
Malam pertunangan tiba. Tak lebih dari 100 orang hadir ke acara itu. Tamu yang terdiri dari kolega bisnis dan keluarga kedua belah pihak.
"Amma" Ucap jenie yang begitu gugup.
"Tenanglah sayang" Seo Ry begitu lembut.
Jenie sedang dimake up oleh MUA terbaik dikorea. Satu jam sudah sang perias memoles wajah jenie. Jenie yang biasanya dalam kesehariannya hanya mengunakan bedak dan lipsbalm sudah terlihat cantik. Sekarang bertambah semakin cantik.
Saat acara akan dimulai, jenie masuk dengan digandeng daddynya. Menampilkan senyum palsunya senatural mungkin. Seluruh tamu begitu terpesona dengan jenie. Mereka tidak menyangka group Kim memiliki anak secantik itu. Lukas mengulurkan tangan secara meminta ijin pada Yohan untuk memberikan putrinya. jenie meraih tangan Lukas. Dengan senyum palsunya yang dia paksakan. Berbeda dengan lukas senyumnya begitu merekah sempurna.
"Ingin sekali ku sobek mulutnya itu!!" batin jenie melihat Lukas tak berhenti memamerkan giginya.
Acara berjalan dengan lancar. kedua cincin pun sudah terpasang di masing - Masing jari manis mereka. Para tamu menikmati hidangan yang disiapkan tuan rumah. Hingga pada sesi dansa, Kim yohan mengajak jenie berdansa bersama. Walaupun terakhir berdansa pada saat usia jenie 10 tahun, Jenie masih bisa mengikuti ritme Daddinya.
Para tamu mulai mengikuti apa yang dilakukan ayah dan anak itu.
Lukas yang sedang berbincang dengan beberapa tamu itu menampang keceriaan tunanganya. Ia pamit kepada para tamu lalu menerobos area dansa tersebut. Menepuk bahu calon mertuanya tersebut. Yohan yang paham pun mempersilahkan Lukas mengambil alih. Raut wajah jenie seketika berubah layaknya seorang gadis yang sedang pms.
Beberapa kali jenie sengaja menginjak kaki Lukas yang tak ayal mengaduh.
"Berhentilah tersenyum!!" jenie lirih.
"Kau dulu bahkan terpesona dengan senyumanku" bisik Lukas ditelinga jenie.Mengecup kening jenie.
Jenie mencubit pinggang Lukas.
__ADS_1
"Auwww!!!" Lukas berteriak tak sadar. sekilas menjadi pusat perhatian para tamu undangan.
Lukas dan jenie tersenyum seperti orang bodoh. Mengatakan tak terjadi apa-apa.
Hingga pesta pun usai. jenie dan keluarga meninggalkan rumah lukas setelah para undangan.
---
Diwaktu yang sama tapi ditempat berbeda jenie dan Lukas memandangi cincin mereka masing-masing.
Lukas begitu bahagia tersenyum sendiri. Marisa yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepala "Dasar Gila!!!".
Berbeda dengan jenie, Dia begitu bingung Harus bahagia atau sedih.
Memang masih ada sedikit rasa untuk cinta pertamanya. Tapi dia takut akan dicampakan lagi seperti dahulu.
---
Kabar berita pertunangan jenie begitu viral di STS. Memang Sudah tak asing lagi bagi siswa diSTS. Banyak dari mereka yang sudah dijodohkan bahkan ada sejak mereka lahirpun tak bisa memilih pasangan masing- masing demi kelangsungan kerajaan bisnis para orang tua.
"Aigo!!! banyak pemuda yang patah hati hari ini" Ucap mina.
"Beruntungnya jenie. Mr. Lukas begitu tampan dan ternyata kaya raya" jisoo menyisir rambut cokelat panjangnya.
"uhhh...kalian bisa diam!!!" jenie geram.
__ADS_1
"Yakkk...harus kami yang marah!!, Bahkan kau tak mengundangku!!" ucap mina.
"haishh..dari pihak q hanya keluargaku yang hadir lainya hanya teman bisnis daddy dan mama Lukas" kata jenie.
"Omegotttt!!! Lihatkan ada bintang bersinar di siang hari". ucap jisoo.
Lukas datang ke STS dengan pakaian casualnya. Celana jeans dengan atasan kaos polo putih berkerah. Kaca mata hitam yang sengaja dia pakai menutupi mata birunya.
Dia sengaja datang ke STS untuk mengajak jenie makan siang ke cafenya.
Beberapa bulan jenie tak memantau cafenya. perkembangan begitu pesat. Jenie mendudukan diri di meja luar cafe dengan lukas.
Kebersamaan mereka membuat seseorang kepanasan. Seseoran dari jauh melihat dengan penuh kebencian apalagi kepada jenie.
..
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung