Takdir Menyatukan Kita

Takdir Menyatukan Kita
Chapter 23 #Ciuman pertama


__ADS_3


Ayah Shera : "Benar juga.. Aku juga masih perlu mengurus perusahaan ku yang ada di sini.. Masalah perusahaan ku yang ada di Indonesia biarkan Zen yang mengurusnya.." ucap ayah Shera membenarkan ucapan mama Zen..


Papa Zen : "Baiklah.. Kita semua sudah setuju.. Jadi, kapan kita mau memberitahukan ini pada mereka..?" ucap papa Zen..



***



Mereka pun memberitahukan rencana itu kepada Zen dan Shera saat makan malam.. Zen dan Shera pun menyetujui rancana itu karena ini semua demi kebaikan semuanya.. Mereka berdua harus berangkat besuk siang karena tiket pesawat sudah di belikan oleh ayah Shera.. Zen juga perlu mengurus perusahaan ayah Shera yang sekarang sudah menjadi milik Shera..


__ADS_1


Selesai makan malam Zen dan Shera menuju ke kamar mereka berdua dan meninggalkan papa, mama, ayah dan bunda mereka untuk packing barang-barang yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia.. Mereka semua berharap dengan pulangnya Shera ke Indonesia dia bisa mengingat segalanya tenang dirinya sendiri dan semua masa lalunya..



Shera : "Umm.. Suami kuu.. Maksud ku kak Zen.." ucap Shera dengan muka merahnya karena salah mengucapkan panggilan..


Zen : "Hah apa..?? Aku tidak salah dengar.. Kamu memanggil ku suami mu.. Ahh.. Senangnya aku.." memeluk Shera sambil melompat lompat kegirangan..




Zen menatap dalam mata Shera dan cukup lama mereka saling berpandangan.. Zen pun memberanikan diri untuk mencium kening Shera.. Tidak ada penolakan dari Shera kemudian Zen pun mencium kedua pipi Shera.. Tidak ada penolakan sama sekali.. Zen pun mencium ujung hidung Shera..


__ADS_1


Shera tidak menolak sama sekali.. Zen menatap dalam Shera dan memberikan kecupan lembut di sudut bibir Shera.. Shera pun membalas kecupan lembut di sudut bibir Zen.. Zen pun berinisiatif mencium bibir merah mereka milik Shera yang terlihat sangat menggoda..



Zen pun mendekatkan wajahnya semakin mendekat hanya tinggal ½ cm saja bibir mereka bersentuhan.. Zen memiringkan sedikit wajahnya agar mereka lebih mudah berciuman.. Bibir mereka pun bersentuhan dan Zen pun menyesap kecil bibir bawah milik Shera..



Shera tersihir oleh Zen dan itu membuat Shera hanyut dalam pesona yang membuat semua perempuan lupa akan daratan.. Zen sangat senang karena dia tidak di tolak oleh orang dia cari dan dia cintai selama kurang lebih 15 tahun..



Tidak ada penolakan dari Shera dan dia malah menyesap kecil bibir atas milik Zen.. Tidak ada penolakan dari Shera, Zen pun memasukan lidahnya ke dalam mulut Shera.. Shera membiarkan Zen mengabsen semua yang ada di dalam mulutnya.. Shera pun juga melakukan hal yang sama kepada Zen..


__ADS_1


Shera dan Zen berciuman sangat lama.. Seakan menikmati ciuman mereka berdua.. Ciuman tanpa adanya kekerasan dan pemaksaan kehendak salah satu.. Ciuman itu lembut bahkan sangat lembut dan penuh dengan cinta.. Itu adalah ciuman pertama Shera begitu juga dengan Zen, itu adalah ciuman pertamanya..


__ADS_2