
Dengan malas Marisa masuk kedalam kedalam mobil dikursi penumpang dibagian belakang.
"Kenapa kau dibelakang?" Tanya Lisa.
"Aku sudah biasa dibelakang. jalankan saja mobilnya!!". jawab Marisa.
"Cih!!! aku bukan sopirmu bocah" gumam Lisa.
"Hei!!! aku mendengarnya!!''.teriak Risa.
Keheningan pun tercipta. Lisa pun tak tahu harus kemana. Walaupun mereka sepupu hampir jarang sekali mereka bertegur sapa.
" Em, Risa? Apa yang kau tahu tentang jenie?". Tanya Lisa.
"Ohh...jadi ini maksudmu? kau bertanya pada orang yang salah.hahahahaha" ejek risa setelah tahu maksud sepupunya itu.
"Tunggu aku tahu satu yang penting. Kau memang lebih tua darinya. Tapi tingkahmu lebih kekanakan dari pada dengannya". kata risa.
" Apa maksudmu!!" Lisa tak paham.
"huh...wajah dan tubuhmu kunilai 100 tapi otakmu Nol Besar!!" ucap risa.
"Brengsek!! mulutmu begitu pedas sekarang!!" Bentak Lisa.
"makanya diam!! jangan tanya, kalau kau tak mau dengar ucapanku!!" hardik risa.
Risa memasang headset bluetoodnya. Dia memutar aplikasi youtube melihat film doraemon dan Nobita "stand By Me".
__ADS_1
Film robot kucing berwarna biru itu adalah favorit risa. Untuk mengisi rasa jenuh dan mengalihkan perhatiannya dari Lisa.
Lisa yang bingung mau kemana akhirnya menuju ke kantor Lukas.
Lukas yang sedang berada dikantor terkejut dengan kedatangan adiknya.
" hai, Luk?" marisa memeluk erat tubuh kakaknya itu. Lukas pun membalas pelukan adiknya dan mencium puncak kepalanya.
Senyumnya mengembang, pertama kalinya risa menginjakkan kaki ke kantor keluarganya itu.Namun sekejap sirna ketika melihat Lisa datang.
"Oh tuhan...cobaan apa ini!!!" batin Lukas.
Dia tahu bahwasana Lisa dan Lisa bagaikan anjing dan kucing.
Lukas mendudukan tubuhnya di kursi kebesarannya. Diawasinya kedua wanita dihadapannya. Risa yang nampak acuh sedang sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Lisa begitu intens melihatnya dan itu membuatnya acuh.
Sebenarnya Bella pun Was-was keduanya pergi bersama apalagi dalam waktu yang lama.
---
Bayangan Lukas dengan Lisa terngiang selalu di pikiran jenie.
Dia tak habis pikir karena selama ini tak pernah membayangkan Lukas.
Sebuah pesan masuk ke hhandphone jenie.
Pesan dari Bella. Berharap jenie datang besuk untuk foto preweding dan fitting baju pengantin. Jelas itu membuatnya syok.
__ADS_1
Awal dia mau bertunangan, Jenie berencana untuk membatalkannya kelak. Harusnya ini terjadi setahun lagi setelah jenie lulus.
"Ini tak bisa dibiarkan. Aku harus cari cara.
Tak berapa lama mobil jemputan jenie datang. Dan dalamnya ada Bella. Rencananya untuk lari pun gagal. dan akhirnya jenie pun pasrah.
" Siang tante?" Sapa Jenie masuk ke mobil.
"Siang sayang" jawab Bella lembut. mengusap kepala calon menantunya yang bahkan lebih muda daripada risa.
Tak disangka kedua wanita beda generasi itu begitu akrab. Jenie yang begitu humble dan Bella yang berjiwa muda pun dapan menerima karakter masing-masing.Waktu begitu cepat tak terasa sudah sampai di depan butik. Jenie menyisir seluruh ruangan tapi tak ada laki- laki yang akan jadi calon suaminya itu.
"Ada apa nak? kalau mencari Lukas dia tak akan datang. Dia akan kemari sendiri besuk. Dia sedang bersama Risa dan Lisa" ucap Bella.
Degg
Kenapa hati jenie begitu perih. ketika Lukas memilih bersama dengan Risa dan Lisa.
Tapi kenapa juga hatinya kecewa?
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung