Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 49 Usaha Shelena


__ADS_3

🥀Tanpa izin dari Allah, sungguh manusia adalah makhluk yang sangat lemah tak memiliki daya dan kekuatan


🥀Hidup ini pilihan, apapun yang membuatmu sedih, tinggalkan. Dan apapun yang membuatmu tersenyum jangan lepaskan.


🥀 Wanita muslimah yang baik akhlaknya dan bijak pembawaannya, laksana mutiara dilangit ketujuh. tak sembarang orang bisa melihat dan menyentuhnya


🥀 Lihatlah kebesaran Allah SWT diluar kepalamu, bukan didalam rongga kepalamu yang sempit itu.


🥀Hidup butuh kepastian dan Allah SWT telah memberikan segala kepastian dalam kitab suci Al-Quran. pastikan untuk tetap bersama kitab kepastian ini*.


🍂🍂🍂


Begitulah penggalan kata demi kata yang dibaca ian dari kutipan buku yang ia bawa dari pesantren waktu itu, ia benar-benar bingung bagaimana harus lebih dekat dengan sang Hafidzah tersebut, karena itu ia mencoba mencari referensi dari sebuah buku, namun tidak juga membuatnya menemukan yang ia cari, ingin meminta bantuan Bram dan Bryan namun ia terlalu gengsi untuk mengakui yang ia rasakan, karena kedua sahabatnya itu benar-benar tidak bisa diajak serius.


Kalau sudah seperti ini hanya Rezky lah yang bisa membantunya, namun sang sepupu itu kini jauh dinegeri dengan julukan negeri para Nabi (Mesir).


"Hmhm lagipula tidak mungkin dia akan menyukaiku! dengan keyakinan dan ketaatannya sekarang, pasti yang ia impikan menjadi pendampingnya kelak pasti yang bergelar kyai, seperti orang tuanya. "bagitulah yang difikirkannya.


"Arkhhhh, lagian kenapa aku harus suka dengannya? padahal dengan perempuan yang lain, justru mereka yang antri mengatakan suka dan siap untuk kunikahi kapan saja.


"Tapi! benar juga kata Bryan, hanya laki-laki tidak normal yang tidak menyukai perempuan yang hampir bahkan sempurna seperti Khairunnisa itu.


Aish, kenapa hanya dengan menyebut namanya aku bisa merinding ya?


"Sahutnya di tengah-tengah kegiatannya memikirkan sang Hafidzah sembari memandang aliran sungai dari atas jembatan.


Karena terlalu memikirkan pujaan hati, beliau tidak tahu kalau ada mantan pujaan hati yang terus mencari keberadaannya.


"Kemana lagi ian, aku harus mencarimu? hampir semua tempat yang sering kau kunjungi dulu sudah aku hampiri, tapi tidak satupun bayanganmu terlihat disana! "sahut Selena sembari memukul stir mobil miliknya


"Ternyata kamu benar-benar telah mengubur semua kenangan tentangku ian? kamu benar-benar menutup hati kamu untuk melihat kebenaran yang sesungguhnya! mungkin memang benar aku berada dibelakang Tante Miranda, namun rasa sayang dan perhatian yang aku berikan kepadamu adalah tulus. "sahutnya dengan sendu.


"Tapi semua itu memang sepenuhnya salahku, karena tidak jujur sedari awal, andai saja waktu itu aku mengatakan yang sebenarnya, mungkin hingga saat ini kita sudah berada dipelaminan.

__ADS_1


"Ya sudahlah, untuk urusan perasaanku padanya itu nanti saja! yang penting sekarang aku harus memberi tahunya tentang stempel itu, karena Tante Miranda, kak Ocha dan Stiven itu benar-benar licik. karena kalau sampai stempel itu jatuh ke tangan mereka? Altarna dan seluruh aset baik didalam dan luar negeri akan sepenuhnya jatuh ke tangan mereka.


"Tidak ada jalan lain aku harus bertemu Bram atau Bryan, karena hanya merekalah yang bisa mempertemukan aku dengan ian


"Tapi aku harus menemukan mereka dimana coba? aduhhh mau berbuat baik kok begini amat ya!


Selena tidak tahu harus berbuat apa lagi, otaknya seakan sudah tidak mampu untuk berfikir lagi, semua tempat sudah ia datangi.


