
Perdebatan itu masih berlajut bahkan semakin memanas..
Angel : "Hah.?! Apa kamu bilang.?! Kamu yang norak.! Kamu ngapain ke sini hah?!" sambil berjalan menuju meja direktur..
Shera : "Tolong jaga bicara mu.. Ini bukan kantor nenek moyang mu.." Shera pun berdiri..
Angel : mengambil kopi panas yang ada di meja direktur kemudian menyiramkannya ke Shera "Rasakan kamu wanita jalang.!" sambil tersenyum puas..
Shera : segera menghindar tapi kopi panas itu masih mengenai lengan dan kakinya "Aw.. Panas.." sambil merengek kesakitan
Zen : "Angel.! Apa yang kamu lakukan.!" Teriakan Zen terdengar sangat mengerikan.. Dan berlari kearah Shera
Angel : "Di-direktur.. Sa-saya hanya memberikan pelajaran kecil pada wanita jalang ini.." sambil mundur satu langkah
Zen : "Apa.?! Wanita jalang.?! Kamu yang jalang.! Apa kamu tau dia adalah istri ku..!! Beraninya kau menyiram dia dengan kopi panas..!! Apa kamu tidak punya etika hah.!" sambil melihat luka bakar Shera.. "Kevinnnnn..!!" teriak Zen kepada sekertaris laki-lakinya..
Kevin yang mendengar teriakan Zen yang mengerikan langsung berlari menuju ruang direktur dan Kevin pertama kalinya mendengar Zen berteriak begitu menyeramkan sejak dia bekerja disini selama 5 tahun.. Kevin merupakan salah satu orang kepercayaan Zen untuk mengurus perusahaannya ketika dia pulang ke Indonesia ataupun kalau ada urusan mendadak lainnya..
Kevin : "Iyha direktur..? Ada apa memanggil saya..?" sambil gemetaran karena ketakutan..
Zen : "Kamu yang akan hendel meeting kali ini.. Saya harus mengantarkan istri saya ke rumah sakit.." jelas Zen.. "Oh iya satu lagi.. Saya tidak mau lihat wanita jalang itu di semua perusahaan saya lagi.. Kamu kalau cari orang jangan asal lagi!" Zen bergegas keluar dari ruangnnya dengan mengendong Shera yang terlihat kesakitan..
Angel : "Di.. Direktur ma-maafkan saya.." rengek Angel..
__ADS_1
***
Tak lama kemudian Zen dan Shera tiba di rumah Sakit milik Mama Zen.. Zen segera meminta dokter pribadi keluarganya untuk menangani Shera..
Zen tampak sangat khawatir kepada Shera.. Dia mondar mandir di depan ruang tempat Shera di tangani dokter Sam.. Tiba-tiba hp miliknya bergetar sangat lama tanda ada panggilan masuk bertuliskan Papa.. Zen bingung antara ingin menerima panggilan itu dan tidak menerima panggilan itu.. Zen memutuskan untuk mengangkat panggilan itu..
Papa : "Zen.. Kenapa kamu angkat telfon saja lama sekali.."
Zen : "Uh.. Itu.. Anu pa.. Itu.."
Dokter Sam : "Zen.. Istri mu baik-baik.. Itu luka bakar ringan tidak terlalu parah.. Tetapi dia harus menginap di sini agar lukanya tidak meninggalkan bekas maka akan aku tangani secara intensif.." potong dokter saat Zen sedang telfon..
Papa : "Zen.. Kamu di rumah sakit.. Shera kenapa.. Berikan ponsel mu pada dokter Sam.. Papa mau bicara..!"
Zen : "Dokter Sam.. Papa ingin bicara dengan anda.." sambil mengulurkan ponsel miliknya..
Doker Sam : "Umm.. Baiklah.. Hallo Bayu.. Kenapa kamu tidak bilang kalau Zen sudah menikah....................." berlalu meninggalkan Zen..
Zen bergegas masuk ke dalam ruangan tempat Shera di periksa.. Zen mendapati dia sudah tertidur pulas karena obat bius dari dokter Sam.. Zen memegang tangan Shera lalu menciumnya.. 'Eh.. Apa yang aku lakukan.. Kenapa aku mencium tangan Shera.? Ah.. Mungkin aku khawatir saja dengannya..' gumam Zen..
__ADS_1
***
Zen tertidur di samping Shera dengan posisi duduk memegangi tangan Shera.. Dokter Sam yang masuk untuk mengembalikan ponsel milik Zen hanya tersenyum melihat kejadian itu dan meninggalkan ponsel miliknya beserta memo.. Dokter Sam berharap agar Sam membaca memo darinya itu..
Isi memo dari Dokter Sam..
From Dr. Sam..
Aku harap kamu menjaganya dengan baik, jangan membuat dia terluka lagi.. Dia gadis cantik, baik, ramah dan juga sangat sopan.. Kalau kamu meninggalkannya berarti kamu orang paling bodoh di dunia ini.. Oh iyha.. Papa dan mama mu akan kesini naik pesawat pribadi.. Mungkin Ayah dan bunda Shera juga ikut pergi kesini.. Jangan lupa oleskan salep pada luka bakar istri mu agar tidak berbekas..
***
Pagi harinya Zen terbangun dan mendapati dirinya tertidur di samping Shera dengan mengenggam tangannya.. 'Ahh.. Apa aku semalaman mengenggam tangannya.. Umm.. Aku baru sadar ketika dia tidur dia sangat manis.. Umm.. Aku ingin sekali menciumnya.. Tidak apa lah karena dia masih tidur aku akan mencium keningnya..' gumam Zen..
__ADS_1
Zen pun mencium kening Shera dan tiba-tiba Papa Zen, Mama Zen, Ayah Shera dan Bunda Shera masuk ke dalam ruangan dan melihat Zen mencium kening istrinya tersebut.. Mereka terlihat bahagia melihat kejadian itu..