
Zen berjalan menuju kantin rumah sakit.. Dia membeli segelas kopi dan meminumnya di sana.. 'Kenapa aku merasa kecewa tidak jadi mengoleskan salep itu ya.? Padahal aku tadi tidak berniat mengoleskannya.. Ahhhh.. Apa yang berjadi pada ku.?' batin Zen..
Zen yang terlihat galau seperti ABG baru putus cinta pun kembali ke kamar istrinya tersebut.. Dia tampak tidak bersemangat sama sekali.. Bunda dan mamanya menyuruhnya untuk pulang dan ganti pakaian..
***
Sesampainya di rumah Zen di buat bingung oleh orang tuanya karena hanya beberapa jam mereka pulang ternyata sudah mengubah seisi kamar Zen.. Yang dulu ada dua ranjang sejarang menjadi satu ranjang berukuran king size.. Ruang kerja tetap ada tetapi sudah tidak ada ranjang di sana.. Namun di gantikan dengan sofa panjang untuk bersantai dan dilengkapi dengan TV led 30 in..
'Hah.?! Apa yang mama dan papa lakukan.. Kenapa mereka mengeluarkan ranjang ku.?! Lalu aku harus tidur dimana.?! Kurasa memang ini rencana papa dan mama karena mereka tau aku punya 2 ranjang di satu kamar..' sambil membaringkan diri di ranjang barunya..
Karena kelahan Zen pun tertidur di ranjang hingga sore tiba.. Dia pun terbangun dan terkejut karena karena matahari sudah terbenam dia bergegas mandi dan kembali lagi ke rumah sakit.. Zen berlari menuruni tangga dan menuju ke ruang ruang tengah..
__ADS_1
Mama : "Zen.! Jangan lari kalo turun tangga.. Kamu yaa.! Dari kecil suka begitu kalo buru-buru..!" teriak mamanya..
Zen : "Ahh.. Zen ketiduran tadi ma.. Kan Zen harus menemani Shera di rumah sakit.. Zen pergi dulu ya ma.." tanpa menoleh ke arah mamanya..
Papa : "Mau pergi kemana.? Shera sudah pulang tadi.." sambil tertawa melihat tingkah anak tunggalnya itu..
Zen : "Hah.? Pulang pa.? Kapan.? Kok ga ngasih tau Zen sih.? Emang sudah sembuh.?" tanyanya kesal..
Shera : "Maaf kak.. Shera tau kakak lelah.. Mama tadi ingin telfon kakak.. Tapi Shera larang karena....." putus karena di potong oleh Zen..
Zen : "Shera.. Maafkan aku ya.. Aku ketiduran.. Seharusnya aku yang menemani kamu saat keluar dari rumah sakit.." berjalan menghampiri Shera lalu mencium keningnya dengan sangat tulus..
Mereka semua bercanda dan tertawa dengan bahagia layaknya sebuah keluarga yang amat sangat bahagia.. Saling bercerita pengalaman satu sama lain..
***
__ADS_1
Tepat pukul 10 malam.. Bunda Shera menyuruhnya untuk tidur karena dia tau Shera dan Zen sangat lelah.. Mamanya pun menyuruh Zen untuk tidur juga.. Mereka berdua pun berjalan bersama menuju kamar mereka berdua..
Sesampainya di kamar.. Shera hanya melongo karena Suasa kamar Zen berubah drastis.. Kini malah terlihat seperti kamarnya yang ada di Indonesia..
Shera : "Kak.."
Zen : "Shera.."
Mereka berdua berbarengan memanggil satu sama lain itu membuat mereka salah tingkah dan pipi merah..
Shera : "Kak Zen mau ngomong apa.?" Shera memberanikan diri membuka obrolan..
Zen : "Shera.. Sebenarnya.. Ini ulah mama ku.. Karena ranjang ku di keluarkan...." tiba-tiba di potong Shera
Shera : "Iyha.. Aku sudah tau kak.. Ini bukan cuma mama.. Tapi bunda aku juga, kamar ini hampir sama persis dengan kamar ku yang di Indonesia kan.? Suasana ini membuat ku nyaman bahkan sangat nyaman.." sambil berbaring di ranjang king sizenya yang baru..
Zen : "Iyha.. Sama seperti kamar mu yang ada di sana.. Memang ini sangat nyaman.. Tapi.. Kita juga.. Ehem.. Kita juga harus, harus tidur bersama.." sambil memegang tengkuk lehernya karena malu mengatakan itu dia tidak memandang Shera tapi memandang ke arah ruang kerja miliknya..
__ADS_1
Setelah beberapa menit tidak ada jawaban dari Shera.. Zen ingin memastikan apakah dia mau tidur seranjang dengan dirinya.. Zen masih ragu untuk melihat ke arah Shera.. Karena tidak ada jawaban Zen memberanikan diri menoleh ke arah Shera dan ternyata..