
Chapter 26
Shera : "Aaaaaaa.." teriak Shera histeris saat Zen akan membuka handuknya dan spontan dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..
Zen : "Ahahahhahahah.. Ekspersi mu lucu sekali..Tenang saja aku sudah pakai celana pendek.. Lagi pula aku ini suami mu.. Kamu juga berhak melihat tubuh ku.." ucao Zen yang menggoda Shera dan tertawa geli melihat tingkah istrinya tersebut..
Shera : "Tidak.. Tidak.. Kau pasti bohongkan..!! Dasar laki-laki mesum..!!" ucap Shera yang masih menutup kedua matanya..
Zen semakin tertawa mendengar cacian dadi Shera..
Zen : "Hahahha.. Mesum mesum begini juga suami mu.. Mau apaa kamu..??" ucap Zen yang terus menggoda Shera..
Shera pun berlari menuju kamar mandi dia ingin membersihkan dirinya karena perjalanan jauhnya itu..
***
Mereka berdua turun dan makan malam bersama.. Setelah selesai makam malam Zen dan Shera yang sudah sangat lelah memilih langsung beranjak ke kamarnya untuk tidur..
Zen : "Kamu..?? Mau tidur dengan ku..??" ranya Zen saat melihat Shera mengikutinya dari belakang..
Shera : "Umm.. Aku.. Aku takut.." ucap Shera sambil memegang baju Zen dari belakang..
Zen : "Ya sudah.. Ayo tidur di kamar mu.." ucap Zen pada Shera kemudian berjalan menuju ke kamar bersama-sama..
Mereka berdua merebahkan diri pada ranjang king size milik Shera.. Shera meminta Zen untuk memeluknya dari belakang dan dengan senang hati Zen melakukannya.. Entah kenapa Shera merasa sangat sangat nyaman saat Zen melakukan hal itu..
__ADS_1
Zen merasa Shera sekarang seperti anak kucing yang sangat manja.. Tetapi itu malah membuat Zen semakin menyayangi Shera.. Mereka tidur dengan posisi seperti itu sepanjang malam karena Zen juga merasa nyaman..
***
Pagi harinya Zen sudah siap dengan segala perlengkapan kantornya kemudian turun untuk sarapan pagi tanpa di temani Shera.. Karena Shera masih sibuk berkutat dengan alam mimpinya.. Selesai sarapan Zen memutuskan kembali ke kamar Shera untuk berpamitan dengan istrinya itu..
Zen mengecup kening Shera yang membuatnya terbangun..
Shera : "Umm.. Kamu mau kemana..??" tanya Shera dengan suara serak khas orang bangun tidur..
Zen : "Maaf aku membangunkan mu.. Aku mau pergi ke kantor.. Kamu mau ikut..??" ucap Zen pada Shera..
Shera : "Oke.. Wait.. Aku ikut.. 15 menit lagi aku kan siap.." ucap Shera yang berlaki menuju kamar mandi..
Setelah menunggu 15 menit keluarlah seorang wanita cantik lengkap dengan baju kerja miliknya.. Rambut yang di biarkan tergerai menambah kesan cantik pada setelan jas warna hitam miliknya.. Make up natural memancarakan kecantikan yang tiada tanding.. Zen hanya bisa melongo saat melihat istrinya berubah dari yang terlihat kanak-kanak sekarang menjadi wanita dewasa idaman pada lelaki..
Shera : "Ayo berangkat.. Kenapa hanya melonggo..?? Apa kah baju ku aneh..??" ucap Shera membuyarkan lamunan Zen..
Zen : "Umm.. Ti-tidak.. Kau sangat cantik.. Bahkan sangat sangat cantik.." ucap Zen sambil membereskan berkas-berkas yang ada di mejanya..
Shera : " Umm.. Tunggu.. Sepertinya penampilan mu ada yang kurang.." ucap Shera sambil meneliti Zen dari atas ke bawah.. "Iyha.. Dasi.. Kemana dasi mu..??" ucap Shera menunjuk ke arah tempat dimana dasi melingkar..
Zen : "Umm.. Aku.. Sebenarnya aku.. Aku tidak bisa memakai dasi.. Maka dari itu dasinya masih ada di lemari.." ucap Zen sedikit malu karena dia ketahuan tidak bisa memakai dasi..
__ADS_1
Shera : "Bodoh.. Kan aku bisa memakaikannya untuk mu.. Kenapa tidak minta tolong pada ku.. Katanya aku istri mu..??" ucap Shera sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah dasi..
Zen : "Ummm.. Baiklah.. Tolong pakaikan ya istri ku yang cantik.." ucap Zen sambil mencium kening Shera karena dia sekarang berdiri di depan Zen dan memakaikan dasi yang tadi diambil..
Shera : "Iyha iyha.. Bawel.. Tapi kamu harus mentraktir ku hari ini.. Aku ingin sekali makan rujak.. Boleh ya.. Plis.." ucap Shera sambil memohon pada Zen dan mengeluarkan mata imutnya..
Zen : "Rujak..?? Jangan jangan... Kamu ngidam ya..?? Perasaan aku belum pernah menyentuh mu..? Kok sudah langsung jadi.. Waw hebat sekali aku.." ucap Zen sambil menggoda Shera..
Shera : "Kamu..!! Aku tunggu di luar.." teriak Shera lalu pergi keluar kamar dengan menghentak hentak kan kakinya layaknya anak kecil marah saat tidak di belikan permen..
Zen : "Lucu sekali.." ucap Zen melihat Shera yang berlalu dengan kesal..
Author..
Maaf ya semua.. Dikarena saya punya 2 novel maka dari itu update 3x dalam seminggu.. 😊
Jangan lupa like dan commentnya ya.. 😊
Terima kasih sudah membaca novel saya.. 😘
Salam hangat dari author..
__ADS_1
mykhaliajasmine