Takdir Menyatukan Kita

Takdir Menyatukan Kita
Chapter 21 #Hilang Ingatan


__ADS_3

Seperti sebuah keajaiban Shera langsung tersadar karena kristal bening dari mata Zen yang jatuh di kulit tangannya.. Shera membuka matanya dan mendapati Zen sedang menangis sambil mencium tangannya..



Zen : "Jangan sampai.. Jangan sampai kau hilang ingatan.. Aku tidak mengijinkan itu.. Aku tidak mau kau melupakan aku.. Berjanjilah pada ku kau tidak akan pergi.. Aku mencintai mu.." ucap Zen sambil menangis..


Shera : "Kau siapa..??" tanya Shera pada Zen dengan lemah..


Zen : Degg.. Jantungnya seakan berhenti berdetak karena pertanyaan Shera karena ucapan dokter Sam adalah benar.. "A-aku.. Aku adalah.. Suami mu.." Zen terbata-bata sambil mengeluarkan kristal bening dari matanya..



Shera : "Suami ku..??" sambil mengerutkan alisnya.. "Lalu.. Ini dimana..?" tanya Shera dengan suara lemah..


Zen : "Kau di rumah sakit.." Sambil membelai pipi Shera..


Shera : "Lalu.. Kenapa aku bisa ada di sini..?? Apa yang terjadi dengan ku..?? Dan kau..?? Kenapa aku tidak mengingat mu sama sekali..?? Dan lagi.." pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut Shera sehingga Zen gemas lalu menutup mulut Shera dengan jari telunjuknya..

__ADS_1



Zen : "Kau baru saja bangun..! Jangan banyak pertanyaan..! Aku tidak mau kalau kamu tertidur lagi..! Aku bantu kamu duduk ya.." ucap Zen sambil menyeka kristal bening dari matanya lalu membantu Shera untuk duduk di ranjangnya..



Tidak lama setelah itu papa, mama, ayah dan bunda mereka masuk ke ruang perawatan.. Bunda Shera melihat Shera sudah siuman langsung menghampiri putrinya dan melupakan kalau dirinya juga memiliki selang pada tangannya.. Papa Zen melihat ke arah Zen yang terduduk lemas di kursi yang berada di samping ranjang Shera..



Papa : Menepuk bahu Zen dan bertanya.. "Kamu kenapa..?? Kenapa lemas..?" tanya papa Zen khawatir..


Papa, mama, ayah dan bunda : "Apa..?!" secara bersamaan karena mereka tidak percaya apa yang di katakan Zen..



Mereka semua menangis karena mendengar ucapan Zen dan melihat Shera seperti orang linglung..

__ADS_1


Bunda : "Sayang.. Apa kamu ingat bunda nak..?" ucap Bunda Shera lalu melepaskan pelukannya..


Shera : "Tidak.. Aku tidak ingat.. Kalian siapa..?? Dan kenapa kalian ada di sini.. Lalu aku siapa..??" tanya Shera yang terlihat bingung akan situasi di dalam kamar perawatannya..



Semua orang mulai menangis karena mereka tidak percaya apa yang di ucapkan oleh Shera barusan..


Zen : "Aku kenalkan mereka satu-satu ya." ucap Zen lembut sembari bangkit dari tempat duduknya.. Shera hanya mengangguk dan entah mengapa hatinya percaya bahwa Zen itu adalah suaminya..



Zen : "Itu perempuan yang memeluk mu tadi adalah Bunda mu.. Laki-laki yang ada di sampingnya adalah Ayah mu.. Dan ini adalah Papa mama ku atau mertua mu.." ucap Zen dengan lembut..


Shera : "Lalu.. Kamu siapa.. Emm.. Maksud ku nama mu..?? Dan nama ku siapa..??" ucap Shera masih seperti orang kebingungan..


__ADS_1


Zen berusaha tegar dan tidak mengeluarkan lagi kristal bening dari matanya lagi..


Zen : "Aku adalah Suami mu.. Nama ku Zen Davin Alfarezi.. Dan kamu adalah istri ku.. Nama mu adalah Shera Jasmine.. Bunda mu adalah Istida Kumalasari, ayah mu adalah Wildan Habibie, papa adalah Bayu Setiawan dan mama adalah Suci Yuliastuti.." ucap Zen dengan lembut dan tanpa dia sadari kristal bening telah mengalir bebas dari matanya.. Baru kali ini Zen merasa kehilangan orang yang ia cari selama kurang lebih 15 tahun itu..


__ADS_2