabnya
"Apakah boleh aku menginap dipesantren sembari menunggu kepulangan beliau? "tanya ian lagi
"Boleh saja silahkan, tidak apa-apa. asalkan tidak melewati rambu-rambu yang ada ya? "sahut Ustadz Yusuf sembari tersenyum
"Dan Aku berani bersumpah untuk itu pak ustadz, tenang saja. "sahut ian yang seakan faham maksud dari ustadz Yusuf
"Andre, Bryan, juga Bram hanya diam menyimak. mereka tidak tahu-menahu rencana apa yang telah dipersiapkan sahabat mereka tersebut, Tidka ada jalan lain selain mereka mengiyakan dan menyetujui apapun keputusannya nanti.
"Kalau begitu kami semua pamit dulu Ndre, thanks ya bro atas semuanya, ditunggu kabar baiknya, "sahut ian sembari memeluk jendral Andre diikuti yang lainnya
Namun baru saja mereka ingin keluar dari ruangan Andre ponsel ian berdering menampilkan nama seorang perempuan yang membuatnya panas dingin. dengan tersenyum ia mengangkat panggilan tersebut
"Iya Nis, "sahutnya lembut
"Maaf ka ian jika Nisa mengganggu! tapi apa telah terjadi sesuatu? kepergian kalian yang terburu-buru, dan tadi Nisa di kagetkan dengan kedatangan para tim penyidik dari kepolisian, namun mereka tidak mengatakan apa-apa, apa ada hubungannya dengan kepergian Kaka tadi? dan apa Kaka dan yang lainnnya dalam keadaan baik-baik saja? "sahut Nisa diseberang sana dengan sangat risau.
"Nisa yang tenang ya! dan jangan terlalu banyak fikiran, semua baik-baik saja oke, "sahut ian mencoba menutupi yang sebenarnya terjadi
"Semua baik-baik saja, tetapi kenapa ponsel Kaka sangat susah dihubungi?
"Apakah Nisa sangat ingin mendengar suara Kaka? "ian menutupi sesuatu itu dengan bercanda, berharap Nisa tidak terlalu bertanya.
"Kakaaaaa, Nisa serius jadi jangan bercanda ya, Nisa sungguh tidak bisa tenang jika memikirkan sesuatu hal, Nisa hanya bisa tenang jika semuanya benar-benar Nisa pastikan baik-baik saja.
"Iya iya Kaka faham, tapi benar semua memang dalam keadaan baik, dan ini baru saja kami semua ingin kembali ke pesantren tapi Nisa sudah menelfon.
"Benarkah itu? baiklah, silahkan kembali jika seperti itu
"Apakah Nisa mengharapkan Kaka kembali kesana?
"Kakaaaaa, maksud Nisa cepat semua kembali kesini, jadi Nisa bisa pastikan jika sesuatu hal memang tidak pernah terjadi, dan kalian benar-benar dalam keadaan sangat baik
"Apakah Nisa kurang percaya sama Kaka?
"Bukan seperti itu kaka, hanya saja pengalaman Nisa dari bang Yusuf, selalu katanya baik-baik saja tapi terkadang pulang dalam keadaan memarlah, habis diperbanlah, jadi tolong kalian jangan menyembunyikan sesuatu pada Nisa, Nisa sungguh kwahatir pada kalian semua
"Nisa juga harus faham laki-laki, terkadang tidak semua hal kita jujur apalagi jika menyangkut soal kekerasan, sebab terkadang kita berusaha untuk menghindarinya, malah mereka yang datang sendiri berbuat ulah. jadi maklumi saja ya, dan tentu Nisa tahu apa yang harus Nisa lakukan kan?
"Nisa berusaha mengerti meskipun Nisa tidak ingin, dan apa yang ian maksud adalah memohon kepada Allah SWT? Alhamdulillah kepadanya tempat Nisa pertama kali meminta, memohon, dan mengaduh. jika seperti itu Nisa hanya pesan satu hal, dalam keadaan apapun jangan utamakan emosi atau marah, sebab marah benar-benar sifat dari syaitan. Syukron ka, ee terimakasih semoga Kaka mendapatkan hidayah.
"Hidayah Kaka adalah Nisa. yasudah kami akan sampai sebentar lagi, untuk sementara jangan keluar pesantren dulu ya! jika tidak bersama Kaka, Ustadz Yusuf, Bram juga Bryan. sudah dulu ya!
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Nisa, ian mengakhiri panggilannya entah mengapa, hanya mendengar suara merdu Nisa membuat jiwa laki-lakinya muncul.
"Apakah perempuan itu benar-benar telah mengubah kepribadian mu yang arogan tuan muda? benar-benar ajaib, sungguh aku begitu penasaran mengenai sosok perempuan itu. "sahut Jendral muda Andre.