Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
24


__ADS_3

Jenie masuk ke kamarnya.Dijatuhkanya tubuh mungil itu dikasur empuk miliknya.


"hhmmmm!!!" jenie menghela nafas.


Menuju kamar mandi berendam dengan air hangat yang sudah di beri sabun dan aroma terapi yang buat relax. Setelah berendam kurang lebih selama 30 menit, jenie membilas tubuhnya dan keluar menggunakan handuk. Dipilihnya baju piyama lengan pendek dengan motif tulisan BTS!!!...


Jenie turun ke lantai bawah. Diambilnya Luna yang sedang digendong pengasuhnya. Dia duduk di depan televisi memutar film horor lawas Train to Busan.


Entah apa yang dipahami gadis kecil bermata sipit. Ia menutup mata erat ketika para zombi mulai bermunculan dikereta tersebut. kedua tangannya begitu erat menutup wajahnya.Jenie terkekeh melihat tingkah adik kecilnya itu. Luna membuka matanya tepat ketika Gong Yoo Oppa berlari dikejar para zombi. "Lari oppa...lariii" teriak jenie.


"Enie...akut...akut" oceh Luna ketakutan ketika mendengar suara menengangkan di film zombie itu.


"Itu hanya hantu bohongan Luna, tak usah takut. Lihatlah Gong Yoo Oppa ganteng" jenie berusaha menenangkan Luna.


"Gantengan Daniel.Oppa kemana-mana" ucap Daniel yang tiba-tiba datang.


Jenie memandang Daniel dan menirukan gaya orang yang muntah tampa suara dengan lebaynya karena mendengar kata Daniel yang begitu PeDenya.


"Benarkan Luna Oppa niel ganteng? " Bocah kecil itu tak menggubrisnya karena ketakutan.


"Hai...Anak-anak, kalian membuat takut adik kalian!!" ucap Seo Ry.


Mendengar suara Ammanya Luna pun turun dari panggkuan jenie berlari menuju Ammanya.


"Amma....akut ombie!!!...huaaaaaa!!!" Tangisan Luna membuat jenie dan Daniel tertawa.


Seo Ry membawa putrinya kedalam kamar meninggalkan Jenie dan Daniel.


"Kau harus bertanggung jawab jen!! kau membuatku penasaran!!". ucap Daniel.


" Apa maksudmu?" tanya jenie.


"Kau dan Mr.Lukas??". jawab Daniel.


" Haishhh...bodoh. Aku dijodohkan niel!!" jelas jenie. Kemudian Jenie menceritakan dari awal hingga akhir membuat Daniel hanya mengangguk.


"Sudahlah terima saja jen, Bila memang ini takdirmu. Tuhan pasti akan menunjukan apa yang terbaik bagimu. Meskipun sulit pada awalnya pasti indah pada akhirnya".Daniel bijak.


" Yahhh...sudah nasipku seperti ini niel. Bila aku sedih pasti daddy pun sangat sedih. Daddy pasti akan sangat bersalah" jenie sedih.


Tiba - tiba sebuah tangan menjitak kepala keduanya. mereka meng aduh bersama.


"awww...Kak Depa!!!" teriak jenie.


Sedangkan Daniel mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa kakak sudah pulang? bukanya seminggu lagi kakak baru kembali?" ucap jenie memeluk kakaknya.


"Hei.Adikku mau bertunangan tentu sebagai kakak yang baik harus menemaninya". Ucap depa lembut mengusap kepala adiknya.


" Begitu besar beban yang kau tanggung jen, kau pahlawan seperti mommy". Batin depa.


"Istirahatlah kak, Apa kak elea sudah punya bayi?" tanya jenie polos.


"Semua itu butuh proses jen, memangnya punya bayi seperti membuat mie? Langsung jadi?" Depa heran dengan pemikiran adiknya.


"hehehehehe" kekeh jenie.


Mereka menuju ke kamar masing- masing. Daniel pun menginap.


----


Walaupun dijodohkan karena terpaksa, Jenie tetap merawat tubuhnya untuk hari pentingnya itu. Jenie membuat ramuan lulur yang sering dibuat momminya. Lulur dari bahan beras yang di beri rempah - rempah ditambah perasan jeruk nipis.


Dibantu seorang pelayan wanita tubuh jenie dilulur dengan pijatan-pijatan yang membuatnya relax.


Tak kurang dua jam jenie menghabiskan waktu melakukan aktifitasnya tersebut.


"Aigoo...segar sekali" ucap jenie.


Tubuhnya sekarang menjadi sangat harum. Kulitnya semakin bersih dan berseri.auranya begitu terpancar.


"Baiklah. terima kasih" Jenie turun menghampiri temannya.


"Hai, mina, jisoo???" sapa jenie.


"Kau baik-baik sajakan jen?" mina membolak- balikkan tubuh jenie.


"Tentu!!" balas jenie.


"Kemarin kau begitu murung, sekarang kau tidak masuk. Kami begitu khawatir denganmu jen??" timpal jisoo.


"Ohhhh... kalian sahabat terbaikku!!" jenie memeluk dua sahabatnya itu.


Tampa dosa, Daniel keluar dari kamar tamu hanya dengan celana renang di tutupi handuk. Membuat jisoo dan mina melonggo.Tubuh yang atletis dengan perut sixpack.


"usap liur kalian!!" kata jenie menyadarkan kedua temannya.


Tampa sadar jisoo dan mina mengusap mulutnya.


"Tubuh idol memang sempurna!!" ucap jisoo.

__ADS_1


"Kalian tinggal serumah?" Celetuk mina


"Kemarin dia menginap" jawab jenie acuh.


"Whattt!!!!" teriak keduanya.


"Santai gaes!!" jenie terkejut.


"Kalian pacaran?" Tanya mina


"Noooo!!! Dia saudaraku. Kakak niel menikah dengan kak depa" jelas jenie.


"Oh..the big O" ucap jisoo membulatkan mulutnya.


Keduanya berlari ke halaman belakang. mengintip Daniel yang sedang berenang.


"Ternyata dia sangat sexy ketika berenang" jisoo terpesona sambil menggigit jarinya.


"Dasar mesum!!" mina menoel kepala jisoo.


"Omegot!!!" Jenie begitu geram tingkah laku kedua sahabatnya.


Daniel keluar dari kolam renang seperti slowmotion menampilkan kedua lengan yang kekar. Otot perut yang semakin tercetak apik membuat kedua gadis itu semakin histeris.Ditambah rambut yang basah membuatnya semakin sexy.


"Ya Tuhan!!! begitu indahnya ciptaanmu" ucap mina.


Jenie menghampiri niel ada ide jahil untuk mengerjai temannya. Daniel pun mengangguk setuju dengan kata jenie.


Daniel mengenakan handuknya. berjalan masuk ke dalam rumah mengedipkan mata genit menggoda kedua temanya.


"Kyaaa!!!!!" teriak mina dan jiso.


Entah kenapa kedua gadis itu. Padahal ketika Daniel mengunakan seragam pun pesonanya begitu menyilaukan tapi mereka acuhkan.


"Hati adek meleleh bang!!" ucap mina.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2