
Kim Yohan begitu merasa bersalah. Mungkin bisa sopie masih hidup dia akan sangat kecewa padanya. Dua kali keluarganya harus berkorban untuk perusahaan. "Begitu naifnya aku!! Pria lain akan merelakan hartanya demi keluarganya!! kenapa aku tak bisa!!". Yohan frustasi. Mengacak rambutnya.
" Sayang, apa tak sebaiknya kita batalkan saja kerjasamanya. Kita bisa mulai dari awal lagi". Seo Ry begitu khawatir dengan suaminya itu.
Yohan yakin Jenie tak akan mau membatalkan perjodohan ini. Dia sama keras kepalanya dengan mommynya. "Aku akan coba bicara pada jenie. Bawalah Luna istirahat pasti kalian lelah". Yohan pergi menuju ke taman belakang.
Seorang gadis duduk termenung ditepian kolam renang. memasukkan sebagian kakinya masuk ke air yang dingin dimalam hari.
"hai...sweetty?? ini sudah malam. Kenapa kau bermain air?" Yohan mengelus puncak kepala jenie.
"Hai dad? ingatkah daddy? ini tempat favorit mommy di rumah ini" Kenang jenie sambil memainkan air.
"Yahhh...tentu sayang, Mommymu adalah matahari daddy. Selamanya dia akan selalu di hati daddy". ucap kim Yohan dengan mata berkaca-kaca.
" Tapi dad? Sudah ada Amma?". potong jenie.
"Daddy tahu, Ini semua bukan salahnya. Daddy sudah mulai menerimanya apalagi ada Luna sekarang". Yohan paham jenie ingin Dia mengikhlaskan sopie.
Yohan berasa dejavu 7 tahun yang lalu. Situasi yang sama persis. Dua wanita yang dicintainya berkorban untuknya. Tampa mereka tahu yohan pun tersiksa akan keadaan ini.
---
Di sekolah... jenie begitu ingin bertemu Lukas, Akan tetapi hari ini Lukas tak menampakan batang hidungnya. " Haissh...Biasanya di ada dimana-mana kenapa hari ini dia tak nampak". jenie begitu geram.
__ADS_1
" Selamat siang miss.jang, apakah hari ini mr. Lukas tidak mengajar?". ucap jenie kepada guru biologinya.
"Ohh...jenie? Mr. Lukas sudah memundurkan diri kemarin? Apakah ada masalah? ". Ucap guru berkacamata tersebut.
" No miss, kemarin ada janji untuk bertemu". bohong jenie.
"Saus tar-tar, Dia cari mati!!" jenie begitu marah. Jenie mencoba untuk menghubungi kontak yang dia simpan 2 tahun yang lalu, dikontak itu masih bertuliskan Kak Rega. Dengan penuh keberanian dia menekan tombol telepon tersebut. Dan ajaibnya tersambung
tuttt...tuttt...tutt
"Hallo" suara orang diseberang telepon.
jenie hanya diam, dia begitu hafal dengan suara laki-laki tersebut.
"jenie? Apakah kau benar kau?" Tambah orang itu.
Kali ini telepon jenie berbunyi... dengan ringtone "Love scenario". Sekilas jenie melihat layar telepon pintarnya. Dan menekan tombol warna hijau dan memaki sang penelepon.
" Haishhh...Breng*sek kau yang membuat masalah, Tapi kau menghilang begitu saja!!." umpat jenie.
"Maksudmu apa jen?".ucap Lukas.
" Apakah kau ini benar laki-laki?? Kau selalu lari setiap ada masalah!!". hardik jenie.
__ADS_1
"Ohh...Maksudmu tentang pertunangan?? kau bisa menolaknya jen, Itu semua ide mama. Aku pun tak tahu bila mama akan mengucapkan hal itu" kata Lukas jujur.
Jenie bekali-kali berdecih. "omong kosong. Bila aku menolaknya, Apa kau pikir perusahaan Daddyku akan baik- baik saja!!.
" Maafkan aku jen? bukan maksudku??" Kata lukas terpotong jenie. "Maaf??? Apa hanya itu yang bisa kau katakan?".
" Kau tau?? Mommyku menderita demi menyelamatkan perusahaan daddy. Dan sekarang pun aku akan melakukanya". ucap jenie menahan tangisnya.
"Tenanglah jen, akan ku coba membujuk mama". bujuk lukas.
Kata lukas tak jenie hiarukan. Suara bell menyadarkan jenie tampa pamit ia mengakhiri panggilan Telepon Lukas.
" Haloo...jenie!!! Haloo!!!" teriak Lukas begitu frustasi.
Di sisi lainDia begitu bahagia akan recana perjodohannya. Di sisi lain juga ia takut jenie semakin membencinya. Lukas ingin sekali menjelaskan pada jenie secara langsung. Akan tetapi dia begitu sibuk hari ini dan mamanya pun melarang Lukas untuk bertemu dengan keluarga kim sebelum ada kejelasan akan masalah ini.
"Akrhhh!!! Kenapa semakin rumit!!!". pikir Lukas. Lebih baik jadi mafia ketika ada masalah dengan lawan tinggal bunuh saja.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung