
Taksi yang digunakan jenie tepat berhenti didepan rumahnya. Diberikan beberapa lembar uang kertas untuk membayar. "Terima kasih pak" ucap jenie
"Mengapa aku marah?" Batin jenie.
"Ah sudahlahh..bukan urusanku. Tapi sepertinya sepupu Lukas tak menyukaiku? apa mungkin dia suka Lukas? tapi mereka saudara kan? Tidak..Tidak..omo..kenapa malah memikirkan Lukas?" jenie bicara sendiri.
"Arhghh. lebih baik aku mandi saja".
---
Lukas mengajak Lisa untuk kerumah mamanya.
" Lisaa?? benarkah itu kau?" ucap Bella.
"Iya tante, tante apakabar?" balas Lisa.
"kau bisa lihat kan? tante sangat sehat. Bagaimana kabar ibumu?" Tanya Bella.
"Ibu sehat tante. Beliau juga titip salam untuk tante" jawab Lisa.
Marisa tidak begitu suka dengan Lisa, karena dulu dia sering kali memonopoli kakaknya. Sehingga Marisa lebih sering main sendiri.
"Kenapa kau bawa nenek sihir itu kesini!!" tanya marisa.
"Hei, dia sepupu. Setidaknya hargai dia sedikit. Dia baru pertama ke korea dan sudah lama sekali tak bertemu mama" ucap Lukas.
"Apa jenie tahu hal ini?" kata marisa sambil duduk di sofa depan kakaknya.
"Iya, Dia tahu. bahkan mereka sudah berkenalan" ucap lukas.
__ADS_1
"Apa reaksi jenie?" tanya marisa penasaran.
"Dia pulang sendiri" jawab Lukas acuh.
"Aishhh....bodohhhh!! Luk kenapa kau tak peka!!" Marisan begitu kesal dengan jawanan Lukas. Ia memilih pergi meninggalkan kakaknya itu.
---
Suha yang begitu terpesona Lisa tak bisa memejamkan matanya. Tiap hendak menutup matanya seperti ada bayang Lisa.
"Arghhh!!!" Suha bangun dari kasur mengacak rambutnya.
Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan angka 12 Malam.
"Ohh tidak... aku harus tidur" Suha begitu frustasi.
Nyatanya teknik itu berhasil membuat pria berlesung pipit itu tidur.
Jam alarm di nakas Suha berbunyi. Jam 4 pagi dengam mata yang masih sangat mengantuk dia menuju ke kamar mandi. Sang asisten pun telah disiap sedari tadi sepotong roti bakar dengan selai cokelat beserta kopi hitam pahit telah dia siapkan untuk Suha.
"Pagi Suha?'' Sapa Asisten.
" pagi jim" balas Suha.
Setelah melakukan aktifitas paginya, Suha dan krunya menuju ke lokasi syuting iklan. Ternyata Lisa sudah datang. Benar-benar profesional sekali. Lisa sudah datang 30 menit sebelum Suha datang. Make up Artis pun sudah hampir selesai memoles wajah cantik Lisa.
Suha melamun, menatap Lisa yang sedang dirias.
"Cantik" batin Suha.
__ADS_1
Tak lama kemudian Kim Depa datang untuk melihat proses pembuatan iklan anak cabang perusahaannya. Sebenarnya kang Elea yang akan datang tapi karena tak enak badan terpaksa Kim Depa bersama Jenie melihat proses tersebut.
Saat Lisa melihat Depa dan jenie, mimik wajahnya berubah heran. Tak menyangka bahwa gadis kecil tunangan sepupunya itu begitu pandai menggaet pria kaya.
"Permisi nona, Siapa laki-laki itu?" tanya Lisa kepada make up artis yang meriasnya.
Mengikuti ekor mata Lisa, make up artis paham dan menjawab "Oh, Maksud anda tuan Depa? Dia pemilik perusahaan ini".
" gadis ******" batin Lisa.
Jenie yang bergelayut manja di lengan depa difoto oleh Lisa dengan kamera telepon genggamnya.
"Lihatlah kak, apa yang kau lihat dari gadis kecil ini?. Kau pasti akan kecewa!" Lisa tersenyum sinis melihat layar hpnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1