Takdir Cinta Sang Hafidzah

Takdir Cinta Sang Hafidzah
Bab 41 Kenyataan


__ADS_3

"Gisya? "sahut mommy sharen


"Girls? "sahut Deddy jack


"Nurul? sahut papi William


"Ukhty imut pantai? "sahut ustadz Yusuf


Kedua gadis itu saling pandang tidak mengerti, nama yang disematkan kepada mereka begitu asing di telinga, kecuali Lan! yang dipanggil dengan nama umminya, pandangannya kemudian tidak lepas dari laki-laki paruh baya tersebut.


Assalamualaikum, "ucap mereka bersamaan memecah kebingungan


Wa'alaikumsalam, jawab yang seiman dengan mereka.


"Masya Allah, adik Kaka selamat ya! Afwan ya sayang kaka mungkin yang terakhir mengucapkannya? karena ada beberapa hal yang harus di handle tadi! "Ucap Aisyah kemudian yang langsung memeluk Khairunnisa.


"Tidak Kaka! ucapan itu tidak kisah yang pertama atau yang terakhir, karena dihati Nisa Kaka adalah yang utama


Semua tak kuasa menahan haru, tak terkecuali Gres, dia kemudian menghampiri kakak beradik itu.


"Apa boleh aku dipeluk juga? "tanyanya dengan penuh harap


Sontak kedua gadis Sholehah itu menoleh, Aisyah sedikit terpaku dengan sosok yang dihadapannya kini.


"Masya Allah, ka Aisyah sangat mirip dengan ka Gres, seperti pinang dibelah dua. seandainya Ka Gres mengenakan pakaian yang sama seperti ka Aisyah pasti susah untuk membedakannya, "ucap Nisa dengan polosnya,


Kristal bening langsung luruh begitu saja di pelupuk mata Deddy Jack, tanpa menunggu stetment dari siapapun beliau sudah cukup yakin kalau gadis yang kini berbalut syar'i tersebut adalah putrinya, yang berpisah dengannya di usia yang ke enam tahun

__ADS_1


Kyai Abd.Rasyid yang melihat Deddy Jack seakan menahan sesuatu sedikit faham tapi sedikit was-was, karena bagaimanapun Nisa sangat dekat dengan Aisyah, beliau tidak egois karena memang beliau yakin suatu saat nanti Aisyah pasti akan bertemu keluarganya, tapi dia berdoa, agar Aisyah bertemu keluarganya ketika Nisa sudah memiliki pendamping hidup, tapi sepertinya yang maha kuasa mempercepat proses itu.


"Maaf pak kyai, tapi ini?


Belum lagi papi William meneruskan ucapannya, kyai Gunawan sudah menyelanya.


"Maaf tuan William, tapi hari ini kebahagiaan Nisa.


Papi William dan Deddy Jack mengerti dengan kode dari kyai Gunawan untuk memahami keadaan Nisa,


Pandangan papi William kemudian beralih kepada sosok gadis manis yang sangat menyerupai seseorang di masa lalunya tersebut! seseorang yang namanya masih tersimpan rapi didalam lubuk hati terdalamnya.


"Boleh papi tahu nak siapa namamu? "ucapnya dengan dada yang sesak, mata yang memerah menahan sang kristal bening untuk luruh membasahi pipi, karena bisa saja membuat gadis manis tersebut kebingungan.


Tanpa ada yang melihat sebenarnya ummi Nurul sedari tadi sudah menitikkan air matanya, dia yang menyadari bahwa suatu saat semuanya akan terbongkar berusaha untuk ikhlas, namun disatu sisi beliau sangat was-was kalau-kalau apa yang dialaminya waktu itu akibat ulah seseorang kembali dialami oleh putri semata wayangnya, itulah yang sebenarnya ia takutkan kenapa tidak ingin menginjakkan kaki diindonesia, dan menyembunyikan identitasnya untuk selamanya, tapi beliau lupa dengan sebuah pepatah


Seberapa kuatnya kamu menyembunyikan sesuatu kebenaran, suatu saat akan ketahuan juga! karena kekuasaan Allah itu meliputi seluruh alam, tidak ada satupun hal yang luput dari pengawasannya! dan mungkin disinilah waktu yang telah ditentukan olehnya untuk membuka sesuatu yang telah lama disembunyikan oleh salah satu hambanya.


"Nama saya Lhan tuan Lhansiang Anugerah William, "ucapnya dengan lantang


Seketika papi William tersungkur kelantai, kristal bening yang ditahannya sedari tadi akhirnya luruh juga! perasaan bersalah karena putri yang kini telah menginjak remaja tidak pernah ditimangnya sekalipun, bahkan tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya.


