
Setelah sembuh ayah Shera dan papa Zen keluar dari rumah sakit.. Keluarga Zen juga masih tinggal di rumah Shera karena diminta oleh ayah Shera.. Karena rumah sakit terbaik jauh dari rumah Zen dan kondisi papanya belum stabil..
Ayah Zen : "Shera, kesini dulu sayang.. Paman mau bicara sama Shera.." sambil melambai
Shera : "Iya paman.." Shera mendekati Ayah Zen..
Ayah Zen : "Shera paman mau bicara serius sama Shera.. Boleh tidak.?" sambil memegang tangan Shera..
__ADS_1
Shera : "Boleh paman.. Paman mau bicara apa sama Shera kok keliatannya serius.?" tanya Shera dengan penasaran..
Ayah Zen : "Shera.. Paman ada satu permintaan sama kamu.. Kamu anak baik, penyayang, sopan, maniri, pintar, paman mau Shera dan Zen menikah yaa.. Paman mau liat kalian bersama sebelum paman meninggal.. Itu kalau Shera tidak keberatan.." sambil menangis..
Shera : "Paman jangan bicara seperti itu.. Paman pasti sembuh.." sambil memegang erat tangan Ayah Zen..
Ayah Shera : "Zen sini dulu nak.." sambil melambai pada Zen..
__ADS_1
Zen : "Iyha paman.. Zen kesana.." berjalan kearah Ayah Shera..
Ayah Shera : "Zen.. Kamu laki-laki baik, sopan, mandiri, pintar, bertanggung jawab dan juga pasti bisa menjaga anak paman satu-satunya.. Paman ingin kalian menikah sebelum paman meninggal.. Paman ingin melihat putri paman bahagia dengan kamu.." sambil menangis..
Zen : "Paman jangan berkata seperti itu.. Paman pasti sembuh.. Jangan berkata seperti itu.." sambil memeluk..
***
__ADS_1
Zen dan Shera bertemu di samping kolam renang rumah Shera.. Mereka berdua bingung, kenapa mereka harus dijodohkan.. Mereka memikirkan rencana agar bisa membatalkan perjodohan ini..