Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 52 Bertemu setelah sekian lama


__ADS_3

Pandangan ian tertuju kepada sosok yang diseberang sana, yang mana menyerupai seseorang yang sangat ingin ditemuinya setelah sekian lama. seseorang yang sangat mengetahui tentang seluk beluk keluarganya.


Tanpa memperdulikan lagi perut yang belum terisi sama sekali, ia pun berlari ingin menghampiri sosok lelaki parubaya tersebut,


"Pak, pak, pak imam. "teriaknya sembari berlari, namun sepertinya takdir belum mengizinkannya untuk mengetahui apa yang membuatnya penasaran, karena tepat setelah ia sampai di seberang jalan seseorang yang dimaksud itu telah menaiki sebuah angkutan umum.


"Bry, cepat bry! ambil mobil kita ikuti angkutan umum didepan.


Bryan yang tidak mengerti apa-apa pun menurut saja, bagaikan seorang prajurit yang menerima perintah rajanya


"Siapa sih ian? dan kenapa kita harus mengikutinya?


"Sudah konsentrasi saja! jangan seperti perempuan yang hoby bertanya sana-sini.


'Inilah sifatmu yang sebenarnya kawan! Arogan dan Egois. bisa-bisa si Nisa itu kabur terlebih dahulu sebelum lho menyatakan suka, "Bryan hanya mampu menggerutu didalam hati, karena jika memberitahu secara terang-terangan bisa jadi ia pulang dengan berjalan kaki.


"Kendaraannya belok kanan Bry, cepat


Sontak Bryan yang sedang sibuk sendiri dengan pemikirannya terkejut dengan arahan ian.


"Baiklah, "sahutnya. namun setelah kendaraan mewah tersebut berbelok ke kanan, tampaklah oleh mereka kendaraan umum yang sedari tadi mereka ikuti, namun bukan hanya satu melainkan ada banyak kendaraan dengan warna dan model yang sama.


"Shitt, kenapa jadi banyak begini? arkhh, "teriaknya kesal


"Kalau sudah seperti ini, cara membedakannya ya hanya satu! nomor plat


"Dan lho fikir, kalau panik seperti tadi apa masih sempat ngintipin tu nomor plat?


"Iya, iya, tuan muda yang maha sempurna! terus sekarang kita kemana?


"Pulang


"Tidak jadi ke restoran yang tadi?


"Sudah tidak lapar


"Oo astagfirullah, punya teman tuan muda begini amat ya! "lagi-lagi Bryan berucap hanya dalam hati.

__ADS_1


Ditengah perjalanan pulang lagi-lagi mereka bertemu hambatan.


"Ada apalagi ini ya Allah, padahal hanya kurang dua puluh menit lagi kami akan sampai di tempat yang kami tuju! "sahut Bryan seakan ingin menitikkan air mata


"Maaf pak, ini ada apa ya? "tanya ian kepada pak polisi yang tepat berada disamping mobilnya, "E tuan muda Arga Zulian! "sahut bapak polisinya, "ian saja pak.


"Baiklah tuan muda, E ian! maksudnya. jadi kami mengadakan razia kendaraan karena ada info yang masuk, yang mengatakan ada sekelompok pemuda yang sepertinya membawa obat-obatan terlarang, jadi kami mencegahnya dengan alasan mencari kendaraan yang menunggak pembayaran pajak agar mereka tidak curiga, karena kami belum tahu pasti apa saja yang mereka sembunyikan didalam kendaraan mereka! dan benar saja, mereka mempersenjatai diri mereka sebagai bentuk kewaspadaan. dan terjadilah baku tembak antara anggota kami dan kumpulan para pemuda tersebut. karena suasana yang belum sepenuhnya kondusif jadi jalan yang ini masih belum bisa dilewati untuk sementara waktu.


Sekali lagi maaf atas ketidak nyamanan ini! "sahut bapak polisi merasa tidak nyaman, mengingat siapa yang kini bertanya kepadanya.


"Kenapa Anda harus meminta maaf pak? justru kami bangga memiliki kalian semua, cobalah lihat betapa banyak generasi muda yang terselamatkan akibat terungkapnya kasus ini. "sahut ian bijak


"Kalau begitu kami permisi dulu pak, kami akan mencari jalan alternatif yang lain.


"Oo Silahkan, Silahkan. semoga tidak ada lagi hambatan untuk kalian sampai ketempat tujuan. "doa pak polisi tersebut terdengar tulus


"Tidak apa-apa pak, perjalanan kami terhambat kalau ada penangkapan seperti itu, kami sepenuhnya mengikhlaskan malah saya siap membantu kalau diminta pak.


"Anda ternyata sangat bijak ya tuan muda! semoga anda selalu dalam lindungan sang maha kuasa, aamiin


"Huhh, sepertinya memang aku ditakdirkan untuk kelaparan, "sahut Bryan sembari mengiris.


namun belum juga setengah jalan, Bryan terlihat menghentikan kendaraannya.


"Mau apa sih Bray? mau ibadah lho singgah didepan masjid?


"Yey, emang lho tidak melihat tu! bidadari surga gue?


Sontak ian menoleh, dan pemandangan indah langsung nampak dipelupuk matanya, seakan menemukan obat atas kegelisahan hatinya.


