
Deg,,deg,,
Mami sharen diam terpaku mendengar penuturan sang suami, seketika giliran beliau kini yang berlinang air mata. perbuatannya dimasa lalu seakan terlintas dipelupuk matanya.
Akankah semua harus terbongkar sekarang ? akankah usahanya selama puluhan tahun mengejar cinta sang suami harus berakhir detik ini juga ? perasaan bersalah sekaligus egois saling berpacu didalam hatinya, merasa bersalah karena ternyata orang yang telah menolongnya, dan menampungnya ternyata tidak lain kerabat Nurul seseorang yang sangat ia tak sukai, ingin rasanya mengulang waktu, sehingga ia tidak pernah menginjakkan kaki di tempat ini kalau ternyata disini bisa mendapatkan titik terang tentang keberadaan Nurul,
Kyai Abd.Rasyid masih diam, enggan menanggapi pertanyaan tuan William, pandangannya terus tertuju kepada nyonya sharen, beliau tidak menyangka bahwa perempuan yang diceritakan Nurul dimasa lalu bisa secara tidak sengaja bertemu bahkan mereka kini tinggal di atap yang sama
Bram,Bryan kyai Gunawan dan ian hanya bisa diam membisu, mereka tidak mengerti arah pembicaraan mereka.
Namun tidak dengan Tuan Jack yang sangat mengetahui apa yang telah terjadi, namun beliau masih diam, sembari menunggu seseorang membuka kedok dari apa yang diperbuatnya dimasa lalu, karena seberapa rapi pun menyembunyikan sesuatu, cepat atau lambat semua pasti akan terungkap
Beda dengan Rezky, walaupun dia sedikit tahu dari Deddynya tentang kisah cinta masa lalu pamannya tersebut, tapi ia sedikit bingung, rencana ingin mengetahui identitas seseorang yang mirip saudarinya, seakan terbengkalai karena kisah cinta segitiga masa lalu sang paman yang penuh drama, entah kebetulan atau memang saatnya terungkap.
"Maaf Pi, ini sebenarnya ada apa? mengapa Deddy dan Mommy tegang begitu? "sahut ian yang sedari tadi diam.
"Dan lagi siapa Nurul? " kenapa pak kyai tidak menjawab pertanyaan papi kalau memang pak kyai tahu,!
__ADS_1
"Maaf nak Rezky, bukan kapasitas saya untuk menjelaskannya, karena ini sepenuhnya adalah perjalanan hidup orang tuamu. "tapi menurut saya jangan paksakan mereka untuk menceritakannya secara detail kalau mereka tidak menginginkannya, dimana semua orang mempunyai hal yang privasi, "sahut kyai abd, Rasyid bijak
"Tidak masalah, pak kyai, "sahut papi William
Saya sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi, lagipula mau sampai kapan? sekarang atau nanti tetap saja kisah itu akan terungkap juga, "walaupun nantinya ada sifat yang berbeda setelah ini tetapi biarlah, "saya tahu bahwa ini sudah konsekuensi yang harus saya hadapi.
"Tunggu dulu Wil, jangan kamu ceritakan dulu, karena saya yakin kamu hanya mengetahui yang terjadi di akhir, tanpa tahu bagaimana proses hingga hal yang terakhir itu harus terjadi, "jadi menurutku tunggu semua pihak yang bersangkutan ada, barulah kita ungkap semua, "Sahut tuan Jack, karena beliau sudah mengetahui keberadaan Nurul dan kebenaran tentang Lan, anaknya.
"Saya cukup faham maksud anda tuan Jack, anda memang detektif yang gagal masuk militer, "sahut papi William yang seperti mengejek Deddy Jack yang memang bercita-cita ingin jadi detektif, namun diharuskan terjun ke dunia bisnis.
Hahahaha,, tawa mereka seketika pecah mendengar penuturan Deddy Jack.
"Tapi Jack, bagaimana kamu akan menghadirkan semua pihak? apa kamu benar-benar mengetahui sesuatu dibelakang ku?
"Hahaha, tadi katamu aku memang detektif hebat lantas, mengapa kamu meragukan ku hmhm, kamu tenang aja mas bro, kamu cukup siapkan fisik dan mental saja, Deddy Jack berkata sambil melirik kearah samping tepat dimana Kaka iparnya itu berada
Pandangan mereka beradu, hingga mami sharen menunduk tidak tahan menatap lama pandangan yang seakan mengintimidasinya tersebut, kebahagiaan yang dirasakannya beberapa waktu terakhir, beliau pasrah jika memang semua akan berakhir, fikirnya
__ADS_1
"Apa tidak bisa sekarang saja uncle ceritanya, "sahut ian kemudian, aku benar-benar tidak bisa penasaran. karena sepertinya yang kalian sembunyikan dariku adalah hal yang besar.
"Maaf ian, tapi sebaiknya memang begitu, karena mendengar dari sebelah pihak sungguh tidak akan menemukan titik temu, jadi harus semua pihak yang bersangkutan harus ikut, dan lagi ini bukan sekedar menceritakan tapi ada sesuatu yang ingin di ketahui kebenarannya. karena ini bersifat privasi tapi ada sedikit kecurangan didalamnya.
"Terus harus berapa lama kami menunggu? dengan tidak sabar ian bertanya lagi
"Sampai mereka yang di new York sana kembali ke Indonesia,
"Berarti Minggu depan, "sahut Bram
"Itu artinya saat pengukuhan para Tahfiz Al-Qur'an, "sahut kyai Gunawan
"Baiklah, "sahut mereka semua
,,,,,,,,,,,,,,,,,
Semoga tidak ngebosenin ya teman-teman π Syukron π bagi yang selalu menunggu
__ADS_1