Takdir Menyatukan Kita

Takdir Menyatukan Kita
Chapter 5 #Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah pertemuan itu Shera dan Zen malah semakin sering bertemu dan membicarakan soal pembatalan perjodohan mereka.. Saat di cafe yang sama dan mereka sedang berbincang mengenai rencana mereka tiba-tiba HP Zen bergetar lama.. Ternyata adalah mamanya Zen yang menelfon..



Zen : " Hallo.. Ada apa ma.?" Raut wajah Zen terlihat khawatir..


Mama : "Hallo nak, kamu bisa tidak sekarang juga kerumah sakit.? Papa mu dan paman mu.." suaranya terdengar lemah dan bergetar..


Zen : "Papa kenapa ma.? Paman siapa.? Rumah sakit mana.?" Zen yang terlihat khawatir..


Mama : "Papa mu kecelakaan bersama dengan paman Wildan Zen.. Di rumah sakit Kasih Ibu.. Cepat kesini mama takut.." terdengar suara tangisan..


Zen : "Oke Zen akan tiba di sana dalam 10 menit ma.." Zen sangat khawatir..

__ADS_1



Zen memberitahukan Shera bahwa ayahnya masuk rumah sakit karena kecalakaan.. Sontak Shera pun menangis karena takut kehilangan Ayah yang sangat Shera cintai..



***




Shera : "Bunda.. Ayah kenapa.. Ayah dimana.?" Shera bertanya kepada bundanya sambil menangis..

__ADS_1


Bunda : "Ayah ada di dalam sayang.."


Shera : "Kenapa ayah dan paman bisa mengalami kecelakaan Bun.?"


Bunda : "Bunda juga tidak tau sayang.. Ayah dan paman Bayu pergi untuk urusan bisnis mereka.." sambil terisak..



***



Bunda Shera dan mama Zen memutuskan untuk pulang karena di paksa oleh anak-anak mereka.. Shera dan Zen tidak bergerak sedikitpun dari bangku ruang tunggu.. Mereka duduk berdampingan, tanda disadari Shera bersandar di bahu Zen dan tertidur.. Karena kelelahan Zen pun tidak tega untuk bergeser tempat duduk dan malah ikut tertidur juga..

__ADS_1


__ADS_2