
Chapter 25
Zen mendekatkan wajahnya ke wajah Shera yang masih melihat ke luar jendela.. Shera tidak sengaja menoleh ke samping dan wajah mereka sangat dekat.. Sangat dekat bahkan bibir mereka sudah sedikit bergoresan satu sama lain.. Sehingga memberikan kesan kepada mereka berdua bahwa dua insan tersebut sedang berciuman..
Namun tiba-tiba datang seorang pamugari..
Pramugari : "Ehem.. Minumnya bapak ibuk.." ucap pramugari sambil tertawa melihat mereka berdua yang terlihat sedang berciuman itu.. Zen dan Shera terkejut akan kehadiran pramugari tersebut.. Mereka berdua dengan cepat menjauhkan wajah mereka masing-masing dan mengambil minuman yabg di berikan oleh pramugari itu..
Zen dan Shera : "Terima kasih.." ucap mereka berbarengan dan kemudian saling menatap satu sama lain.. Mereka pun malu-malu dan lebih memilih mengalihkan pandangan mereka masing-masing dan juga meminum minuman mereka berdua..
Zen kembali dengan kesibukannya mengotak atik laptop miliknya.. Shera yang merasakan katuk datang menyambar dirinya pun memejamkan mata.. Tidak lama setelah itu Shera pun tidur dan tidak sengaja bersandar pada bahu kekar milik Zen.. Zen yang sadar Shera telah tidur dan bersandar pada bahunya pun tersenyum bahagia..
***
__ADS_1
Tak terasa penjalanan jauh mereka sudah berakhir.. Zen tidak tega membangunkan Shera pun menggendongnya ala bridal style turun dari pesawat.. Semua orang menatap mereka dengan iri karena mereka berdua telihat sangat romantis.. 'Waw.. Suami yang pengertian..' 'Aku juga mau punya suami seperti dia..' 'Oh.. Romantis sekali pasangan itu..'
Begitulah perkataan orang-orang yang melihat Zen menggendong Shera ala birdal style turun dari pesawat sampai dengan masuk mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.. Shera pun malah semakin terlelap dan Zen pun tidak tega sama sekali untuk membangunkan tidur Shera..
***
Perjalanan mereka membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai ke rumah Shera.. Setelah sampai di rumah Shera masih tetap setia menyusuri alam mimpinya itu.. Zen pun menggendong Shera dengan posisi seperti tadi saat turun dari pesawat.. Zen yang menggendong Shera keluar dari mobil menuju ke kamar Shera untuk menidurkannya di atas ranjang king size milik Shera..
Shera bangun karena mendengar suara gemercik ari yang berasal dari kamar mandi yang di gunakan oleh Zen..
Shera : "Umm.. Dimana ini.." ucap Shera meregangkan badan dan juga melihat sekelilingnya..
Shera melihat foto dirinya dan juga Zen yang tergantung di dinding kamarnya.. Shera juga melihat fotonya dengan sahabat baiknya yaitu Stella.. 'Perempuan ini siapa.?? Kok kelihatannya aku sangat dekat sekali dengan dia..?? Siapa dia sebenarnya..?? Kenapa aku tidak ingat..!! Ahh.. Kenapa kepala ku sedikit pusing..?' batin Shera sambil memegangi kepalanya yang sedikit pusing tersebut..
__ADS_1
Zen : "Itu sahabat kamu.. Namanya Stella Pradipta.." ucap Zen sambil menunjuk foto tersebut dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil..
Shera : "Pakai baju mu..!! Aku tidak mau mata ku ternoda oleh tubuh mu.." ucap Shera yang terkejut oleh kehadiaran Zen yang hanya mengenakan handuk..
Zen pun hanya tertawa geli mendengar jeritan istrinya tersebut karena dia memang masih memakai handuk..
Zen : "Hahahahhahah.. Kamu itu bagaimana.. Aku itu suami mu.. Kamu juga berhak melihat tubuh ku.. Bagimana kalau aku buka sekarang.." ucap Zen yang menggoda Shera dan segera melepas handuknya..
Shera : "Aaaaaaa.." teriak Shera histeris saat Zen akan membuka handuknya dan spontan dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..
Zen : "Ahahahhahahah.. Ekspersi mu lucu sekali..Tenang saja aku sudah pakai celana pendek.. Lagi pula aku ini suami mu.. Kamu juga berhak melihat tubuh ku.." ucao Zen yang menggoda Shera dan tertawa geli melihat tingkah istrinya tersebut..
Shera : "Tidak.. Tidak.. Kau pasti bohongkan..!! Dasar mesum..!!" ucap Shera yang masih menutup kedua matanya..
Author..
__ADS_1
Sekali lagi maaf ya semua.. Aku baru bisa update dikit.. 😣 Maaf banget ya.. Padahal aku udah bikin sampe selesai dan aku simpen di catatan harian aku di HP dan malah hilang HPnya.. Maaf ya.. 😩 Baru update 2 chapter.. Maaf banget..