
"Ya sudah, kalian ingin tetap disini atau ikut kami kevilla,? "Sahut tuan Jack bertanya kepada tuan William dan istrinya
"kami tentu saja akan ikut dengan kalian, " sahut nyonya sharen yang sebenarnya merasa sangat nyaman berada di lingkungan baru tersebut, tetapi berhubung karena keluarga tersebut masih kerabat dengan Nurul beliau menjadi ingin secepatnya keluar dari tempat tersebut.
"Baiklah pak kyai, terimakasih atas pertolongan dan tumpangannya kepada kami beberapa hari ini, dan kami mendapat pengajaran yang sangat berharga di tempat ini, "sahut tuan William tulus yang sebenarnya berat untuk meninggalkan tempat tersebut.
Semua mengangguk pertanda setuju,
Sembari tersenyum, sambil menepuk pundak tuan William, kyai Abd.Rasyid berkata,
"Jangan sekali-kali melawan takdir, karena semua yang terjadi di hidup kita sudah digariskan, jadi jangan pernah menyalahkan siapapun jika anda tidak bisa mencapai apa yang anda inginkan, ikhlaslah menerima semuanya, dan jika suatu saat anda bertemu dengan orang yang sangat ingin anda temui di masalalu, maka hargailah seseorang kini yang ada disamping anda.
Dan disinilah mereka semua sekarang, di villa mewah dengan fasilitas bang bintang lima.
semua berkumpul di satu ruangan yang cukup luas,
Namun tidak dengan tuan William yang lebih memilih menyendiri, walaupun kyai sudah memberinya pencerahan panjang lebar tapi tetap saja beliau tidak bisa membohongi perasaannya, entah mengapa perasaannya sejak awal hingga puluhan tahun tidak bertemu masih saja sama, hanya saja yang dirasakannya saat ini campur aduk antara rindu, bahagia, sedih dan ingin marah.
Di sela-sela pemikirannya yang tanpa tujuan, sebuah tangan lembut menyentuh pundaknya, mata wanita tersebut berkaca-kaca, betapa dia telah melakukan kesalahan memisahkan seseorang, karena betapa jelas apa yang dilihatnya, hanya dengan menyebut nama Nurul saja suaminya bisa terbawa perasaan seperti itu, belum lagi jika mereka bertemu.
"Papi, ngapain sendiri disini?, "sahutnya yang sebenarnya cukup tau apa yang dirasakan suaminya kini, namun yang ditanya hanya diam saja, entah mendengar atau pura-pura tidak mendengar.
"Papi please jangan seperti ini,! bagaimanapun aku istrimu, berbagilah denganku apapun yang kamu rasakan
__ADS_1
"Berbagi maksudmu, "sahutnya sembari memandangi sang istri dengan mata yang memerah. "pada bagian mana yang kamu inginkan aku berbagi hahhh,? apa pada perasaan hancur,marah,rindu,cinta, berharap, pilih yang mana? "bentaknya
karena berada di ruangan paling pojok jadi pembicaraan mereka tidak ada yang mendengar
"Hiks, hiks, hiks, papi tolong jangan menghukum mommy please, mommy tau mommy salah, tapi ini semua mommy lakukan karena mommy sangat, sangat mencintai papi
Deg, deg, deg
"Apa sebenarnya yang kamu bicarakan sharen,? aku hanya tidak ingin diganggu untuk saat ini,! dan kenapa kamu minta maaf dan mengaku salah,? apa yang telah kamu lakukan jawab? sembari mengguncang tubuh sang istri dengan amarah yang bahkan tidak pernah diperlihatkan kepadanya.
"Mami sharen yang menyadari kalau telah keceplosan membongkar kejahatannya dimasa lalu hanya bisa pasrah, apa yang akan dilakukan kalau sudah seperti ini,
dengan tubuh yang bergetar beliau memberanikan diri menatap sang suami, betapa murkanya sang suami kini untuk pertama kali dilihatnya, bahkan ketika beliau hampir di celekai orang dan berpindahnya altarna group ketangan orang lain, suaminya masih terlihat dapat mengontrol emosinya, namun tidak untuk saat ini
"Bukannya aku sudah mengatakannya kepadamu sedari awal, jadi kenapa kamu masih berharap padaku,? selama ini aku memperhatikanmu hanya karena aku memang sangat menghargai sosok yang berstatus perempuan dan aku tidak bisa berbuat kasar padanya, tapi itu tergantung. karena ada juga kesalahan yang tidak bisa dikompromi jadi, saatnya sekarang kamu jujur apa yang kamu lakukan pada Nurul puluhan tahun silam. "ternyata dugaanku benar, karena beliau seorang perempuan yang taat dimana beliau sangat menghormatiku dan patuh pada setiap kata-kataku, jadi tidak mungkin kalau dia meninggalkanku begitu saja, dan bodohnya aku malah berfikir yang tidak-tidak arkhhhhhhhhhh, "Sharen kalau sampai selama ini Nurul menderita, aku pastikan kamu akan merasakan hal yang lebih dari apa yang Nurul rasakan
Tidak ada kata yang keluar dari mulut sang istri selain suara tangisan,reflek beliau bersujud memeluk kaki sang suami, beliau sudah tidak perduli dengan harga diri dan semacamnya, yang ia pikirkan bagaimana agar sang suami memaafkannya, dan tidak pernah meninggalkannya.
