Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
22


__ADS_3

"Akrhhh!!! Kenapa semakin rumit!!!". pikir Lukas. Lebih baik jadi mafia ketika ada masalah dengan lawan tinggal bunuh saja.


Tiba-tiba Bella wong masuk ke ruangan Lukas.


" Mama??" ucap Lukas.


"Kenapa nak? kau tak suka Mama mengunjungimu?" kata Bella mendudukkan diri di sofa panjang di ruangan tersebut.


"No, Mam. Lukas sangat sibuk sekali. mam? apakah perjodohan itu bisa dibatalkan?". ucap Lukas.


"Kenapa? bukannya kau mencintainya nak?" Bella sangat tahu anaknya.


"Yahh... sejak dulu ma, jenie adalah adik teman Lukas tapi sekarang dia membeciku mam." ucap Lukas.


"Tapi kenapa dia membencimu??? apa kau pernah menyakitinya nak??". balas bella.


Lukas menceritakan apa yang terjadi ketika terakhir kali bertemu jenie 2 tahun yang lalu.


ketika mendengar apa yang dikatakan anaknya, Bella begitu terkejut.


plakkkk


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lukas. Tapi Lukas sudah siap dengan akibat menceitakan hal itu pada Mamanya.


" Tamparan ini karena Mama sebagai wanita nak, Hati wanita mana yang tak hancur, ketika memberikan semua kepada orang yang dicintainya tetapi begitu saja ditinggalkan tampa penjelasan apapun". Bella kecewa.


"Maaf mam??" Lukas mengusap pipinya yang memerah.


"Tapi mama tahu kan apa alasanya?". timpal Lukas.


"Tapi caramu salah nak, seharusnya kau memberitahunya setidaknya menghubunginya. Dan ditambah lagi setelah itu dia ditinggal ibunya". jelas Bella lembut.


" Anggap saja perjodohan ini untuk minta maaf padanya nak. Kamu harus berusahan nak. Paling tidak membuatnya memaafkanmu".


Lukas pasrah dia tahu bagaimana mamanya.


dia juga tahu bahwa semua keputusan mamanya tidak bisa diganggu gugat.


"Baiklah mahh.." Jawab Lukas sudah tak ingin berdebat dengan mamanya.


"Segera bersiaplah, kita akan makan siang dengan Tuan Kim Yohan. kita akan bahas perjodohan kalian". Bella neninggalkan ruangan Lukas menuju ke tempat pertemuan dengan Yohan.

__ADS_1


---


Sesampainya di sebuah cafe, Kim yohan sudah menunggu sedari tadi. Dia menyiapkan hatinya untuk menjawab permintaan koleganya tersebut.


Setibanya ditempat tersebut, Bella disambut pelayan dan memintanya menujukkan ruangan kim Yohan.


Setelah menunjukkan ruangan Kim Yohan, pelayan mengundurkan dirinya. Yohan dan Bella pun bersalaman.


" Langsung saja tuan Kim, apa jawaban anda?. Bella to the point.


" Baiklah Nyonya wong, Anak saya setuju akan perjodohan ini. Akan tetapi saya punya syarat biarkan mereka menikah setelah jenie lulus". Ucap kim Yohan.


" Baiklah. Dua hari lagi pertunangannya. Biarkan keluarga kami yang akan mempersiapkannya". kata bella begitu tegas hingga Kim Yohan pun tak bergeming.


Lukas datang dan tak lama kemudian jenie pun juga datang.


"Jenie?" panggil bella lembut.


"i iya tante??" jawab jenie.


"kamu sudah tahu kan nak? Tentang perjodohan ini?" ucap bella memegang tangan jenie diatas meja.


"Sudah tante... Daddy sudah bilang kemarin". jawab jenie dengan suara lirih.


" Lukas, Ajak jenie ke butik langgan mama. belikan baju terbaik untuk lusa pertunangan kalian". perintah bella pada lukas.


"Baiklah mam" Lukas mengangguk memberikan salam pada Yohan dan Bella. Ekor matanya melirik jenie.


Bella melepaskan tangan jenie dan memintanya untuk menyusul lukas. jenie pun berpamitan pada daddy dan Bella.


Kim Yohan begitu kagum pada Bella. Dia begitu tegas dan berwibawa pada rekan bisnisnya, namun begitu lembut pada anaknya.


---


Mobil sudah didepan lobby dengan Lukas yang berada di kursi belakang sopir. Melihat Lukas yang duduk dibelakang, jenie memilih duduk di samping supir. Pak supir pun kaget bukan kepalang.


"Nona, silahkan duduk dibelakang" Sopir ketakutan melirik Lukas lewat Spion.


"Ayo pak sopir!!! gooooo!!!!" teriak jenie canggung.


"Haishhh..." Lukas menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Pak jo?? bapak boleh pulang lebih awal. Biar mobil saya yang bawa". ucap Lukas.


" Baik tuan, saya akan kembali ke rumah kantor". ucap pak jo.


Lukas yang pindah dibelakang kemudi hanya diam saat perjalanan. Sedangkan jenie membuang pandangan melihat lalu lalang di sampingnya.


"Jen? apa kabarmu?". Lukas buka suara.


Krik...krikk..krikkk


" Jen? Dengarkan penjelasanku?, aku sunguh mencintaimu!" kata lukas.


"Cihh...Omong kosong!!" gerutu jenie.


Sekilah senyum tersungging di mulut Lukas. Setidaknya dia tak dikacangin.


Lukas menepikan mobilnya. Menarik napasnya memulai untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


jenie yang mendengar penjelasan Lukas tak percaya. Mungkin ini hanya akal-akalan laki-laki yang telah menyakiti jiwa dan raganya.


"Kau pikir aku bodoh?? mungkin kau bisa membohongi orang lain tapi aku?? tidak!!" Jenie tegas.


"Ku mohon jen untuk kali ini percayalah?" Lukas frustasi.


"Cepatlah ke butik, aku begitu lelah". jenie mengalihkan pembicaraan.


Lukas kembali ke melajukan mobilnya, dan sekarang hanya keheningan yang tercipta.


Sesampainya dibutik, seorang wanita paruh baya sedang memilih gaun rancangannya untuk jenie..


kau cantik sekali...tiba-tiba ada seorang lelaki mencium pipi serta memeluk jenie mesra di hadapan Lukas. Tak hayal seketika membuat Lukas begitu geram.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2