"Jangan lupa bernafas tuan muda! karena disini tidak ada oksigen, "sahut Bryan mengejek


"Eits tunggu dulu! tadi lho bilang bidadari surga lho? "sahutnya sedikit emosi


"Jangan gampang emosi! nanti lho cepat tua, emang lho tidak malu, kalau nanti Nisa seperti berjalan dengan Abi'nya? kalau ada apa-apa bertanya dulu yang lengkap tuan muda Altarna, yang aku maksud bidadari surganya aku itu adalah yang disamping bidadari surganya Lho, yaitu Aisyah Ee Gisya ya? tapi itu adik lho cantik juga, tapi sudah di stempel oleh Bro ustadz.


Mendengar kata adik! entah mengapa membuat ian yang semula merona berubah menjadi muram.

__ADS_1


"Apa ada yang salah bro? atau kita samperin saja mereka, atau bagaimana? "sahut Bryan yang merasa heran melihat perubahan cepat sang sahabat.


"Entahlah! aku sangat ingin menghampiri mereka, tapi disitu ada Lan yang membuatku merasa risih.


"Tapi semua sudah jelas kalau ia saudari lho.


"Lho tahukan? kalau aku paling anti dengan yang namanya pengkhianatan dan sifat-sifat yang tidak terpuji lainnya! seandainya wanita itu adalah kakak aku! itu berarti dia anak pertama papi William dengan masa lalunya, mungkin aku bisa dengan senang hati menerimanya. tapi ini? wanita itu adalah adik aku, itu berarti ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuanku! dan kalau memang maminya juga istri papi William! kenapa papi William tidak pernah tinggal bersamanya atau bahkan mengenalkannya, malahan baru sekarang semua muncul tanpa ada yang menjelaskan. beda dengan sepupu aku Gisya atau Aisyah yang begitu jelas, "sahutnya panjang lebar


"Apapun kesalahan orang tua lho dimasa lalu, dimasa sekarang lho harus menerima suka atau tidak! karena tidak menerimapun percuma, toh semua sudah terjadi.


Dan Lan sama seperti lho! yang sama sekali tidak tahu-menahu akan cerita masa lalu orang tua kalian, jadi kalaupun lho ingin memberi efek jera kepada orang tua lho ya itu terserah lho sih ya! tapi jangan libatkan adik lho, kalian memiliki darah yang sama, seharusnya kalian saling dukung dan berbagi.


Asal lho tahu? seandainya anak bisa memilih dari rahim dan orang tua yang mana mereka dilahirkan? mereka semua pasti memilih lahir dari rahim kedua orang tua yang utuh, penuh kasih sayang.


Bukan yang kaya raya dan tersangkut hubungan dengan lainnya, tapi sayangnya tidak ada pilihan! semua dilahirkan dengan takdirnya tersendiri lewat jalan lahir yang sudah ditentukan oleh sang pencipta.


Dan kalau lho mengatakan papi William selama ini tidak pernah bersama Lan dan Umminya, itu berarti pertemuan papi William dan Lan waktu acara pengukuhan itu yang pertama kalinya, coba lho fikir seorang anak perempuan yang seharusnya dekat dengan papinya, justru tidak mengenalnya sama sekali, dan lho ikutan juga untuk pura-pura tidak mengenalnya? seharusnya lho bersyukur, punya orang tua lengkap dan hidup dengan mewah. bahkan membeli pulau pun bagaikan hanya membeli kerupuk buat lho! dan ketika datang saudari lho, yang hanya meminta kasih sayang dan perhatian bukan sebagian harta dari lho meskipun ada haknya disitu, itupun tidak kau beri!


Buka mata dan hati lho Bro, yang lho incar menjadi istri itu seorang Hafidzah yang sangat taat beragama, anak seorang kyai ternama.


Asal lho tahu! jodoh itu cerminan dari kita, yang baik akan mendapatkan yang baik. dan yang tidak baik akan mendapatkan yang tidak baik. Bukan baik tidaknya dari pandangan manusia ya! tapi terbaik menurut pandangan Allah SWT, karena hanya dialah yang maha mengetahui apa yang tersembunyi dari dalam lubuk hati kita, karena manusia hanya bisa berkomentar tanpa mengetahui yang sebenarnya.


Jadi Berubahlah, jika memang lho serius. pastikan diri lho bisa bersanding dengan Nisa.


Jadi tidak ada alasan, sekarang kita turun dari kendaraan mewah lho ini, hitung-hitung menambah ilmu dengan mengikuti kajian.


Bryan menjelaskan panjang lebar bagaikan sedang berceramah.


Dan tanpa menunggu persetujuan sang empunya kendaraan ia pun turun begitu saja.


Sementara si tuan muda ian, masih sibuk mencerna semua perkataan Bryan yang bagaikan keluar dari mulut seorang ahli sastra.


Ia masih tidak menyangka sahabatnya yang terkenal biang rusuh bisa berubah bijak.


"Gokil, "sahutnya sembari menyusul Bryan yang telah bergabung dengan ustadz Yusuf.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

__ADS_1


Semoga tidak membosankan ya teman-teman, terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™ untuk Like, koment, rate, N vote ya😊 Masya Allah πŸ€— semoga kalian semua selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin aamiin aamiin ya rabbal alamin 🀲


__ADS_2