"Maaf Pi maafkan mami, mami janji akan melakukan apapun asalkan papi tidak meninggalkan mommy.
"Tergantung, seberapa besar kesalahan yang kamu lakukan kepada Nurul ,sehingga dia tiba-tiba saja pergi meninggalkanku,? kamu harus cerita dari awal sampai akhir, jangan ditambah dan jangan dikurangi faham, cepat sebelum aku berubah fikiran.
"Mommy,! bangun mom, kenapa mommy sampai bersujud di kaki papi seperti itu, tiba-tiba ian datang ketempat dimana orang tuanya berada, dengan cepat ia mengangkat tubuh sang mommy tercinta.
__ADS_1
"Papi, apa-apaan ini pi. bukannya papi yang selalu mengajarkan ian untuk menghormati seorang wanita. menyayangi, menghormati, dan mengistimewakan mereka, tapi ini apa,? perempuan yang bahkan menemani papi siang dan malam, susah dan senang malah bersujud di kaki papi, dan dengan angkuhnya papi bersikap cuek, seakan yg memohon dan memeluk kaki papi adalah seorang penghianat.
"Sudah nak, mommy memang salah. biarkan papi menghukum mommy ian, jadi jangan pernah salahkan papi.
"Papi please, apa tidak ada cara lain selain menghukum mommy,? "kalaupun harus menghukum biarkan ian yang menggantikan mommy papi please,! "ucap ian tulus, nalurinya sebagai seorang anak meronta melihat sang mommy mengalami tekanan seperti itu,
"Papi tidak pernah lupa akan apa yang pernah papi pesankan kepadamu, dan asal kamu tahu seseorang yang dipegang adalah kata-katanya, dan pantang bagi papi untuk menarik kata-kata itu kembali.
"Dan papi rasa kamu melupakan sebagian yang pernah papi pesankan kepadamu, papi memang menyuruhmu untuk menghormati, menyayangi, bahkan menjunjung seorang perempuan. tapi, tidak termasuk untuk seorang perempuan yang berhati iblis yang rela melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya.
"Memang apa yang pernah mami lakukan,? "sahut ian yang memang tidak tau apa-apa
"Haha aneh kamu boy,! yang bersangkutan ada di sampingmu kenapa kamu malah bertanya kepada papi,? dan satu hal lagi, kalau kamu mampu memaafkan mommymu maka Deddy pun dengan senang hati akan memaafkannya.
Seketika mommy sharen jatuh kelantai, energi didalam tubuhnya seakan habis, sehingga untuk menopang tubuhnya pun seakan tak mampu, tidak ada lagi harapannya kini, putra semata wayangnya yang diharapkan bisa membantunya dipastikan akan melakukan hal yang sama seperti papinya, anak itu sangat tidak menyukai yang namanya pengkhianatan, kecurangan, tidak perduli siapapun pelakunya
mami sharen hanya bisa menangis sejadi-jadinya.
"Jangan menangis mom, katakan saja yang sejujurnya kepada ian, perbuatan mommy yang mana yang membuat Deddy murka, kalau mommy merasa tidak salah kenapa harus takut. "sahut ian dengan nada mulai dingin, walaupun masih terkesan lembut tapi penuh dengan tekanan
,,,,,,,,,,,,,,,
*Sepandai-pandainya engkau menyimpan bangkai, maka suatu saat pasti akan tercium juga. bagaimana pun keburukan itu ditakdirkan untuk diketahui,.
*Beda dengan kebaikan, yang sebisa mungkin di sembunyikan, ibarat kata tangan kanan bersedekah tapi tangan kiri tidak tahu, dan selama kita merahasiakannya, insyaallah akan tersimpan rapi, sampai kapan pun. yang terpenting dapat pahala untuk bekal di akhirat sana.
__ADS_1
*ikuti terus protokol kesehatan ya teman-teman sekalian, kita berdoa bersama, semoga pandemik ini cepat berlalu, sehingga kita semua bisa beraktivitas seperti semula, aamiin