Takdir Menyatukan Kita

Takdir Menyatukan Kita
Chapter 20 #Rahasia Terungkap


__ADS_3

Bunda Shera : "Shera..!!!!" Bunda berteriak histeris dan menangis karena putrinya terluka..


Mama Zen : "Ada apa Mala.? Kenapa kamu teriak.?" mama Zen berlari mendekati mereka bertiga dan disusul oleh papa Zen dan juga Ayah Shera..



Mereka semua panik karena melihat Shera yang tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah.. Pak Ari sudah menunggu di depan rumah Zen langsung masuk mobil dan tetap mengendong Shera dalam pelukannya..



Papa, Mama, Ayah dan Bunda mereka menyusul mereka dari belakang menggunakan mobil yang lain.. Zen masih berusaha membuat Shera terbangun tapi tetap saja tidak ada respon dari Shera..



Bunda Shera menangis sepanjang jalan menuju rumah sakit karena dia tau betul terakhir kali Shera terluka seperti sekarang saat umurnya 8 tahun.. Mama Zen berusaha menenangkan Bunda Shera yang sejak tadi menangis..



***



Zen sudah tiba di rumah sakit langsung berteriak kepada suster untuk memanggilkan dokter Sam.. Dokter Sam berdiri di lorong itu pun langsung menyadari bahwa itu adalah Zen dan istrinya lalu berlari ke arah mereka berdua..



Dokter Sam menyuruh Zen untuk meletakkan Shera di ranjang UGD untuk di periksa.. Dokter Sam meminta Zen menunggu di luar dan Zen pun keluar..

__ADS_1



Bunda : "Zen dimana Shera.?! Bagaimana keadaannya.?! Shera baik-baik saja kan.?! Jangan biarkan dia terluka.. Aku takut.." tanya Bunda secara bertubi-tubi sambil terisak..


Zen : "Bunda tenang ya.. Sekarang Shera masih si periksa dokter Sam.. Dia masih di dalam dan belum keluar.." ucap Zen berusaha menenangkan Bundanya..



Tak lama setelah itu Bunda Shera pun tak sadarakan diri dan semua orang bertambah panik.. Bunda Shera di bawa keruang perawatan dan mendapatkan infus karena dia mengalami dehidrasi..



***




Zen : "Dok Shera bagaimana.. Apakah dia baik-baik saja.? Jawab dok..!! Kenapa anda diam saja..!!" teriak Zen sambil mengguncangkan badan dokter Sam..


Dokter : "Zen.. Shera tidak apa.. Hanya saja benturan itu mungkin akan berdampak pada ingatannya.." ucap dokter Sam


Zen : "Maksut dokter apa..?? Zen ga tau dok..!!" ucap Zen panik..


Dokter : "Zen.. Apa kah kau ingat saat kau terluka pada saat ulang tahun mu dulu waktu kamu umur 10 tahun.?" Ucap dokter Sam sambil memegang kedua pundak Zen..


__ADS_1


Dokter Sam memang mengikuti keluarga Zen dari dulu.. Saat keluarga Zen pindah dokter Sam pun ikut pindah ke bersama keluarga itu..



Zen : "Aku selalu ingat itu dok.. Tapi maksud dokter apa..?!" tanya Zen yang masih terlihat bingung..


Dokter : "Hmm.. Karena dulu yang menolong mu adalah Shera.. Shera terbentur sangat keras sampai dia kehilangan ingatannya waktu itu.. Itu yang aku takutkan sekarang.. Semoga itu tidak terjadi lagi.." ucap dokter Sam cemas..


Zen : "Apa dok..?! Jadi, dulu dia yang menyelamatkan ku..??" tanya Zen pada dokter Sam..



'Apa.?! Jadi selama ini orang yang aku cari adalah istri ku sendiri..!! Ahh.. Dasar bodoh..!! Kenapa aku dulu tidak tanya dokter Sam..' gumam Zen dalam hati sambil memegang kepalanya..



***



Setelah penjelasan dokter Sam panjang lebar Zen pun masuk ke ruang perawatan Shera.. Sekarang dia sudah di pindahkan di ruang perawatan.. Zen pun mengenggam tangan Shera kemudian mencium tangannya..



Zen : "Ra.. Cepat sadarlah.. Aku sudah menemukan orang yang aku cari selama ini.. Dan ternyata orang itu adalah kamu.. Ternyata aku sudah mencintai mu sejak lama Ra.. Tapi aku tidak sadar jika itu kamu.. Aku ingin kita bersama selamanya Ra..!! Jangan tinggali aku lagi..!! Aku mohon.! Bangun..!! Jangan membuat ku khawatir..!!" ucap Zen sambil meneteskan air mata dan itu mengenai permukaan kulit tangan Shera..


__ADS_1


Seperti sebuah keajaiban Shera langsung tersadar karena air mata Zen yang jatuh di kulit tangannya.. Shera membuka matanya dan mendapati Zen sedang menangis sambil mencium tangannya..


__ADS_2