
Shera bingung bagaimana mau memberitahu Zen tentang rencana Shera untuk membatalkan perjodohan mereka berdua.. Tiba-tiba HP Shera bergetar yang membuat lamunannya pecah seketika..
Shera memngambil HP miliknya lalu melihat sebuah pesan dari Zen yang isinya.. 'Shera, ini aku Zen.. Maaf sudah menganggu waktu mu, tapi aku ingin berbicara sesuatu dengan mu.. Kamu ada waktu atau tidak?'.. Shera pun bingung bagaimana Zen bisa mengiriminya pesan, sedangkan dia belum memghubunginya terlebih dahulu..
Shera : 'Oh kak Zen ya, Shera ada waktu kak.. Memang mau bicara apa?'
Zen : 'Sesuatu yang menyangkut perjodohan kita.. Kalau kamu ada waktu kita bertemu di cafe jam 4 sore bagaimana? Cafe terserah kamu karena aku tidak tau Cafe nyaman di sini..'
Shera : 'Umm.. Sebenarnya Shera juga mau biacara mengenai itu kak.. Iyha sudah kita bertemu di Cafe Pelangi ya kak..'
Zen : 'Oke sampai jumpa nanti..'
***
__ADS_1
"Kak Zen! Sini.." Shera berteriak sambil melambaikan tangan.. Zen pun bergegas menghampiri Shera yang berada tak jauh darinya.. Setelah memesan makanan, mereka berdua secara bersamaan bebicara..
Zen : "Shera.."
Shera : "Kak Zen.." lanjut Shera " Kak Zen dulu deh, tadi mau ngomong apa?"
Zen : "Oke aku dulu.. Hmm.. Sebenarnya aku tidak suka dengan perjodohan ini.. Bagaimana dengan mu Ra.?"
Zen : "Bagaimana jika kita sepakat untuk menolak perjodohan ini secara bersama.. Mungkin mereka akan membatalkan perjodohan ini..??"
Shera : "Sebenarnya itu yang mau aku bicarakan dengan kak Zen.."
***
__ADS_1
Setelah berbicara cukup lama Shera dan Zen minggalkan cafe tersebut dan berjalan ke arah parkiran..
Zen : "Mau aku antar.?"
Shera : "Oh.. Tidak perlu kak, Shera bawa mobil sendiri.." Sambil menunjuk ke arah mobil warna merah keluaran terbaru..
Zen : "Oke baiklah.. Kalau begitu hati-hati.."
Mereka berjalan bersama karena kebetulan mobil mereka berdampingan..
Yang satu warna merah keluaran terbaru dan satunya warna hitam yang limitied edition..
__ADS_1