Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 54 Kemantapan hati tuan muda Altarna


__ADS_3

"Sebenarnya di dalam teks Khairunnisa tadi, diakhir tausiyah beliau disitu disisipkan kisah pada saat detik-detik Rasulullah Saw meninggalkan dunia ini untuk selamanya, namun karena Ustadzah Nisa tidak sanggup meneruskannya karena beliau terus menitikkan air mata karena begitu cinta dan kagumnya kepada Rasulullah Saw. jadi saya yang akan melanjutkannya ya? mungkin semua sudah mengetahui tentang kisah mengharukan bagi seluruh penghuni alam semesta tersebut, namun saya tetap akan menyampaikannya, semoga kisah tersebut benar-benar bisa merasuk kedalam hati kita semua, dan semoga seluruh penyampaian hari ini bisa menjadi bahan renungan untuk menjadikan kita menusia yang lebih baik lagi aamiin.


Detik-detik wafatnya nabi Muhammad SAW


Hingga suatu hari datanglah malaikat maut bertamu ke rumah Rasulullah untuk mengambil ruh orang yang mulia. kedatangan tamu tersebut sebenarnya ditolak oleh putri tercinta Rasulullah, Sayyidah Fatima Az-zahra karena ayahanda beliau lagi sakit, tetapi Rasulullah menjelaskan bahwa yang datang adalah malaikat maut. Akhirnya dengan sangat sedih Fatimah mempersilahkan masuk.


Malaikat maut datang menghampiri, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak ikut menyertainya!


Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia untuk menyambut ruh kekasih Allah SWT yang sebagai penghulu dunia ini.


Detik demi detik semakin dekat, saatnya malaikat maut menjalankan tugasnya. perlahan ruh Rasulullah ditarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimpah peluh, urat-urat lehernya menegang


"Betapa sakitnya sakaratul maut ini ya Jibril,


Fatimah pun hanya bisa terpejam, sementara Sayyidina Ali yang disampingnya pun menunduk, dan Jibril memalingkan wajahnya


"Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?


"Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal


Rasulullah kemudian menengadah keatas sembari berucap, "Ya Rabb dahsyat sekali sakaratul maut ini, timpakan saja semua kepadaku jangan pada umatku.


Badan Rasulullah mulai dingin, bibir beliau bergetar seakan hendak mengucapkan sesuatu.


Sayyidina Ali pun mendekatkan telinganya


Uushiikum bissholati, wamaa malakat aimaanukum


(Peliharalah shalat dan peliharalah orang lemah diantaramu)


Sahut Rasulullah dengan lemah.


Diluar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, dan para sahabat saling berpelukan, Sayyidah Fatimah menutupkan tangan kewajahnya, dan Sayyidinaa Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.


Dan beliaupun berucap, "Ummatii, Ummatii, Ummatii. (umatku, umatku, umatku)


"Dan berakhirlah kehidupan manusia paling mulia, yang begitu cintanya beliau kepada kita umatnya, hingga menginginkan semua sakit sakaratul maut umatnya dilimpahkan kepada beliau, bahkan diakhir nafasnya yang ia sebutkan adalah kita umatnya! bahkan menurut riwayat dan hadits ketika nanti Rasulullah dibangkitkan yang ia cari bukan ayah yang tidak pernah ditemuinya, melainkan kita umatnya yang dicarinya dan mengusahakan agar kita semua berada ditempat terindah yakni Surganya Allah SWT.


"Pertanyaannya sekarang! sudahkah kita mencontoh Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari? sudahkah kita bersholawat kepadanya setiap saat?


Pertanyaan tersebut semoga anda semua yang hadir bisa menjawabnya, dan kalau jawabannya belum! maka berusahalah, selagi kita masih diberi waktu untuk melakukannya, karena jika Nafas sudah berada di kerongkongan, sudah tidak ada kesempatan lagi untuk berbuat suatu kebaikan, kita hanya tinggal menuai hasil dari perbuatan kita saat didunia, dan ingat Penyesalan akan selalu diakhir.


Arga Zulian tidak bisa lagi menahan gejolak dalam dirinya, ia kemudian memeluk Ustadz Yusuf dengan sangat erat,


Meskipun merasa heran Ustadz Yusuf menepuk pundak sang tuan muda tersebut sembari berujar


"Jangan ditahan. keluarkan semua emosi yang anda rasakan, dan jika anda ingin menanyakan hal apapun itu insyaallah saya siap menjawabnya dengan segala pengetahuan yang saya miliki, dan saya sangat faham akan apa yang anda rasakan sekarang, karena saya sudah sering berada di situasi seperti ini, kala berhadapan dengan teman yang ALhamduLillah mendapatkan hidayah.


Interaksi mereka berdua terhenti kala Ustadz Amri yang selaku MC acara tersebut melanjutkan kegiatannya.


"Sebagai acara penutup dari rangkaian perayaan maulid kita kali ini, akan ada pertunjukan nasyid dari adik-adik santri kita, mari kita menyaksikannya di halaman masjid yang ada didepan, "sahut MC acara tersebut.


dan mulailah mereka melantunkan lagu yang begitu menyentuh.


🎤Allah Allah aghitsna ya Rasulullah


"Wahai Allah, bantulah kami ya Rasulullah


Ya 'adhimal jah 'alaika sholawatullah


"Wahai yang berkedudukan tinggi, atasmu


shalawat dari Allah


Abdun bil bab yartaji latsmal a'tab

__ADS_1


"Hamba yang berada di pintu berharap, agar dapat mengecup maqammu


Jud bil jawab marhaban qod qobbalnah


"Kasihanilah kami dengan memberi jawaban, "kami telah menerimanya


Antal Ma'ruf bil judi muqrid dhuyuf


"Engkau terkenal pemurah dan memuliakan tamu


Inni malhuf aghitsni bihaqqillah


"Sesungguhnya aku menderita bantulah aku demi Allah


Anta Habibul a'dhom sirrul Mujib


"Engkaulah kekasih yang mulia, rahasia Allah


Hasya yakhib man ladza birosulillah


"Mustahil kecewa orang yang meminta perlindungan dengan Rasulullah


"Masya Allah! barakallah, sepertinya malam ini kita semua akan tidur dengan sangat nyenyak. karena yang masuk kedalam pendengaran kita benar-benar merasuk kedalam sanubari yang paling dalam, begitu adem. "Dan semoga yang kita dengarkan hari ini bukan hanya sebatas membuat kita menitikkan air mata, melainkan kita hayati betul-betul, kita resapi keteladanan Rasulullah SAW. semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan menjadi sosok manusia yang lebih baik lagi Aamiin aamiin aamiin ya rabbal alamin, "sahut MC tersebut menutup acaranya.


"Ka,ian dan ka,Bryan dari tadi disini? "sahut Rara ketika kemudian mereka semua bertemu diparkiran masjid.


"Alhamdulillah, dari awal sampai akhir kami disini, mendengarkan penyampaian yang benar-benar menyejukkan hati, "jawab Bryan yang seolah sudah melupakan perutnya yang sedari tadi belum terisi


"Yasudah, sekarang kita pulang ya! karena bang Yusuf harus singgah disuatu tempat, takutnya kita pulangnya sangat larut jika tidak bergegas, "sahut Nisa dengan sangat lembutnya, sehingga mampu membius siapa saja yang mendengarnya.


"Memangnya Ustadz mau kemana? "tanya ian kemudian


"Oo aku ada sedikit keperluan di masjid Darunnaim


"Bukannya masjid itu berlawanan arah dengan jalan menuju pesantren Daarul Qur'an ya? jadi kalian harus puter balik lagi! begini saja, bagaimana bila aku menemani bro Ustadz, sementara para ukhty-ukhty Sholehah ini ikut mobil ian saja, kasihan mereka harus istirahat larut malam jika mengikuti bro Ustadz yang lumayan jauh tempat tujuannya, "sahut Bryan mencoba memberi solusi.


"Bagaimana, Nisa, Rara, Lan, dan Asiyah! apakah kalian mau ikut dengan ian dan Bryan? "tanya Ustadz Yusuf


"Tapi bang Yusuf sendiri nantinya! "sahut Aisyah


"Insyaallah tidak apa-apa! benar kata Bryan, kalau kalian ikut dengan Abang, kalian akan sangat terlambat untuk istirahat, lagipula ini sudah larut. tenang saja, tidak usah takut mereka tidak makan orang, "canda Ustadz Yusuf


Yang diangguki oleh mereka semua, sembari tertawa mendengar candaan Ustadz Yusuf.


"Ternyata seorang ustadz bisa bercanda juga ya, "sahut Bryan


"Ustadz juga kan manusia, sahut Ustadz Yusuf masih dengan candanya.


"Anda sangat benar bro Ustadz, is the best pokoknya.


"Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang, hati-hati ya. utamakan keselamatan, jangan lupa berdoa, memohon keselamatan dan kesehatan kepada sang maha pemberi hidup.


"Pasti itu bro Ustadz, bro Ustadz hati-hati juga, kalau ada sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi kami.


"Ustadz Yusuf jadi ke masjid Darunnaim? "tanya Ustadz Amri, teman dakwah beliau yang tiba-tiba muncul


"Alhamdulillah jadi tad


"Kalau seperti itu Nisa dan yang lainnya ikut saya saja tad, karena kebetulan kita searah.


"Nisa, Rara, Lan, juga Aisyah sudah diamanahkan kepada kami, jadi insyaallah kami yang akan membawanya kembali ke pesantren tanpa kurang suatu apapun, "cela Bryan


"Jika harus merepotkan kalian biar sama saya saja, "kekeh Ustadz Amri


"Anda bisa ngerti bahasa manusia tidak sih? orang yang berakal itu cuma diberi tahu sekali, "sahut ian emosi

__ADS_1


Sontak Ustadz Amri memandang tidak suka kearah ian, begitu pun sebaliknya. mereka saling beradu pandang dengan tatapan tajam! seakan mereka masing-masing mengatakan jika aku yang lebih unggul, dan lebih pantas untuk Nisa.


Ustadz Yusuf yang menyadari ada sesuatu diantara mereka mencoba untuk menjadi hakim yang adil untuk keduanya.


"Afwan Ustadz, tapi mereka terlebih dahulu telah aku titipkan kepada ian dan Bryan, karena mereka menyanggupinya ya aku tidak mencari orang lain lagi, dan bukankah seseorang itu yang dipegang adalah kata-katanya? karena sekali saja seseorang itu mengingkari apa-apa yang keluar dari mulutnya, selamanya dia tidak akan dipercaya. dan anda tentu sangat faham itu Ustadz. "sahut Ustadz Yusuf bijak


"Baiklah, kalau seperti itu! tapi besok bolehkah kalau Anta berkunjung ke pesantren tad? "tanya Ustadz Amri


"Pesantren ALhamduLillah, masih seperti dulu tad, terbuka untuk siapa saja. "jawab Ustadz Yusuf


"Sepertinya perang dingin memperebutkan calon Ma'mun akan hadir sebentar lagi, "batin Bryan yang terus memandangi ian yang menatap sangat tidak suka kepada Ustadz Amri.


"Baiklah Ustadz, kami berangkat dulu. ustadz juga sebaiknya bergegas nanti makin larut jika masih menemani seseorang berbicara, "sahut ian seakan menyindir


"Silahkan! semoga selamat sampai tujuan dan tidak kurang satu apapun, "sahut Ustadz Yusuf tulus dan terus tersenyum, menyadari perubahan raut wajah ian tatkala Ustadz Amri hadir diantara mereka.


Senyuman Ustadz Yusuf belum hilang tatkala beliau memasuki mobilnya, ia sangat bahagia sepupu yang sudah dianggapnya sebagai adik yang sangat dijaganya bak sebongkah berlian itu tumbuh dengan sangat cantik baik diluaran maupun didalamnya, yang di kagumi oleh yang bukan mahramnya.


Beliau kini beralih menatap kearah Nisa, yang begitu polosnya hingga sedari tadi dua pria saling sindir ingin mengambil hatinya namun ia nampak biasa saja, karena tidak memahami arah dari pembicaraan mereka.


"Siapapun nanti yang kelak dipilih oleh hatimu, itu berarti yang terbaik dari Allah SWT. karena hatimu tidak akan memilihnya kecuali Tuntunan dari sang pemberi takdir, karena Allah lah yang maha membolak-balikkan hati manusia. teruskanlah ikhtiarmu, insyaallah yang sudah ditakdirkan olehmu akan datang diwaktu yang tepat. "batin Ustadz Yusuf mendoakan Nisa.


Kini mereka semua berada pada kendaraan masing-masing. mobil Ustadz Yusuf kearah timur, mobil ian kearah barat,


Sementara Ustadz Amri yang juga searah dengan mereka terlihat mengikuti dari belakang.


"Selagi janur kuning belum tertata rapi, dan sebelum ada seorang pria yang mengucapkan ijab qobul atas nama Khairunnisa binti kyai hj Abd.Rasyid semua berhak berharap, karena tidak ada seorang pun yang tahu akan jodoh seseorang yang sudah ditakdirkan, yang telah tercatat dalam Lauhul Mahfudz, "batin Ustadz Amri


"Oh ya Nis boleh nanya sesuatu tidak? "sahut Bryan


"Silahkan ka, insyaallah Nisa akan menjawabnya


"Hmhmhm kriteria Calon suami yang kamu inginkan seperti apa?


Sembari tersenyum! "Nisa tidak ada kriteria apapun untuk hal itu, dan Nisa tidak pernah sedikitpun berfikiran kearah sana.


"Maksudnya kamu tidak mau menikah begitu?


"Astaghfirullah! bukan begitu ka maksud Nisa, kita itu diciptakan berpasang-pasangan, dan dijelaskan dalam ayat Al-Qur'an


W****amin aayaatihii angkhalaqalakummin amfusikum azwajallitaskunuu ilaiihaa waja'ala baynakummawaddatawwarahmaa innafiizaalika la aayaatilliqaumiy yatafakkaruun (QS Ar-Rum ayat 21)


"Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya, ialah diciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir


"Dan maksud Nisa dengan tidak memikirkannya ialah karena Nisa tahu dan meyakini bahwa Jodoh kita itu telah tertulis di kitab Lauhul Mahfudz, yang bahkan telah tertulis jauh sebelum kita ada didunia ini.


Jadi untuk apa memikirkan dan menebak-nebak yang sudah jelas telah ditentukan oleh Allah SWT.


Nisa hanya perlu melaksanakan kegiatan dan kewajiban yang harus Nisa tunaikan, dan jika waktunya sudah tiba maka jodoh yang ditakdirkan oleh Allah SWT itu akan datang sendirinya.


"Huh andai dirimu laki-laki Nisa mungkin Sudak aku peluk, karena betapa aku mengagumimu. pengetahuanmu sungguh sempurna tentang Islam. betapa beruntungnya sosok pria yang telah ditakdirkan menjadi teman hidupmu.


"Jangan terlalu berlebihan ka, sifat sempurna itu hanya ada pada Allah SWT, mungkin Kaka mengatakan demikian karena disini hanya Nisa sendiri, coba seandainya Kaka berada dilingkungan pesantren pasti Kaka tidak akan mengatakan demikian karena semua memiliki kemampuan yang sama seperti Nisa, kenapa kami faham? ya karena kami mempelajarinya, bisa dibilang sejak mulai bisa berbicara kalimat tauhid lah yang pertama kali diajarkan.


"Kalau ditanya lagi kenapa kami bisa menjadi Hafidzah? sesungguhnya pendengaran dan penglihatan sedari kecil itu benar-benar mempengaruhi kebiasaan dan sifat manusia dikala dewasa, karena yang kami dengar setiap hari adalah teman-teman murojaah dan bertausyiah ya, otomatis semua masuk kedalam memori, jadi ketika diajarkan ALhamduLillah jadi lebih mudah.


"Apa aku boleh belajar lebih dalam lagi, "sahut ian menyela.


"Silahkan ka, ALhamduLillah. pesantren terbuka untuk siapa saja, dan dari golongan apa saja. "jawab Nisa


"Sebenarnya iLmu dan dirimu yang ingin aku pelajari lebih dalam, semoga keyakinan didalam diriku adalah petunjuk, jika engkau ditakdirkan untukku, dan tentu aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk itu, "batin ian


Sementara mereka menikmati kebersamaan meskipun beramai-ramai, di tempat lain sebuah rencana sudah matang untuk dilaksanakan.


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

__ADS_1


Mohon maaf, teman-teman sekalian. karena beberapa hari ini tidak bisa up. karena author benar-benar ada sesuatu yang tidak bisa untuk dikesampingkan. Syukron 🙏 untuk yang masih sudi mampir.


__ADS_2