Dan hanya benda pipih ditangannyalah yang ia harapkan menjadi penuntun jalan untuk mencapai tujuannya.


"Alhamdulillah dapat, "ucapnya begitu gembira ketika menemukan keberadaan Bryan melalui titik GPS.


Karena tidak ingin membuang waktu lagi, Shelena melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak perduli dengan suara klakson dari pengendara lain yang mungkin memperingatinya. baginya! sampai ketempat tujuannya kini jauh lebih penting dari apapun. meskipun seseorang yang ia tuju bukan yang ia cari, namun ia sangat yakin kalau seseorang itu tahu keberadaan sang tuan muda Altarna tersebut.


Ia hanya membutuhkan waktu tigapuluh menit untuk sampai ke tempat tujuannya, yang seharusnya membutuhkan waktu selama satu jam.


"Bryan, "ucapnya sedikit ragu


Alhasil Bryan menoleh dan sedikit bingung dengan keberadaan sosok perempuan disampingnya kini?


"Oh iya silahkan! "sahut mereka semua, yang mengenal Selena dengan baik, namun tidak dengan masalah yang terjadi.


"Bry, itu Shelena ada urusan denganmu! kenapa malah ditinggal melamun, "sahut teman-teman Bryan.


Ya, Bryan dan teman-temannya, mereka semua sekedar santay bersama di cafe.


"Ada apa kamu mencariku? apa belum cukup sesuatu yang kamu ambil dari ian hah!


"Bentaknya kepada Selena setelah mereka kini tinggal berdua


"Maafkan aku kalau terlalu mengecewakan kalian, "sahutnya dengan sendu


"Jangan berakting disini Sel, karena aku tidak akan terkecoh lagi dengan kepolosan yang engkau tampilkan. cepat katakan saja apa yang kamu mau?

__ADS_1


"Aku tahu bahwa bagaimanapun aku bersikap, pasti kalian menganggapnya negatif kan?


"Tapi aku disini benar-benar tulus Bray.


Bry, please pertemukan aku dgn ian,


"Please, untuk kali ini saja! pertemukan aku dengan dia, aku mohon.


Karena tidak tega dengan tangisan Selena


"Akhirnya ia mengajak Selena untuk menemui orang lain, setelah sekian lama berkurung diri, dan hanya ian seorang yang ingin ia temui.


Mereka hanya menggunakan satu mobil saja, alhasil sepanjang perjalanan membuat mobil itu seakan tidak berpenghuni, mereka dengan pemikiran mereka masing-masing.


"Nampak dari kejauhan samar-samar bayangan ian mulai terlihat. tanpa menunggu waktu lama Selena turun dari mobil dan berlari menuju kempat ian berada, yaitu diatas sebuah jembatan.


"Maafkan aku ian! aku sadar sepenuhnya salah, tapi bukan saatnya untuk membahas itu karena ada yang sangat penting dari itu.


"Tante Miranda menginginkan stempel milikmu, dan ia bertekad ingin memilikinya, apapun caranya..


Interaksi kedua insan yang pernah menjalin kasih itu begitu dekat, hingga seonggak debu berterbangan dan mampir dimata indah milik Selena, yang otomatis membuat ian refleks meniup mata wanita didepannya. hingga disaat yang bersamaan Ustadz Yusuf, Lhan, Aisyah dan Nisa melewati jembatan yang sama dengan tempat ian dan Sely, Alhasil mereka tentu saja disuguhkan adegan romantis menurut pandangannya, padahal itu tidak sesuai kenyataannya.


Karena menyadari ada sepasang mata yang memperhatikannya ian kemudian mendongakkan kepalanya, ia terpaku melihat siapa yang tengah memperhatikannya didalam sebuah kendaraan mewah yang berlalu dihadapannya


"Shitt, pasti ia berfikir yang tidak-tidak tentangku, belum juga bisa dekat. tapi citraku sudah buruk dihadapannya.


Arkhhhh, Sely kamu benar-benar hobby menghancurkanku. "Teriaknya


,,,,,,,,,,,,,,,,


Syukron 🙏🙏🙏 untuk yang terus membaca, yang kasih like, rate, N vote. semoga karya receh ini bisa terus menemani santay kalian.


Semoga tidak membosankan ya😊

__ADS_1


Semoga kalian semua selalu dalam Allah SWT. Jazakallah Khairan khatsiran Syukron 🙏


__ADS_2