Takdir Menyatukan Kita

Takdir Menyatukan Kita
Chapter 6 #Disangka Suami


__ADS_3

Saat pagi tiba Shera terbangun dan mendapati dia tertidur di bahu Zen.. Zen yang saat itu tertidur pun ikut bangun karena Shera tidak sengaja menyenggol lengan Zen..



Zen : "Shera, udah bangun ya.. Jam berapa sekarang.?"


Shera : "Iyha kak, sekarang jam 6 pagi kak.. Shera pergi cari sarapan dulu ya kak.."


Zen : "Jangan Ra.! Biar aku.. Kamu disini, emng kamu tau cari makan jam segini.?"


Shera : "Tau dong kak.! Kakak pikir Shera hanya diam di rumah saja.. Shera juga tau.!" sambil cemberut..


Zen : "Ya sudah kita cari sama-sama saja deh.. Aku ga tenang kalo kamu sendiri.."



***

__ADS_1



Seleai sarapan Shera dan Zen bergegas ke rumah sakit dan mendapati bunda dan mama mereka sudah ada di sana..



Bunda Shera : "Dari mana kalian.? Kok ketawa-ketawa sih.?" sambil senyam senyum


Mama Zen : "Iyha, kalian dari mana kok moodnya bagus banget.."


Bunda Shera : "Ngapain kalian ke pasar.?"


Shera : "Cari sarapan bunda ku sayang." sambil memeluk bundanya..



***

__ADS_1



Shera dan Zen pulang untuk bergantian dengan bunda dan mama mereka.. Mereka pulang ke rumah Shera karena rumah Zen terlalu jauh dari rumah sakit.. Sebelum itu mereka mampir ke toko baju untuk membeli baju Zen..



Pegawai : "Cari apa mbak.? Ada yang bisa saya bantu.?" dengan sopan..


Shera : "Anu mbak itu.. Baju laki-laki di mana ya.?" sambil celingak celinguk..


Pegawai : "Untuk suami mbak ya.." sambil melihat Zen yang ada di samping Shera..


Zen : "Bukan mbak.. Saya bukan suaminya.."



Setelah di tunjukkan pegawai itu dan membeli beberapa pakaian Zen dan Shera bergegas menuju rumah Shera.. Setelah sampai, Shera menyuruh asistennya mengantarkan Zen ke kamar tamu untuk istirahat dan mandi..

__ADS_1


__ADS_2