
Jangan lupa like dan vote ya...
ku doakan kalian selalu sehat dan bahagia..
Jenie, gadis imut 15 tahun, rambut hitam yang panjang, mata cokelat yang indah, dan gigi kelinci yang semakin membuatnya semakin mengemaskan.
jenie tinggal bersama kakak laki-lakinya depa dan ibunya sopie.Ayah jenie adalah orang berkebangsaan korea.Karna suatu hal orang tua jenie berpisah ketika umur jenie 10 tahun.
"mom? sebentar lagi akan ada ujian akhir, apakah jenie boleh ikut les??" ucap jenie.
"Tentu nak, carilah tempat les yang paling bagus menurutmu".balas sopie yang sedang membuat jus dan diberikan ke jenie.
"Buatan mom the best lah" kata jenie sambil menyeruput jus.
Ibu dan anak itu tertawa saling melempar candaan.
Depa yang turun dari kamar pun tersenyum, melihat dua wanita kesayanganya tertawa.
Depa menghampiri adik kecilnya dan langsung menyeruput habis minuman jenie.
seketika jenie bad mood dan memonyongkan bibirnya.
Depa tertawa sampai perutnya sakit melihat jenie yang marah.sopie yang melihat kedua anaknya bahagia pun tersenyum lembut.
"kak" ketika sopie panggil depa.
"iya mom??" jawab depa yang sedang mengoles selai pada roti.
__ADS_1
"bantu jenie cari tempat les".ucap sopie
sebenarnya jenie termasuk siswa yang berprestasi. karna selama ini selalu menjadi 3 besar di sekolahnya. Tapi karna ini ujian akhir jenie kurang percaya akan kemampuanya sehingga butuh bantuan guru les.
" Ok mom" balas depa sambil berlalu mencium pipi ibunya pamit ke kampus.
"kakak!!!!!!, tunggu jenie!!!!" teriak jenie sambil mengecup pipi ibunya.
"Dasar cebol lambat" ejek depa
" biarin, yang penting cantik" balas jenie dengan senyum lebar, meringis memperlihatkan giginya.
Mobil yang mereka kendarai melaju di jalanan yang ramai, jam-jam sibuk orang bekerja dan sekolah. Setelah 30 menit sampai di sekolah jenie. Jenie keluar dari mobil dan tak lupa kecup pipi kakak laki - lakinya.
Karena jenie anak yang ceria, Dia punya banyak teman, banyak anak laki- laki yang ingin jadi pacar jenie.
"my princes" ucap riko teman sekelas jenie, fans berat jenie, entah berapa ratus kali rico nembak jenie dan sebanyak itulah rico ditolak.
kampus Depa
Mobil depa memasuki parkir kampus. langsung di Sambut oleh sahabatnya Rega.
" Dep, ngapain kita ke kampus" Ucap Rega, pria bermata biru itu kesal, karna Depa mengajaknya bertemu di Kampus.
Rega laki- laki berumur 23 tahun, tinggi 184 cm, matanya yang biru mewarisi mata ayahnya yg orang italia. kebanggan kampus, karna Rega adalah juara olimpiade matematika tingkat dunia.
Sempurna, kata yang pas untuk Regaza gomes...kaya, pintar, dan tampan.
__ADS_1
Depa juga tak kalah tampan, dengan ciri wajah orang asia, tinggi badan 180cm yang dipenuhi otot yang terawat. Kim depa mewarisi gen ayahnya yang berdarah korea-amerika.wajahnya yang mirip choi siwon membuat para gadis klepek-klepek.
Setelah urusan kampus selesai, depa mengajak rega pulang kerumahnya.
Tak terasa langit sudah gelap. jenie dan ibunya sudah berada di rumah. Depa dan rega turun ke bawah setelah waktu makan malam. mereka lapar setelah seharian bermain game.
jenie di dapur membantu ibunya yg sedang membuat makan malam.
semua makan sudah siap.Rega yang sering ke rumah depa pun sudah tak asing lagi dengan jenie dan ibunya.
" makasih mom untuk makananya" ucap rega. rega sudah menganggap sopie seperti ibunya sendiri.
"Sudahlah reg, kamu kan juga anak mommy. jadi tak usah sungkan". kata sopie tersenyum pada rega
" kak depa, apa sudah ada tempat les yang bagus untuk jenie? tanya jenie pada sang kakak sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"kakak sudah ambil brosur. kamu baca dan pilih saja" sambil menunjur brosur di meja.
"jenie kan anak pintar kenapa ikut les?" sambung rega
" jenie kurang pede di matematika kak" jawab jenie
" woy...woy.." teriak depa
" apa sih kak, bisa budeg jenie" pekik jenie karna kaget.
" kakak! sudah mommy bilang jangan teriak didalam rumah!" bentak sopie pada anak laki-lakinya
__ADS_1
" maap mom, kenapa jenie tidak bilang mencari guru les matematika? sedangkan kita punya juara olimpiade matematika" sambil menepuk pundah sahabatnya.