Takut Jatuh Cinta "Lagi"

Takut Jatuh Cinta "Lagi"
7


__ADS_3

Jenie dari kecil sudah belajar mengurus cafe milik ibunya. Jadi dia tahu apa yang selebihnya dia butuhkan.


Tak disangka pemilik cafe terdaluhu adalah teman sang ibu.


"Bibi Sam?" panggil jenis


"jen-jen?" liat sam ragu.


"ku rindu Sam" peluk jenie erat.


"Mana ibumu?" tanya sam menyisir ruangan mencari teman lamanya itu.


jenie pun menceritakan pada sam bahwa ibunya telah tiada.


"Maafkan aku jen-jen" Sam merasa bersalah.


"Tak apa bibi Sam, ibu sudah tenang disana?" jenie tersenyum.


"maaf Ny. Sam, nona ini adalah pembeli isi cafe anda" Tukas si Agen.


"jen-jen, bibi tak menyangka kita bertemu seperti ini" ucap Sam sedih.


Lunas. Semua sudah dibayar jenis kontan.


"mampirlah ke rumahku jen-jen". ajak Sam.


" maaf bibi Sam. Jenie harus pulang, mungkin lain kali".tolak jenie.


"Ayo kita pulang pak, tolong kalau daddy tanya jawab saja jenie belajar di rumah teman" kata pada sang supir.


"baik nona". jawab supir singkat.


---


Jenie menghubungi Thomas, orang kepecayaan ibunya.


" Paman, bisakan ke korea dalam minggu ini. jenie ingin membuka cabang disini"

__ADS_1


tanya jenie


"Tentu jen, paman akan mempersiapkannya, apakah 3 orang cukup?" Sambil Thomas mengira-ngira.


"Jenie mau Paman thomas mengurus cafe jenie sampai berkembang, dan jangan sampai ada yang tahu kalau ini cafeku". jelas jenie.


mereka membicarakan banyak hal tentang cafe.Hingga waktu makan malam pun tiba.


semua berkumpul di meja makan. Bahkan luna terlihat tak sabar melihat makanannya.


berbincang layaknya keluarga yang hangat, sesekali terlontar lelucon yang membuat tawa. Tak jarang tangisan luna yang digoda kedua kakaknya.


" Amma, buatkan jenie adik satu lagi, kak depa selalu memonopoli luna" jenie cemberut.


"Menikahlah kak, biar punya anak sendiri. Luna itu punyaku". teriak jenie


Luna yang jadi bahan rebutan hanya tertawa tak jelas.


" Luna punya kakak jen". memutar luna dalam pelukanya.


Dia tak pernah melihat suaminya tersenyum sehanggat ini. Bahkan tertawa.


"Haishhh...sudahlahhh" kata kim yohan.


"Depa. besuk ikut kakek ke Jepang" ajak kakek.


"Baik, kek. Tapi bagaimana tugas Depa di kantor?" tanya Dep.


"Sudahlah Son, ikutlah kakek. Biar nanti Billy yang urus". Sahut Kim Yohan.


" baiklah Dad" angguk depa


----


Sebulah sudah cafe jenie yang dikelola Thomas. Baru sebulan saja keuntungan sudah balik modal beli perabot.


Jenie yang melihat laporan keuangan cafenya tersenyum puas.

__ADS_1


"Paman Thomas harus ku beri bonus". gumam jenie.


--


Sepulang sekolah jenie mampir ke cafe. Dia memesan es latte kesukaanya. pelayan datang.Tapi sebelum sampai ke mejanya ada yang sengaja menabrak sang pelayan. Hingga latte menumpahi baju wanita itu.


" Si*al, matamu dimana?? umpat tamu sambil mengibaskan bajunya yang basah.


"maaf nona, saya tak sengaja?, jawab pelajan gugup.


perdepatan yang terjadi menjadi pusat perhatian pengunjung.


jenie pun menghampiri " maaf nona, pelayan sudah minta maaf apa anda tidak malu dilihat banyak orang?"


"jangan ikut campur nona, ini bukan urusanmu!!. bentak wanita itu jengkel.


" Apakah wanita terhormat seperti anda akan kehilangan harga diri karena kena latte?"sindir jenie.


"Breng*sek" tangan yang akan menamparnya di tangkis jenie.


" Maaf nona, Bila anda ingim ganti rugi dari cafe ini berapa yang anda mau??"sindir jenie.


perempuan yang sudah diketahui taktiknya itu pergi.umpatan dan teriakan di setiap langkahnya.


Sudah banyak kasus seperti itu. para pemilik cafe tak mau urusan berbuntut panjang sehinga ganti rugi uang harus di berikan. Biasanya Cafe atau kedai baru yang jadi sasaran.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2