Namun perasaan bahagia seketika hadir dalam dirinya, tatkala melihat putri semata wayangnya tumbuh dengan sangat baik dan cantik, terlebih ada namanya dibelakang putrinya, tapi mengingat lagi masa lalu! akankah ibu dari putri tersebut menerimanya? entahlah! dan bagaimana memberi tahu gadis manis tersebut tentang dirinya? maukah ia menerimanya atau tidak?


Berpuluh pertanyaan kini berkecamuk didalam dirinya.


Tuan kenapa terjatuh? ayo sini Lan bantu berdiri, "ucapnya sembari mengulurkan tangannya, entah mengapa ada perasaan lain didalam hatinya tatkala bertatapan dengan sosok pria parubaya tersebut.

__ADS_1


Mommy sharen yang menyaksikannya pun merasa geram bercampur takut, permasalahan keluarganya menyangkut Nurul belum selesai sekarang muncul anak gadis ini.


Dan semua pergerakan mommy sharen sedari awal Lan memasuki ruangan tersebut tidak luput dari perhatian ummi Nurul


"Kalian mungkin berhasil menyakitiku waktu itu, tapi tidak untuk anakku! yang susah payah aku besarkan sendiri, yang terkadang ia menangis karena kelaparan! dan dengan sesuka hati kalian ingin menyakitinya? tak akan aku biarkan siapapun menyakiti putriku walau seujung kuku pun, "batin ummi Nurul yang pandangannya terus mengarah ke mommy sharen, disamping ingin mengetahui gerak-geriknya, juga beliau sengaja tidak mau menyaksikan interaksi ayah dan anak yang tidak saling mengenal tersebut, yang bagaimanapun ia menyangkalnya! mereka pasti merasakan ikatan batin yang sama.


"Lan, Aisyah kalian belum pada makan kan? buruan kedapur, tidak baik lho kalau makannya terlambat, nanti ummi dimarahin ummi Nurul lagi, "ucap ummi Khadijah yang faham akan situasi saat ini, mudah-mudahan alasannya tepat untuk membuat dua anak gadis tersebut meninggalkan tempat ini, bukannya tidak mau kalau akhirnya mereka pergi bersama keluarga barunya namun harus pelan-pelan memberitahunya, karena umur yang masih muda dan jiwa yang masih labil, ditambah kasih sayang yang tidak pernah mereka dapatkan dari seorang ummi, mereka pasti bingung dan bisa saja memberontak jika diberitahu dadakan seperti itu, walaupun mereka faham agama tapi tetap saja tidak ada yang tahu apa yang mereka simpan rapi didalam hati,


"Sebenarnya Nisa lapar ummi! tapi sekarang tidak lagi, karena Nisa terlalu bingung dengan semua ini,


"Oh ya ka Gres! apakah Kaka punya kembaran yang hilang? "tanya Nisa


Sontak perkataan Nisa membuat semua orang memandangnya heran sekaligus haru, tak terkecuali Deddy Jack dan Rezky, karena menurut Rara Nisa sangat menyayangi Aisyah, dan tidak ingin jauh-jauh darinya, bahkan Nisa selalu di Disholawatin Aisyah sebelum tidur, barulah ketika Nisa tidur Aisyah akan kembali ke kamarnya.


"Kenapa bertanya seperti itu sayang, "jawab kyai Gunawan. karena yang lain sudah tidak tahu lagi mau bicara apa,


"Ya soalnya wajah ka Gres dan kak Aisyah hampir seratus persen mirip lho, dan lagi pernah ada seseorang yang mengatakan kepada Nisa waktu itu tentang kak Aisyah.


"Nisa bicara apa sih sayang? "tanya Aisyah


"Maaf ka, Nisa sangat sayang sama Kaka! andai saja waktu itu tidak ada yang datang kepada Nisa memberi tahu tentang hal tersebut, mungkin Nisa tidak akan peduli walau ada dua atau tiga orang yang mirip ka Aisyah datang kemari, tapi telah ada yang datang terlebih dahulu memberi tahu!


"Siapa yang telah memberi tahu nak Nisa dan apa yang ia katakan sehingga nak Nisa sangat yakin kalau Gres Dan kak Aisyah adalah saudara yang telah terpisahkan, "tanya Deddy Jack hati-hati


"Hmhm, Tante Miranda tuan, ya namanya Tante Miranda


"Apa? jadi!

__ADS_1


__ADS_2