
Β
π*Kenyamanan tak perlu diucapkan, cukup dirasakan*.
Β
,,,,,,,,,,,,,
Ummi Khadijah menghampiri putri sang kakak yang begitu sangat disayanginya, beliau faham jika gadis manis tersebut merindukan umminya yang telah berbeda alam dengan mereka.
Menangislah sayang, percayalah! Bahwa Allah SWT mengambil sesuatu darimu, pasti ia juga akan memberikan ganti yang sepadan dengan yang telah pergi itu!
"Insyaallah ummi, Nisa ikhlas kok! lagipula takdir darinya adalah selalu yang terbaik.
"Hai sayang, selamat ya Masya Allah! adik Kaka satu ini, sudah cantiknya luar biasa, ditambah seorang Hafidzah lagi, benar-benar paket lengkap, "ucap Rara sembari memeluk erat sang adik sepupu
"Terimakasih ka Rara sayang! tapi Kaka juga cantik Lho, buktinya tu sudah ada yang khitba! cie, cie,
"Sebenarnya kamu yang lebih banyak mau mengkhitbah, tapi sepertinya calon imam itu pada kabur duluan karena minder hehe.
"Hai bro, khitbah apaan sih? serasa asing ditelingaku! "tanya ian sembari mencolek Bram yang tepat berada disampingnya,
"Khitbah itu semacam melamar! tapi kalau mau diulas, panjang jadinya. "jawab Bram
"Tidak apa-apa Bram! aku ingin tahu, tanya ian lagi
Sambil memegang jidat, "Sadar kan lho bro? heran Bram, kepada tuan muda tersebut
"Ayolah jangan lama-lama!
"Kalau untuk panjang kali lebar itu diluar pengetahuanku bro, aku tahunya sebatas itu saja, hehe
"Aish, kamu mempelajari kitab kamu hanya setengah-setengah rupanya! jangan-jangan yang tadi juga dibahas pak kyai, tentang keutamaan Al-Qur'an baru kamu tahu juga ya?
soalnya aku tidak pernah melihat kamu membacanya!
"Enak saja! memangnya kita suami istri, yang apa-apa bareng, ya aku bacanya saat di kamar lah bro, dan pas selesai shalat. gini-gini juga aku muslim yang taat, oh ya! kamu beneran mau ulasan panjang lebar kan? sini ikut aku
"Eee kemana? jangan tarik-tarik bisa tidak? lihat tu banyak mata yang memandangi kita! pasti fikiran mereka yang tidak-tidak deh
__ADS_1
"Sudah jangan berisik ikut saja! lagian ya bro, lihat tempat dulu baru bicara, anak santri itu mana ada mengghibah, apaLagi berfikiran negatif, mereka itu benar-benar orang-orang yang faham
"Apaan lagi itu ghibah? aku pusing sama ocehan-ocehanmu
"Ya sudah nih, tanya semua yang ingin kamu tanyakan! maaf ustadz Yusuf, ini anaknya tuan William dia ingin bertanya sesuatu hal
"Alhamdulillah, tapi pengetahuan saya juga masih sedikit ya, insyaallah mudah-mudahan pertanyaannya bisa saya jawab, silahkan
"Maaf ustadz, saya penasaran dengan arti dari K**hitbah, "tanya ian tho the poin
Ustadz Yusuf tersenyum dibuatnya!
"Baiklah akan saya jelaskan sedikit ya!
Menurut istilah, makna Khitbah atau lamaran adalah sebuah permintaan atau pernyataan dari laki-laki kepada pihak perempuan untuk mengawininya, baik dilakukan oleh laki-laki secara langsung maupun dengan perantara pihak lain yang dipercayai sesuai ketentuan agama. Khitbah itu sendiri masih harus di jawab "Ya atau "Tidak. bila dijawab "ya, maka jadilah wanita tersebut 'Makhthubah, atau wanita resmi dilamar yang secara hukum dia tidak diperkenankan untuk menerima lamaran dari orang lain.
Namun hubungan kedua calon itu sendiri tetap sebagai orang asing yang diharamkan berduaan, berkhalwat atau hal-hal yang sejenisnya.
Dalam Islam tidak dikenal istilah setengah halal lantaran sudah dikhitbah ya.
"Kurang lebih seperti itu tuan muda! apa kurang jelas?
"Kalian lagi ngapain disini?
Baru saja Ustadz Yusuf ingin menjawab pertanyaan kedua si tuan muda, penjelasannya tertahan oleh pertanyaan seseorang.
"Nih sepupu lho lagi cari wangsit! sepertinya kerasukan jin baik di pesantren ini, "sahut Bram yang memang masih sedikit aneh dengan kelakuan sahabatnya tersebut.
"Maksudnya apa sih? "tanya Rezky
"Noh tanya ustadz Yusuf, sodara lho ini nanyain apa?
"Hai bang! Rezky menyapa sepupu dari calon makmumnya sembari memeluk, karena mereka baru bertemu sejak tadi kedatangan mereka
"Saya fikir tidak ada yang aneh! sah-sah saja sebenarnya mau bertanya hal apapun itu selagi sopan dan dengan tujuan yang baik, karena walaupun tujuannya baik tapi malu bertanya, akhirnya jalan terus kan kesasar!
"Mantap ustadz, bijak sekali anda? "sahut ian
"Ya sudah, ayo kita ke ruangan sebelah! ini sudah waktunya santap siang, kalian pasti lelah perjalanan kesini.
"Tapi pertanyaanku belum dijawab bang! sahut Rezky sembari mengikuti langkah ketiga orang itu menuju ruangan disebelah
__ADS_1
Sementara di ruangan makan yang dimaksud. nampak Nisa, Rara, ummi Khadijah, dan tentunya bi Ina tengah menata makanan untuk mereka semua!
"Rara kamu tolong panggilkan teman-teman kamu beserta nak Rezky dan teman-temannya juga ya, "perintah ummi Khadijah.
"Ummi yang akan memanggil para Abi dan ummi yang lainnya ya!
"Iya ummi, ka Rara silahkan! ini waktu makan siang sudah hampir terlewatkan, biar Nisa yang selesaikan ini sedikit lagi.
Dengan cekatan Nisa menuangkan lauk-lauk itu kedalam mangkuk, giliran Bi Ina yang menatanya diatas meja!
"Ee Nak Nisa, tidak usah di bersihkan biar nanti ibu saja!
"Apasih ibu, ini bukan pertama kali lho kita masak bareng, setiap hari malah! kecuali Nisa sibuk hehe.
"Iya sih nak Nisa, tapi tetap saja ibu tidak enak, karena kebanyakan pekerjaan ibu malah nak Nisa yang mengerjakannya.
Sambil memegang pundak sang bibi yang telah dianggapnya segala-galanya, karena bersama beliaulah ia hingga dewasa seperti sekarang ini, itu tidak luput dari tangan keriput orang tua tersebut, karena itu ia tidak mau kalau ada yang menganggapnya sebagai pembantu, malah dia memanggilnya dengan sebutan Ibu
"Bu, Nisa masih sangat muda! jadi Nisa sangat sanggup melakukan semua ini, beda dengan ibu yang sedari dulu sudah merawat, menjaga, mengajarkan Nisa tentang banyak hal, sembari mengerjakan ini, itu. jadi sekarang giliran Nisa yang mengerjakannya! ibu jangan risau kan Nisa dibantu kak Aisyah juga.
BI ina tak kuasa menahan haru, beliau kemudian memeluk tubuh mungil yang berbalut syar'i tersebut, kristal bening tak bisa tertahan untuk tidak luruh, anak majikan yang telah ia timang semenjak hadir ke dunia seakan menjelma seperti malaikat, betapa bersyukurnya ia bisa dipertemukan dengan keluarga kyai abd.Rasyid saat itu.
"Masya Allah nak, sungguh beruntung yang kelak menjadi suami Nisa kelak, karena bibi saja yang berstatus pesuruh di tempat ini Nisa perlakuan seperti ummi, apaLagi nanti kalau punya suami, mungkin akan Nisa perlakuan seperti raja karena itu yang diajarkan Rasulullah
"Nisa kok tidak tega ya Bu kalau berbicara kearah sana?
"Tidak tega kenapa nak Nisa? kan semua orang diciptakan berpasang-pasangan
"Iya sih Bu, tapi katanya kalau sudah menikah anak perempuan akan ikut bersama suaminya, sedangkan Nisa apakah sanggup meninggalkan Abi, dan Ibu disini? padahal kan Nisa ingin merawat kalian sebagaimana kalian merawat Nisa dulu
"Sayang dengar ya! kasih sayang kami tidak perlu balasan, Nisa cukup menjadi istri berbakti kelak itu sudah mengalirkan ladang pahala untuk kami. lagipula kami disini banyak nak, ribuan bahkan mungkin jutaan.
Dan jika benar nanti Nisa dibawa sama suami, Ibu kan bisa ke sebelah berkumpul dengan anak-anak Hafidzah kan.
"Tapi Nisa belum siap pergi ibu!
Tanpa mereka sedari ada sepasang mata yang malah tersenyum-senyum memperhatikan keharuan mereka sedari tadi.
..........
Alhamdulillah, Terimakasih untuk semua dukungannya teman-teman. semoga cerita ini tidak membosankan ya!
__ADS_1